ALLAH MEMANGGIL KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA III,  25 Januari 2015)

PENUTUPAN PEKAN DOA SEDUNIA 

stdas0416Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” 

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:14-20) 

Bacaan Pertama: Yun 3:1-5,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-9; Bacaan Kedua: 1Kor 7:29-31

Dalam kreativitas-Nya yang tanpa batas, Allah memanggil kita agar mengenal Dia dan melayani-Nya dengan cara yang unik untuk kita masing-masing. Dalam cerita tentang Yunus, Allah berurusan dengan seorang nabi yang ditimpa rasa takut, yang pada awalnya menolak panggilan Allah. Ketika Yunus mencoba melarikan diri dari Allah, dia malah lebih merasakan kebutuhan akan Allah lagi ketimbang sebelumnya. Allah memberikan kesempatan kedua kepada Yunus, dan sebagai akibatnya seluruh kota Niniwe luput dari murka Allah (bacalah Yun 1:1 – 4:11). Pada waktu Yesus memanggil murid-murid-Nya yang pertama, mereka juga memulai suatu petualangan yang jauh melebihi apa saja yang mereka harapkan (lihat Mrk 1:16-20).

Dalam dua kasus ini, sang Pencipta yang tanpa batas dan mahakuasa turun ke dunia dan memanggil manusia yang penuh keterbatasan, makhluk ciptaan, yang memiliki kecenderungan berdosa …… untuk mengikut Dia, dan hal itu sungguh menggoncang diri mereka dengan hebat sekali. Kita tidak perlu terkejut melihat ini semua. Pada kenyataannya kita harus memiliki ekspektasi akan adanya intervensi atau campur tangan Allah untuk menimbulkan semacam goncangan. Yunus jelas ditantang untuk bergerak maju melampaui apa yang dipikirnya sebagai batas kemampuannya. Demikian pula halnya dengan para murid Yesus, yang harus berjuang untuk jangka waktu yang relatif lama guna memahami siapa sebenarnya Yesus itu dan apa sebabnya sampai Dia begitu berpengaruh atas diri mereka. Dalam dua hal tersebut, Allah membentuk orang-orang yang dipanggil-Nya menjadi para pelayan yang sejati, saksi-saksi dari kasih-Nya yang tangguh.

stdas0070Allah menginginkan kita masing-masing menjadi saksi dan pelayan Kerajaan-Nya. Kita harus senantiasa mengingat bahwa Dia tidak mengenal favoritisme. Sampai berapa tinggi pun tingkat pendidikan kita atau bagaimana pun dalamnya pengabdian kita kepada-Nya, panggilan Allah akan menantang kita dan menggoncang kita. Barangkali yang kita alami tidaklah sedramatis apa yang dialami oleh nabi Yunus atau para murid Yesus yang awal. Mungkin sekali bagi kita hal itu merupakan suatu proses yang berjalan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya. Namun – cepat atau lambat – hal itu akan terjadi. Suatu moment of truth akan kita alami! Allah ingin mengundang kita semua untuk bergabung dalam suatu petualangan melayani Kerajaan-Nya.

Saudari dan saudaraku yang terkasih. Apabila kita berupaya sungguh-sungguh untuk setia dalam hal-hal kecil yang “ditugaskan-Nya” kepada kita setiap hari, maka dengan berjalannya waktu kita akan ditransformasikan. Allah akan membentuk diri kita menjadi para murid yang memiliki kemampuan untuk membuat suatu perubahan dalam dunia, seperti para rasul-Nya dan para nabi-Nya. Yang dicari oleh-Nya adalah pribadi-pribadi yang rendah hati dan senantiasa terbuka bagi sentuhan kasih-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Engkau telah melingkupi kami masing-masing dengan kasih-Mu dan memenuhi diri kami dengan Roh Kudus-Mu. Engkau malah telah memasukkan kami ke dalam hidup-Mu sendiri. Terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah memanggil kami menjadi murid-murid Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus. Dengan penuh sukacita kami pun menyadari bahwa hidup kami tidak akan pernah sama lagi. Oleh karena itu kami menanggapi panggilan-Mu secara positif. Terpujilah Allah, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:14-20), bacalah tulisan dengan judul “KAMU AKAN KUJADIKAN PENJALA MANUSIA” (bacaan untuk tanggal 25-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 17 Januari 2015 [Peringatan S. Antonius, Abas] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS