YESUS MEMBAWA KESELAMATAN YANG PENUH

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA V [Tahun B],  8 Februari 2015) 

HEALING OF THE MOTHER IN LAW OF PETER - 3Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya mencari-cari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya, “Semua orang mencari Engkau.”  Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.  (Mrk 1:29-39) 

Bacaan Pertama: Ayb 7:1-4,6-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:1-6; Bacaan Kedua: 1Kor 9:16-19,22-23

Apakah anda pernah sejenak memikirkan cara indah yang digunakan oleh Allah ketika kita diciptakan? Manakala kita sedang menderita dalam salah satu aspek kehidupan kita – apakah aspek spiritual, psikologis, atau fisik – maka segala hal lainnya akan menjadi tidak seimbang. Pikirkanlah, bagaimana orang-orang yang menderita dari relasi yang terluka cenderung untuk menjadi lebih rentan terhadap sakit-penyakit.  Bayangkanlah betapa berbinar-binarnya wajah pengantin perempuan yang masih muda pada hari pernikahannya. Apabila kita mempertimbangkan hal-hal seperti itu, maka kita tidaklah salah apabila mengatakan betapa kompleksnya manusia itu!

Sekarang, bayangkanlah ibu mertua Simon Petrus yang sedang berbaring di tempat tidurnya karena menderita sakit demam. Pikiran-pikiran apa saja yang kiranya berkecamuk dalam kepalanya? Kenyataan bahwa seorang rabi dari Nazaret yang populer datang mengunjunginya di tempat kediamannya, dan dia tidak mampu untuk menyapa atau melayani-Nya? Tentunya ada frustrasi dalam dirinya karena dia tidak mampu bergabung dengan orang banyak untuk mendengarkan khotbah-Nya! Apakah dia merasa cemas karena sakit demamnya itu? Namun dengan sebuah perintah sederhana dari Yesus, perempuan ini pun disembuhkan. Sakit demamnya hilang lenyap seketika dan dia menerima rahmat untuk tidak merasa susah dan memberikan dirinya untuk melayani.

YESUS MENYEMBUHKAN LAGIDari sejak awal Yesus menunjukkan bahwa Dia datang ke tengah-tengah dunia untuk membawa suatu keselamatan yang penuh – “penyembuhan” dalam artiannya yang paling kompleks. Ia tidak hanya muncul satu hari, wafat di kayu salib, dan pulang ke surga. Selama tiga tahun Ia berkeliling mengajar dan berkhotbah. Berjam-jam lamanya setiap hari Ia memulihkan orang-orang sakit kembali menjadi seimbang secara fisik, mencelikkan mata orang buta, menyembuhkan orang lumpuh, membuat orang bisu mampu berbicara, mengusir roh-roh jahat, memberikan pengharapan kepada mereka yang dilanda rasa khawatir, dlsb. Yesus sungguh datang untuk membawa suatu restorasi yang lengkap kepada orang-orang, hal mana dimulai sekarang di dunia dan akan digenapi apabila kita bersatu dengan Dia pada akhir zaman.

Apakah anda sungguh percaya bahwa Yesus memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan anda? Apakah anda percaya bahwa Dia dapat menyembuhkan memori-memori yang terluka, memulihkan relasi yang telah pecah, dan membuang sakit-penyakit fisik? Kalau sungguh percaya datanglah menghadap-Nya dalam iman. Percayalah bahwa Dia baik. Iman seperti ini dapat memindahkan penghalang sebesar gunung. Iman seperti ini dapat membuat kita berakar dalam kasih Kristus, apakah kita sudah sepenuhnya disembuhkan atau belum, kita akan tetap memiliki damai-sejahtera karena kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan mengalami restorasi yang sungguh total-lengkap.

DOA: Tuhan Yesus, aku menaruh semua urusanku di kaki-kaki-Mu dan percaya bahwa Engkau akan memperhatikan semua itu. Oleh Roh Kudus-Mu, ajarlah aku untuk sungguh memahami kepenuhan keselamatan yang telah Engkau rencanakan bagi diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil Misa hari ini (Mrk 1:29-39), bacalah tulisan dengan judul “YESUS MENGGUNAKAN OTORITAS-NYA DENGAN PENUH KASIH” (bacaan untuk tanggal 8-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02  PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-2-12 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 2 Februari 2015 [Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements