ALLAH MELIHAT SEMUA PEKERJAAN PELAYANAN KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa II – Selasa, 20 Januari 2015)

HARI KETIGA PEKAN DOA SEDUNIA

Keluarga OFMConv.: Peringatan S. Yohanes Pembaptis dari Triquerie, Imam Martir 

abrahamAllah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasih yang kamu tunjukkan demi nama-Nya dengan melayani orang-orang kudus, seperti yang terus kamu lakukan. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk mewujudkan kepastian pengharapanmu sampai akhir, agar kamu jangan menjadi lamban, melainkan meneladani mereka yang oleh iman dan kesabaran mewarisi janji-janji itu.

Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripada-Nya, kata-Nya, “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala perbantahan. Karena itu, ketika Allah bermaksud menunjukkan dengan lebih meyakinkan kepastian rencana-Nya kepada para ahli waris janji itu, Ia menjamin dengan sumpah, supaya melalui dua kenyataan yang tidak berubah-ubah – dalam hal ini Allah tidak mungkin berdusta – kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk berpegang pada pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya, menurut aturan Melkisedek. (Ibr 6:10-20)

Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2,4-5,9-10; Bacaan Injil: Mrk 2:23-28

“TUHAN (YHWH) itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya” (Mzm 145:8). Dalam Dia “kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman” – untuk keuntungan kita (lihat Mzm 85:11). Seringkali, Dia memperhatikan kita dengan lebih baik hati daripada kita sendiri. Kadang-kadang kita merasa sulit untuk percaya bahwa Allah senang sekali mencurahkan kasih-Nya atas diri seseorang yang membuka diri bagi diri-Nya. Namun – tidak perlu kita ragukan lagi –  Allah memang berada di pihak kita. Dia tidak memiliki catatan buruk tentang kita. Tidak ada hal yang tersembunyi bagi Allah. Dia melihat segala hal yang kita lakukan – baik yang salah maupun hal-hal benar  yang kita lakukan. Penulis “Surat kepada Orang Ibrani” mengatakan: “Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasih yang kamu tunjukkan demi nama-Nya dengan melayani orang-orang kudus, seperti yang terus kamu lakukan” (Ibr 6:10). 

Di sini, seperti juga dalam bagian-bagian lain Perjanjian Baru, yang dimaksudkan dengan “orang-orang kudus” adalah umat Allah pada umumnya – setiap orang yang telah dipisahkan untuk Tuhan melalui iman dan baptisan. Kita adalah “orang-orang kudus”. Anak-anak kita adalah “orang-orang kudus”. Orang yang berada di sebelah kita menghadiri Misa Kudus di gereja adalah “orang-orang kudus”. Sekarang, sampai berapa sering kita memandang orang-orang ini sebagai “orang-orang kudus” – dan memikirkan cara-cara rutin yang kita lakukan untuk “melayani orang-orang kudus” ini (Ibr 6:10)? Tidak pernahkah? Sekali-sekali sajakah? Inilah kebenarannya, bahwa kita yang dipanggil menjadi murid Kristus dinamakan “orang-orang kudus”.

Membesarkan anak-anak, mengajar dalam program katekese atau bina iman, sebagai petugas menghantar dan mencarikan tempat kosong bagi orang-orang yang terlambat datang ke Misa Kudus – tidak ada satu pun dari pekerjaan-pekerjaan yang kelihatan sepele ini yang tidak dihargai oleh Allah. Juga semua itu tidak pernah tergantung sepenuhnya pada kemampuan kita sendiri tanpa pertolongan-Nya. Tidak! Allah melihat kita. Dia mengetahui pelayanan kita dan Dia senantiasa siap untuk mencurahkan rahmat-Nya ke atas diri kita masing-masing.

Jadi, janganlah kita kecil hati! Allah melihat pekerjaan kita, betapa kecil pun kelihatannya pekerjaan kita itu. Sesungguhnya Dia sendiri mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu guna melayani sesama kita. Kita patut bergembira, karena Allah senang melihat kebaikan kita yang paling kecil sekalipun yang kita kerjakan dalam nama-Nya. Dia akan memberkati kita selagi kita memperhatikan orang-orang lain dan mencoba memberitakan Injil kepada mereka, lewat kata-kata dan perbuatan-perbuatan kita. Allah tidak menunggu sampai kita mendapat setiap hal yang baik sebelum Dia memberikan berkat-Nya kepada kita. Dia melihat hati kita. Dia dekat dengan kita, seperti yang ditulis sang pemazmur: “TUHAN (YHWH) dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan”  (lihat Mzm 145:18). Ia ingin menunjukkan kasih-Nya kepada orang-orang lan melalui diri kita. Oleh karena itu, marilah kita menjadi bagian dari orang-orang “yang oleh iman dan kesabaran mewarisi janji-janji itu” (Ibr 6:12).

DOA: Bapa surgawi, berkatilah semua orang yang melakukan pewartaan Injil dengan berbagai cara. Curahkanlah kasih-Mu atas diri mereka. Penuhilah semangat dalam upaya mereka mewartakan kebenaran-Mu dalam Yesus Kristus. Penuhilah diri mereka dengan pengharapan yang teguh akan pemenuhan janji-janji-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 2:23-28), bacalah tulisan yang  berjudul “MEMETIK BULIR GANDUM PADA HARI HARI SABAT” (bacaan tanggal 20-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ibr 6:1-20), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH SAUH TEMPAT KITA BERPEGANG” (bacaan tanggal 22-1-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 15 Januari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS