SAATNYA TELAH GENAP; KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PRAPASKAH I [Tahun B], 22 Februari 2015)

kiman-ilustrasi-masa-prapaskah-dimulai-apr-2014-hidup-katolik

Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu selama empat puluh hari Ia dicobai oleh Iblis. Ia tinggal bersama dengan binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk 1:12-15)

Bacaan Pertama: Kej 9:8-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-9; Bacaan Kedua: 1 Ptr 3:18-22

“Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”  (Mrk 1:15).

Dapatkah anda dan saya membayangkan bagaimana wajah Yesus ketika Dia untuk pertama kali mengucapkan kata-kata ini? Yesus baru saja menyelesaikan puasa selama 40 hari di padang gurun Yudea. Siapa pun yang meluangkan waktu di tanah gersang seperti itu akan mengalami panas terik di siang hari, ketiadaan air, dan sedikit perlindungan dari binatang buas, ular berbisa dan kalajengking yang juga berbisa. Jadi, ketika Yesus mengumumkan bahwa saat kepenuhan telah tiba, maka mungkin Dia terlihat sedikit acak-acakan, barangkali bahkan sedikit tidak seimbang.

Walaupun begitu, kata-kata Yesus ini kelihatannya diterima dalam hati orang banyak. Mengapa?  Karena Yesus sendiri mempunyai pengalaman akan “saat kepenuhan” dalam hidup-Nya sendiri. Selama Dia berpuasa dan dicobai oleh Iblis di padang gurun, Yesus mengalami keakraban/keintiman dalam relasi-Nya dengan Bapa surgawi yang sama sekali tidak dapat digoyang oleh Iblis. Dan ketika Dia ke luar dari padang gurun, maka keyakinan-Nya, damai-sejahtera-Nya, bahwa excitement-Nya sungguh mempunyai daya-menular yang luarbiasa. Kata-kata yang diucapkan-Nya penuh keyakinan diri dan merupakan ungkapan sukacita dari seseorang yang mengetahui dengan pasti bahwa sebuah kerajaan baru akan masuk ke tengah dunia, dan hal tersebut menyebabkan timbulnya sikap menanti-nanti dalam diri orang-orang yang mendengar tentang Dia.

sermon_on_the_mount1Kabar Baik-nya adalah bahwa sekarang ini kita semua sedang hidup dalam “saat kepenuhan”. Oleh salib-Nya dan kebangkitan-Nya, Yesus telah mendirikan Kerajaan Allah. Dosa telah dikalahkan karena “yang  baik” telah berjaya atas “yang buruk”! Kita tidak perlu lagi menjadi budak-budak dari berbagai hasrat yang jelek atau pola-pola dosa. Sebaliknya, Yesus telah membawa dengan-Nya pengampunan, penyembuhan, dan rahmat ilahi kepada semua orang yang berbalik kepada-Nya.

Dalam Masa Prapaskah kali ini, marilah kita berketetapan hati untuk memohon kepada Tuhan agar memberikan kepada kita rasa percaya diri dan sukacita yang sama seperti yang dimiliki-Nya. Biarlah masa istimewa selama 6 pekan ini menjadi semacam retret bagi kita, suatu masa yang digunakan untuk pemberian sedekah secara lebih intensif daripada masa-masa lain, suatu masa yang akan kita gunakan untuk berdoa secara lebih mendalam lagi, dan juga suatu masa untuk berpuasa secara lebih serius lagi, sehingga dengan demikian kita (anda dan saya) dapat mengalami keintiman/keakraban yang lebih baik dengan Bapa surgawi. Masa Prapaskah adalah masa kepenuhan. Kita dapat menjadi “lebih daripada orang-orang yang menang” melalui Kristus” (Rm 8:37). Dalam sebuah dunia yang dilanda perpecahan, konflik dan bahaya, kita dapat bersinar terang dan menjadi petunjuk kepada Kerajaan “kebenaran, damai sejahtera dan sukacita” (Rm 14:17).

DOA: Terpujilah Engkau, Tuhan Yesus! Engkau telah menebus dunia dan memberikan kepada kami sebuah Kerajaan damai sejahtera dan sukacita yang tanpa akhir! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “DITEMPA SELAMA 40 HARI” (bacaan untuk tanggal 22-2-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Cilandak,  13 Februari 2015   

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS