AKU DATANG DARI DIA DAN DIALAH YANG MENGUTUS AKU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Jumat, 20 Maret 2015) 

Jesus_feasting_1100-5-9Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau berkeliling di Yudea, karena di sana para pemuka Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi, sesudah Saudara-saudara-Nya berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan melainkan diam-diam.

Kemudian beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah Dia ini yang mau mereka bunuh? Namun lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu bahwa Dialah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, sebaliknya bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”

Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. (Yoh 7:1-2,10,25-30) 

Bacaan Pertama: Keb 2:1a,12-22, Mazmur Tanggapan:  Mzm 34:17-21,23

“Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku” (Yoh 7:28-29).

Klaim dari orang banyak bahwa mereka mengetahui dari mana Yesus berasal hanyalah taktik untuk menghindar dari pengakuan bahwa Kristus/Mesias yang dinanti-nantikan adalah Yesus dari Nazaret yang berdiri di depan mereka. Alasan teologis atau argumentasi alkitabiah yang manapun yang mereka kemukakan tidak lebih dari alasan untuk mencari ke mana saja kecuali ke rabi dari Nazaret yang sedang memandang mereka dengan pandangan tajam.

Lagi-lagi Yesus mengingatkan mereka bahwa bukan Dialah yang seharusnya menjadi masalah, melainkan Allah Bapa yang mengutus Dia. Yesus mengatakan bahwa Dia bukanlah datang atas dasar kehendak-Nya sendiri. Yesus hanyalah Dia yang taat secara penuh terhadap kehendak Allah dan melaksanakan kehendak-Nya itu dengan sempurna. Yesus adalah Putera Allah yang tunggal. Kegagalan kita untuk mengenali Dia bersumber pada ketidakpedulian kita terhadap Bapa surgawi yang mengutus Dia. Yesus berkata kepada mereka: “Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal” (Yoh 7:28).

Yesus melanjutkan: “Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku” (Yoh 7:29). Alasan Yesus memang sebagai Dia – yang mewahyukan/menyatakan Allah kepada mereka – ada dua: (1) asal-usul-Nya, “Aku datang dari Dia”, dan (2) misi-Nya, “Dialah yang mengutus Aku”. Ketergantungan Yesus dan ketaatan-Nya kepada Bapa surgawi membentuk keunikan dalam klaim-Nya. Itulah sebabnya mengapa penolakan untuk menerima Dia pada akhirnya adalah ketidakpedulian dan penolakan untuk mengenal Siapa yang mengutus diri-Nya (Yoh 7:28).

Mereka berusaha menangkap Dia (Yoh 7:30a). Mengapa? Karena ketika kebenaran menjadi tidak enak untuk didengar dan terlalu tidak nyaman untuk dipikul, maka kekuatan yang kasar, kejam dan tak berperikemanusiaan adalah jawabannya. Dalam bentuk apa pun kekuatan buruk ini diwujudkan, apakah dalam kelompok atau secara individual, hal itu selalu merupakan pilihan dari orang-orang yang menutup telinga mereka terhadap kebenaran.

Tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba (Yoh 7:30b). Seturut pandangan Yohanes Penginjil, dalam kasus Yesus ini segalanya berada di bawah “saat Tuhan”, yaitu saat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk penyelesaian karya penebusan-Nya (lihat Yoh 8:20; 12:23; 13:1). Tidak ada kekuatan dunia apa pun atau  rancangan berdasarkan kecerdasan manusia semata yang dapat mengubah, memajukan atau menunda kedatangan saat Tuhan tersebut (Yunani: kairos).

Menolak Yesus sebagai sang Kristus/Mesias merupakan sebuah tragedi dan hanya dapat tercerahkan oleh orang-orang yang berani bersaksi dengan kata-kata dan tindakan-tindakan mereka bahwa Dia adalah “Jalan dan Kebenaran dan Hidup” (Yoh 14:6).

Saudari dan Saudara yang terkasih, marilah kita jalani Masa Prapaskah ini sebagai murid-murid Yesus yang setia.

DOA: Tuhan Yesus, apakah kami mengenal Engkau dengan lebih baik? Apakah kami sungguh menerima Engkau sebagai Mesias kami? Tuhan, kami sungguh percaya bahwa Engkau adalah sungguh sang Mesias, Tuhan dan Juruselamat kami. Ampunilah kami yang terkadang kurang percaya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Keb 2:1a,12-22), bacalah tulisan yang berjudul “BERBEDA DENGAN KEBANYAKAN ORANG LAIN” (bacaan tanggal 20-3-15) dalam situs/blog PAX ET  BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-03 PERMENUNGAN ALKIABIAH MARET 2013. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “PEMIKIRAN-PEMIKIRAN ORANG-ORANG JAHAT” (bacaan  tanggal 15-3-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 7:1-2,10,25-30), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “AKU DIUTUS OLEH DIA YANG BENAR YANG TIDAK KAMU KENAL” (bacaan tanggal 23-3-12) dan “ASAL USUL YESUS” (bacaan tanggal  4-4-14), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 16 Maret 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS