YESUS SEBAGAI IMAM BESAR AGUNG

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa II – Senin, 19 Januari 2015)

HARI KEDUA PEKAN DOA SEDUNIA 

IMAM BESAR AGUNG -1Sebab setiap imam besar yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang tidak tahu apa-apa dan sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan kurban untuk menebus dosa-dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, melainkan dipanggil oleh Allah untuk itu, seperti yang telah terjadi dengan Harun.

Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”, sebagaimana Allah berfirman dalam nas yang lain, “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya menurut aturan Melkisedek.”

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan air mata kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar taat dari apa yang telah diderita-Nya dan sesudah Ia disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan yang abadi bagi semua orang yang  taat kepada-Nya dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut aturan Melkisedek. (Ibr 5:1-10)

Mazmur Tanggapan: Mzm 110:1-4; Bacaan Injil: Mrk 2:18-22 

Setelah orang-orang Israel keluar (exodus) dari perbudakan di Mesir, Allah memerintahkan kepada Musa untuk mentahbiskan saudara laki-lakinya – Harun dari bani/suku Lewi – dan anak-anak lelakinya sebagai imam (Im 8:1-13; bdk. Kel 40:12-16). Menurut Hukum Yahudi, peranan utama seorang imam adalah untuk menjadi pengantara antara Allah dan umat-Nya, mempersembahkan kurban harian dan melakukan syafaat di hadapan Allah atas nama umat-Nya. Yang paling penting, setahun sekali pada Hari Raya Pendamaian, Imam Besar atau Imam Agung – pengantara tertinggi – masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, dan mempersembahkan kurban penghapus dosa-dosa Israel (lihat Im 16).

IMAM BESAR AGUNG - 2Penulis “Surat kepada Orang Ibrani” mengatakan bahwa karena dia sendiri penuh dengan kelemahan, maka imam besar harus “mempersembahan kurban untuk menebus dosa-dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri” (Ibr 5:2-3). Itulah sebabnya mengapa – seturut “Surat kepada Orang Ibrani – Yesus adalah Imam Besar Agung yang melampaui serta mentransenden imamat Perjanjian Lama. Yesus bertindak lebih daripada seorang pengantara, Dia mempersembahkan hidup-Nya sendiri bagi kita. “Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar taat dari apa yang telah diderita-Nya dan sesudah Ia disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan yang  abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut aturan Melkisedek” (Ibr 5:8-10).

Santo John Fisher – uskup dan martir bersama S. Thomas More pada zaman raja Henry VIII berkuasa di negeri Inggris – menulis: “Imam Besar kita adalah Kristus, kurban kita adalah tubuh-Nya yang kudus. … Kristus pertama-tama mempersembahkan kurban di sini di atas bumi, ketika Dia mengalami kematian-Nya yang paling pahit. Kemudian, dengan mengenakan pakaian baru imortalitas, dengan darah-Nya sendiri Dia masuk ke dalam “tempat kudus”, yaitu surga. Di sana Dia juga memperlihatkan – di hadapan takhta Bapa surgawi – darah tak ternilai harganya yang telah dicurahkan-Nya demi penebusan orang berdosa (Komentar atas Mazmur).

Saudari dan Saudaraku yang terkasih, marilah pada hari ini kita berterima kasih penuh syukur karena mempunyai seorang Imam Besar Agung! Walaupun tanpa dosa, Yesus mengetahui dan memahami semua kelemahan dan sakit kita. Yesus hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara kita di depan takhta Allah, menggabungkan doa-doa kita dengan doa-Nya sendiri dan membawa kita ke hadapan Allah (lihat Ibr 7:25; 9:24).

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau adalah Imam Besar penuh belas kasih dan kekal, yang menyerahkan hidup-Mu sendiri bagiku. Engkau juga membuka jalan bagiku dan para murid-Mu yang lain untuk dapat menghadap Bapa melaluyi kurban-Mu yang kudus dan sempurna. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 2:18-22), bacalah tulisan yang berjudul “MURID-MURID YESUS DAN HAL-IKHWAL BERPUASA” (bacaan tanggal 19-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ibr 5:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH KESELAMATAN KITA, SUMBER PENGHARAPAN DAN DAMAI-SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA” (bacaan tanggal 21-1-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 15 Januari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS