RAGI ROH KUDUS YANG MENTRANSFORMASIKAN HIDUP KITA

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VI – Selasa, 17 Februari 2015) 

HBREP_BMurid-murid Yesus lupa membawa roti, kecuali satu roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”  Mereka pun memperbincangkan di antara mereka bahwa mereka tidak mempunyai roti. Ketika Yesus mengetahui hal itu, Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu paham dan mengerti? Belum pekakah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Dua belas bakul.”  “Pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Tujuh bakul.”  Lalu kata-Nya kepada mereka, “Belum mengertikah kamu?”  (Mrk 8:14-21) 

Bacaan Pertama: Kej 6:5-8,7:1-5,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 29:1-4,9-10

Ketika Yesus berbicara mengenai “ragi” (Mrk 8:15), Ia sebenarnya mengacu kepada suatu sumber kegiatan yang mampu menumbuh-kembangkan sesuatu. Bagi orang-orang Farisi, kepentingan-diri sendiri merupakan inti kegiatan ini, dan hal ini berkembang menjadi adonan yang jauh dari kasih dan belas kasih Allah. Hasil pertumbuhan dari “ragi” sedemikian adalah rasa tidak percaya, kecurigaan, dan tuduhan.

Di lain pihak, seorang murid Yesus mempunyai akses kepada suatu sumber kegiatan yang lain – Roh Kudus, yang mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita (lihat Rm 5:5). Pencurahan kasih ilahi ini dimaksudkan untuk mengangkat kita agar dapat memahami bahwa kita adalah anak-anak Allah. Hal ini dimaksudkan untuk memindahkan kita dari sikap dan perilaku mementingkan diri sendiri sehingga dengan demikian kita dapat memandang melampaui diri kita sendiri agar dapat melihat Yesus sendiri, sang Pencinta jiwa-jiwa kita semua. Seorang murid Yesus mengetahui bahwa dirinya telah diangkat dan dilepaskan dari jerat dosa dan telah diberikan suatu hidup baru oleh kasih Kristus yang tersalib.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Ragi Roh Kudus dimaksudkan untuk menyebabkan suatu transformasi dalam kehidupan kita – sesuatu yang kita tidak dapat lakukan sendiri, tetapi suatu karunia yang diberikan secara bebas dari Roh Kudus. Jadi, bukan lagi kita, melainkan Kristus di dalam diri kita yang menjadi dasar dari pengharapan dan visi bagi hidup kita. Tidak lagi sumber daya kita sendiri, melainkan Kristus dalam diri kita lah yang menjadi sumber kekuatan. Yesus ingin mengangkat kita dan membebaskan kita dari hal-hal yang terus saja membenamkan kita dalam kedosaan dan hukuman. Bersatu dengan Yesus, kita pun dapat mati terhadap diri kita dan dibangkitkan ke takhta Allah! Roh Kudus akan memenuhi diri kita dengan kerinduan untuk semakin serupa dengan Yesus, suatu hasrat mendalam untuk menyatu dengan Bapa surgawi dan melayani umat Allah dengan bebas.

Besok, kita akan mengawali Masa Prapaskah. Marilah kita merenungkan “ragi” yang bekerja di dalam diri kita dan transformasi yang kita hasrati. Maukah kita datang kepada Yesus pada Masa Prapaskah ini dan memohon kepada-Nya agar kita diangkat-Nya? Selagi hati kita terbuka bagi-Nya, Dia akan menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam diri kita dan memampukan kita untuk menjadi roti bagi orang-orang di sekeliling kita.

DOA: Tuhan Yesus, semoga ragi Roh Kudus-Mu bekerja dalam diriku. Aku tidak ingin memusatkan perhatianku pada diriku sendiri, melainkan pada Engkau saja. Yesus, aku menyerahkan hidupku kepada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 8:14-21), bacalah tulisan yang berjudul “MOHONLAH AGAR KITA DAPAT MEMAHAMI YESUS DAN KARYA-NYA” (bacaan tanggal 17-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015.

Cilandak, 8 Februari 2015 [HARI MINGGU BIASA V] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS