SESUNGGUHNYA AKU BERKATA KEPADAMU, SEBELUM ABRAHAM ADA, AKU TELAH ADA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Prapaskah – Kamis, 26 Maret 2015) 

KONFLIK DGN ORANG FARISI DLL. - YESUS MENGECAM - MAT 23Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata para pemuka Yahudi kepada-Nya, “Sekarang kami tahu bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Siapa saja yang menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Apakah Engkau lebih besar daripada bapak kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapa Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan aku menuruti firman-Nya. Abraham bapakmu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Lalu kata para pemuka Yahudi itu kepada-Nya, “Umur-Mu belum lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. (Yoh 8:51-59) 

Bacaan Pertama: Kej 17:3-9, Mazmur Tanggapan: Mzm 105:4-9 

Siapa sih Yesus dari Nazaret ini yang mengklaim bahwa orang-orang yang menuruti sabda-Nya tidak akan mengalami maut (Yoh 8:51)? Ketegangan yang ada antara Yesus dan orang-orang Yahudi semakin meningkat selagi mereka mencoba untuk sungguh mengetahui identitas dan otoritas-Nya sehingga berani-beraninya membuat klaim sedemikian. Yesus memberi perspektif kepada kedua isu tersebut dengan berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada”  (Yoh 8:58). Apakah makna dari frase yang membingungkan dan penuh teka teki ini, dan apakah yang diharapkan oleh Yesus dengan menyatakan hal tersebut.

Di sini, frase “Aku telah ada” merupakan kulminasi dari banyak pernyataan “Aku ada” atau “Aku adalah”, atau “Akulah” yang muncul di sepanjang bacaan Kitab Suci sehubungan Yesus dan keilahian-Nya. Dalam Injil Yohanes, frase ini muncul beberapa kali dan membentuk semacam mosaik yang membentuk identitas Yesus dan otoritas-Nya. “Akulah roti kehidupan”  (Yoh 6:48; 6:51). “Akulah terang dunia” (Yoh 8:12; 9:5). “Akulah pintu bagi domba-domba itu” (Yoh 10:7). “Akulah pintu …” (Yoh 10:9). “Akulah gembala yang baik” (Yoh 10:11). “Akulah kebangkitan dan hidup …” (Yoh 11:25). “Akulah pokok anggur yang benar …” (Yoh 15:1). Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30).

sanhedrin-021Orang-orang Yahudi yang dihadapi Yesus tidak menganggap remeh Kitab Suci. Mereka berupaya dengan serius mengikuti sabda Allah dengan sedetil-detilnya sampai titik-koma dengan tujuan menyenangkan hati Allah sementara mereka menanti-nantikan kedatangan sang Mesias. Lalu, mengapa mereka tidak mengenali siapa Yesus itu? Karena mereka melihat dengan mata manusia dan berpikir dengan intelek manusia, dan hal ini menghalangi kemampuan mereka untuk percaya. Mereka tidak terbuka terhadap koneksi atau relasi antara Yesus dengan Bapa surgawi ketika Dia mengklaim nama ilahi (Kel 3:14) bagi diri-Nya dengan mendeklarasikan “Akulah”. Mereka merasa bahwa Yesus telah menghujat Allah, yang sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Nya Allah (Yoh 10:30-33).

Kita masing-masing harus mempertimbangkan pernyataan Yesus tentang siapa diri-Nya. Suatu pemahaman yang lebih mendalam akan kebenaran Yesus akan kita peroleh selagi kita berdoa bagaimana Dia menyatakan diri-Nya. Titik awal yang baik adalah untuk mempertimbangkan berbagai pernyataan “Akulah …” yang tertera di atas, Marilah kita (anda dan saya) memohon agar Roh Kudus menolong kita untuk memahami secara lebih penuh apa yang dinyatakan oleh Yesus tentang diri-Nya dalam setiap pernyataan-Nya itu.

Saudari dan Saudaraku, dalam suasana doa, pada hari ini marilah kita menyediakan waktu ekstra untuk merenungkan beberapa pernyataan diri Yesus di atas. Berkat doa tentunya kita akan lebih banyak lagi mengenal siapa Yesus itu.

DOA: Roh Kudus Allah, tolonglah aku agar dapat memahami lebih mendalam lagi pernyataan Yesus tentang diri-Nya, ketika Dia berkata tentang diri-Nya “Akulah …” Banyak orang di dunia tidak percaya kepada-Nya. Aku berdoa semoga imanku, kata-kataku, dan hidupku dapat memberi kesaksian tentang kemuliaan-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kej 17:3-9), bacalah tulisan berjudul “PERJANJIAN YHWH DENGAN ABRAHAM” (bacaan tanggal 26-3-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangsangsabda.wordpress.com; kategori: 14-04 BACAAN HARIAN APRIL 2014. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “PERJANJIAN ANTARA ALLAH DAN ABRAHAM” (bacaan tanggal 21-3-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 8:51-59), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “SEBELUM ABRAHAM ADA, AKU TELAH ADA” (bacaan tanggal 29-3-12) dan “PADAHAL KAMU TIDAK MENGENAL DIA” (bacaan tanggal 10-4-14), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 23 Maret 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS