HIDUP BERSAUDARA DALAM KASIH

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Prapaskah – Jumat, 27 Februari 2015)

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIAAku berkata kepadamu: Jika kamu tidak melakukan kehendak Allah melebihi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang mencaci-maki saudaranya harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: Jahil! Harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu ini jangan menyerahkan engkau kepada pengawal dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai habis. (Mat 5:20-26) 

Bacaan Pertama: Yeh 18:21-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 130:1-8 

“Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang mencaci maki saudaranya harus diserahkan ke Mahkamah Agama” (Mat 5:22).

Selagi orang banyak mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Yesus ini, hati mereka tentunya terasa menciut. Siapa sih di antara mereka yang tidak pernah mempunyai perasaan benci terhadap seseorang, atau memandang orang-orang tertentu sebagai orang-orang bodoh dan tak berguna? Yang lebih parah lagi, mereka yang berbangga sebagai orang-orang yang mematuhi hukum sekarang menghadapi tantangan yang lebih mendalam yang langsung masuk ke hati mereka yang terdalam. Bagaimana mereka akan pernah menjadi kudus apabila standar-standar yang ditetapkan begitu tinggi? Jawabannya berdiri di hadapan mereka dalam wujud diri Yesus sendiri.

Yesus mengingatkan para pendengar-Nya akan hal-hal yang telah menyebabkan rusaknya persaudaraan anak-anak Allah. Sepanjang Perjanjian Lama kita dapat membaca tentang kebencian dan kecemburuan yang telah merusak perdamaian dan persatuan umat Allah. Misalnya, Kain memang telah membunuh Habel, namun dosa sesungguhnya mulai di dalam hatinya yang dipenuhi dengan kecemburuan (lihat Kej 4:6-7).

JESUS PREACHING TO THE PEOPLEAkan tetapi semua itu telah berubah sekarang. Yesus datang untuk memungkinkan kita mencabut semua penyebab perseteruan dan perpecahan di antara kita. Yesus mengatakan bahwa kita sungguh dapat mengasihi satu sama lain, bahkan sampai mengampunan tujuh puluh kali tujuh kali (Matius 18:21-22). Yesus bersabda, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12).  Dalam suratnya, Paulus menulis sebagai berikut: “Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menahan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13:4-7).

Penghayatan dengan setia ajaran ini barangkali merupakan tantangan yang paling besar bagi kehidupan Kristiani kita, namun bersama Kristus semua itu mungkin. Allah ingin agar kita melihat bagaimana banyaknya kebutuhan manusiawi dan kebutuhan spiritual kita dapat dipenuhi selagi kita saling menolong dan saling mendukung satu sama lain dalam kasih. Allah ingin menunjukkan kepada kita bagaimana saling mengasihi adalah  salah satu cara yang paling memiliki kuat-kuasa bagi kita untuk mengalami hati-Nya yang penuh kasih. Kecenderungan untuk marah, bersikap serakah serta mementingkan diri sendiri mungkin masih ada dalam diri kita masing-masing, namun kita mempunyai seorang Juruselamat yang jauh lebih besar! Dengan rahmat-Nya kita dapat mengatasi segala masalah kita.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Berkatilah semua orang yang merasa kesepian di dunia ini. Utuslah kepada mereka masing-masing seorang sahabat sejati. Sembuhkanlah segala luka yang disebabkan oleh kata-kata yang keras- menyakitkan atau penuh kemarahan. Bangunlah dalam diriku rahmat persaudaraan sehingga dengan demikian aku juga dapat menjadi seorang sahabat yang sejati, baik pada masa-masa baik maupun masa-masa buruk. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 5:20-26), bacalah tulisan yang berjudul “MENERIMA DAN MEMBERI PENGAMPUNAN” (bacaan tanggal 27-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Cilandak, 24 Februari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS