KITA DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR DAN RUPA ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Skolastika, Perawan – Selasa, 10 Februari 2015) 

pppas0217Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binagtang lalut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Jadilah petang dan jadilah pagi, itu hari kelima.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. (Kej 1:20-2:4a) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 8:4-9; Bacaan Injil: Mrk 7:1-13

pppas0054Apa maksudnya bila dikatakan bahwa kita diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26)? Dalam dunia kuno, “imaji” (Inggris: image) atau “gambar dan rupa” mengacu pada sebuah patung dari seorang raja yang didirikan di tempat-tempat yang jauh dari tempat kedudukan raja itu untuk mewakili pemerintahannya dan otoritasnya; jadi raja “hadir” (dibayangkan “hadir”) di kawasan-kawasan yang jauh dari ibu kota dalam bentuk “imaji”-nya.

Dengan cara yang sama, umat manusia juga diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dan mewakili pemerintahan-Nya di atas bumi. Allah berfirman kepada manusia: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”  (Kej 1:28). Sebagaimana Allah memerintah dan menguasai alam semesta, demikian pula manusia – yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah – menguasai bumi. Dengan cara ini, kehadiran Allah di dunia diketahui melalui kita yang menguasai dunia materi, seperti Allah menguasai segalanya.

Akan tetapi Allah mempunyai hal-hal yang lebih besar bagi kita daripada sekadar menguasai bumi! Dari sejak saat sebelum penciptaan, hasrat Allah yang terbesar adalah untuk menjalin relasi yang intim/akrab dengan kita – manusia. Karena Allah menciptakan kita menurut gambar rupa-Nya, maka kita memiliki kapasitas untuk berelasi dengan diri-Nya, mengenal Dia, dan mengasihi Dia. Melalui baptisan dan hidup iman, kita menerima rahmat dari Allah yang membangun dan memperdalam relasi ini dengan diri-Nya.

Betapa besar martabat yang diberikan Allah kepada kita dengan menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya! Namun lebih daripada itu, Allah terus melimpahkan hidup-Nya secara berkesinambungan sehingga kita dapat bertumbuh  sebagai umat-Nya, Gereja-Nya, tubuh-Nya di atas bumi. Seringkali, dalam kesibukan kita sehari-hari, kita dapat luput melihat martabat kita sebagai anak-anak Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.

Karena kita dipanggil untuk menguasai bumi, maka kita harus berurusan dengan hal-ikhwal bumi dalam kehidupan kita sehari-hari.  Namun baiklah kita senantiasa mengingat bahwa Allah adalah Bapa kita – dan bahwa hasrat pertama dan utama-Nya adalah kita akan mengetahui apa artinya menjadi anak-anak-Nya.

DOA: Bapa surgawi, kami memuji Engkau karena Engkau telah menciptakan kami menurut gambar dan rupa-Mu. Tolonglah kami mengalami suatu relasi pribadi yang mendalam dengan Engkau dan mampukanlah kami untuk tidak luput melihat martabat besar yang telah Kauberikan kepada kami sebagai anak-anak-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 7:1-13), bacalah tulisan yang berjudul “LEGALISME YANG MENYESATKAN” (bacaan tanggal 10-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kej 1:20-2:4a), bacalah tulisan yang berjudul  “ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA BUKAN TANPA RENCANA” (bacaan tanggal 12-2-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 5 Februari 2015 [Peringatan S. Agata, Perawan-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS