MARILAH KITA MENCONTOH DANIEL DALAM BERDOA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Prapaskah – Senin, 2 Maret 2015) 

danielMaka aku memohon kepada TUHAN (YHWH), Allahku, dan mengaku dosaku demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salaALLAHh, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu , para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena berlaku murtad terhadap Engkau. Ya YHWH, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara YHWH, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. (Dan 9:4b-10)  

Mazmur Tanggapan: Mzm 79:8-9,11,13; Bacaan Injil: Luk 6:36-38

Pemikiran-pemikiran seperti apakah yang timbul dalam kepala kita (anda dan saya) ketika kita melihat seseorang bertindak salah atau terlibat dalam dosa yang sangat serius? Apakah kita dengan begitu memutuskan untuk menghentikan segala hubungan kita dengan orang itu atau tindakannya? Ini adalah tanggapan biasa dari kebanyakan kita, namun perhatikanlah reaksi Daniel. Ketika Daniel melihat umat pilihan Allah dijatuhi hukuman pembuangan karena ketidaktaatan mereka kepada hukum perjanjian Allah, maka hatinya tergerak untuk mendoakan suatu doa pengakuan dosa dan syafaat untuk kepentingan seluruh Israel, termasuk dirinya sendiri.

Teks bacaan di atas menggambarkan Daniel yang menyadari bahwa dia juga – seorang anggota umat perjanjian – telah melanggar hukum Allah. Dia juga dapat melihat bahwa dirinya bersalah dengan mentoleransi dosa dalam kehidupan saudari-saudaranya sendiri orang-orang Israel, dan dosa ini telah menyebabkan banyak penderitaan. Dalam doanya itu Daniel mengakui bahwa “kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu” (Dan 9:5).

Kebanyakan umat Kristiani barangkali akan setuju bahwa masyarakat dewasa ini sangat menderita sebagai akibat ketidaktaatan mereka kepada perintah-perintah Allah. Akan tetapi agak sulitlah bagi kita untuk mengakui bahwa kita adalah bagian dari masalahnya, baik melalui dosa kita sendiri atau melalui ketidakpedulian kita terhadap dosa dan penderitaan yang berlangsung di sekitar kita. Jadi, sangat bergunalah apabila pada hari ini kita menyediakan waktu secukupnya untuk memeriksa sikap kita selama ini terhadap perintah-perintah Allah yang berkaitan dengan diri kita sendiri dan masyarakat kita.

Misalnya, apakah kita menjunjung tinggi kesucian perkawinan dan keutamaan-keutamaan keadilan, kehormatan, dan kejujuran? Bagaimana dengan sikap kita (anda dan saya) terhadap orang-orang yang diabaikan dalam masyarakat: orang-orang miskin, para tunawisma, para penderita sakit HIV-Aids, para lansia? Apakah kita telah melangkah keluar dari zona nyaman kita untuk menjumpai mereka sebagaimana diajarkan oleh Yesus (Mat 25:31-46), atau apakah kita tidak mau tahu apa yang terjadi atas diri mereka? Apakah kita peka atau buta terhadap berbagai macam bentuk ketidakadilan yang terjadi di sekeliling kita? Apakah kita secara konstan memohon agar Allah mengubah hati mereka yang menindas kaum miskin, dan mengampuni kita semua sebagai umat, atas dosa-dosa kita?

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus. Masa Prapaskah adalah suatu masa yang sungguh baik untuk mendoakan doa syafaat bagi dunia. Marilah kita baca dengan serius  Dan 9:4-19 dan menjadikannya doa syafaat dan doa tobat kita sendiri.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang berbelas kasih dan Mahapengampun. Aku menyesali segala dosaku dan mohon pengampunan-Mu. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, bentuklah aku agar menjadi murid Yesus yang setia sehingga dengan demikian dapat bekerja sebagai instrumen-Mu yang efektif dalam dunia ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:36-38), bacalah tulisan yang berjudul “MEMBUKA HATI KITA BAGI PENGARUH KASIH ILAHI” (bacaan tanggal 2-3-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Dan 9:4b-10) bacalah tulisan yang berjudul “DOA DANIEL” (bacaan tanggal 21-3-11) dalam situs/blog SANG SABDA. Bacalah juga tulisan yang berjudul “MENELADAN HIKMAT DAN KERENDAHAN-HATI DANIEL” (bacaan tanggal 17-3-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 26 Februari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS