ALLAH MEMBERDAYAKAN KITA UNTUK SALING MENGASIHI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Paulus Miki, Imam dkk-Martir – Jumat, 6 Februari 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: S. Petrus Baptista, Paulus Miki, Filipus dr Yesus dkk-Martir 

YESUS KRISTUS - 0000Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lalai memberi tumpangan  kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang tanpa diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Ingatlah juga orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab Allah akan menghakimi orang-orang sundal dan pezina. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah yang berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan teladanilah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibr 13:1-8) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1,3,5,8-9; Bacaan Injil: Mrk 6:14-29

Kadang-kadang kita luput melihat bagaimana bagian-bagian yang berbeda-beda dalam Kitab Suci cocok dengan keseluruhan Injil tentang siapa Allah sebenarnya dan betapa Dia mengasihi kita. Pengarang “Surat kepada Orang Ibrani” memfokuskan kata-kata penutup suratnya pada perintah utama yang kedua, yaitu bahwa kita harus mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri (lihat Mat 22:34-40).

Sungguh pentinglah bagi kita untuk mengingatkan diri kita sendiri setiap hari bahwa Yesus adalah batu penjuru dari iman-kepercayaan kita, dan bahwa relasi yang Allah ingin jalin dengan kita bukanlah suatu kondisi yang terisolasi. Panggilan Allah kepada keselamatan adalah suatu relasi dinamis antara Dia dan umat-Nya – Gereja.

Bilamana kita membaca nas-nas Kitab Suci seperti bacaan dari “Surat kepada Orang Ibrani” di atas,  maka kita dapat tergoda untuk memfokuskan perhatian kita pada kegagalan-kegagalan untuk  mencapai standar-standar Allah. Namun, daripada kita tinggal dalam kedosaan kita, jauh lebih baiklah bagi kita untuk mempertimbangkan cara-cara dengan mana kita memperkenankan rahmat Allah bekerja dalam diri kita.

A WOMAN PRAYINGKita semua harus mampu mengingat saat-saat ketika kita mengalami rahmat Alah untuk menolong kita mengasihi orang-orang lain. Mengingat saat-saat penuh berkat dapat memenuhi diri kita dengan sukacita dan excitement, karena ini adalah bukti bahwa Allah senantiasa aktif dalam kehidupan kita. Ini dapat berupa pekerjaan sederhana seperti membersihkan halaman di sekeliling gereja, merawat anak-anak yang masih kecil-kecil dari seorang tetangga yang sedang sakit. Apapun kegiatan yang kita lakukan, hasrat kita untuk melakukan hal-hal ini menggambarkan gerakan Roh Kudus dalam diri kita, yang menolong kita untuk memberikan tanggapan terhadap perintah Yesus untuk mensyeringkan kasih-Nya kepada orang-orang di sekeliling kita.

Yesus ingin memanifestasikan hidup-Nya di dalam diri kita melalui kasih dan sikap serta tindakan kita yang tidak mementingkan diri sendiri. Perbuatan-perbuatan baik kita yang tanpa pamrih terhadap sesama kita merupakan testimoni dari iman bahwa Yesus Kristus bekerja dalam diri kita. Jika kita mengalami dorongan-dorongan untuk menolong sesama kita, maka janganlah kita mengabaikan semua itu. Sebaliknya, baiklah kita mengenali karya Allah dalam diri kita dan memohon kepada-Nya agar kita diberikan rahmat supaya dapat menanggapi karya-Nya tersebut secara lebih penuh. Yesus mengatakan kepada kita bahwa semakin banyak kita memberikan diri kita, semakin banyak pula rahmat yang akan diberikan-Nya guna memperkuat iman kita (lihat Luk 6:38).

DOA: Bapa surgawi, kami bersukacita bahwa Engkau telah memberdayakan kami untuk saling mengasihi. Melalui kemenangan Yesus di atas kayu salib dan Roh Kudua-Mu yang berdiam dalam diri kami, berikanlah kepada kami rahmat untuk menjadi saksi-saksi tangguh dari kasih-Mu dan kuat-kuasa kasih-Mu itu untuk mentransformasikan hati orang-orang yang terbuka bagi-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:14-29), bacalah tulisan yang berjudul “APAKAH KITA SEPERTI HERODES ANTIPAS?” (bacaan tanggal 7-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ibr 13:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “PELIHARALAH KASIH PERSAUDARAAN” (bacaan tanggal 8-2-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk bacaan tentang para kudus (martir-martir Nagasaki) yang kita peringati hari, lihatlah di kategori “ORANG-ORANG KUDUS FRANSISKAN” dalam situs/blog PAX ET BONUM ini. 

Cilandak, 1 Februari 2015 [HARI MINGGU BIASA IV] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS