MELAKUKAN KEHENDAK BAPA

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RABU DALAM PEKAN SUCI – 1 April 2015) 

YESUS MEMANGGUL SALIBTuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? (Yes 50:4-9a) 

Mazmur Antar-bacaan: Mzm 69:8-10, 21-22,31,33-34; Bacaan Injil: Mat 26:14-25 

Dalam segala hal yang dikatakan-Nya dan diperbuat-Nya, hasrat mendasar dari Yesus adalah melakukan kehendak Bapa. Semua kata-kata yang diucapkan-Nya dari sebuah hati yang menerima instruksi dari Bapa di surga, sebuah hati yang dilatih dan dibentuk oleh Allah yang telah mengutus-Nya ke tengah dunia guna menyelamatkan kita dari dosa. Pernahkah anda mengalami Yesus yang berbicara kepada hati anda dan anda tetap tak merasa tersentuh, didorong atau dikuatkan? Ini adalah kuat-kuasa dari sabda-Nya, sabda yang memberikan kekuatan bagi yang letih-lesu dan pengharapan bagi yang sedang dilanda ketakutan.

Dalam kehidupan yang bertempo cepat ini, kita dapat merasa sulit untuk mengheningkan diri kita agar dapat mendengarkan suara Yesus yang berbicara dalam hati kita. Yesus ingin membimbing kita, menghibur kita dan memenuhi diri kita dengan hasrat mendalam untuk melayani Dia. Dengan memperkenankan sabda-Nya melakukan penetrasi ke dalam hati kita, maka hidup kita dapat berubah; dan di sisi lain kata-kata yang kita ucapkan dapat menghibur dan mendorong orang-orang lain untuk berpengharapan dalam Allah.

SALIB KRISTUS - 678Karena mengasihi umat manusia, Yesus harus melalui penderitaan sengsara yang sangat kejam. Marilah kita renungkan hal berikut ini: Orang-orang yang menyebabkan kematian Yesus adalah justru mereka yang hendak ditebus oleh Yesus lewat kematian-Nya. Kasihsetia Tuhan sungguh luarbiasa. Bahkan sekarang, di mana Dia sudah ditinggikan di surga, Yesus tetap saja penuh ketetapan hati untuk melakukan apa saja yang diperlukan agar kita dapat mendengar panggilan-Nya. Dia selalu memberi kesempatan kepada kita agar supaya kita menanggapi panggilan-Nya dan menaruh kepercayaan kepada-Nya dengan hidup kita.

Saudari dan Saudara yang terkasih, seringkali hal-hal dari dunia kelihatan sangat berbeda dengan hal-hal dari surga. Yesus, sang hamba Tuhan mengetahui bahwa Dia tidak akan dipermalukan (lihat Yes 50:7), namun demikian Ia diolok-olok, dipukuli, dicambuk, dibuat menjadi bahan tertawaan orang-orang yang melihat-Nya, bahkan pada saat-saat Ia menyerahkan diri-Nya untuk para penganiaya-Nya. Kelemah-lembutan Yesus dan kerendahan-hati-Nya ternyata membawa kemuliaan bagi diri-Nya dan memenangkan bagi kita mahkota kehidupan. Dalam kasih, baiklah sekarang kita membuka hati bagi Yesus dan memperkenankan sabda-Nya untuk mentranformasikan kita.

DOA: Tuhan Yesus, kami lemah, namun Engkau kuat. Kami menempatkan kelemahan-kelemahan kami di hadapan-Mu dan mohon kepada-Mu untuk menggunakan semua itu untuk kemuliaan-Mu. Roh Kudus, datanglah dan penuhilah diri kami dengan kuat-kuasa-Mu sehingga selagi kami semakin kecil, hidup-Mu dalam diri kami akan menjadi semakin besar. Allah Yang Mahakuasa, buatlah kami menjadi bejana-bejana terbuka yang membawa kasih-Mu, kemuliaan-Mu, dan Kerajaan-Mu ke tengah dunia ini. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus untuk selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 26:14-25), bacalah tulisan yang berjudul “BUKAN AKU, YA TUHAN?” (bacaan tanggal 1-4-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04  PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Bacalah juga tulisan-tulisan yang berjudul “BUKAN AKU YA TUHAN ATAU BUKAN AKU YA RABI?” (bacaan tanggal  4-4-12) dan “PENGAJARAN PENTING PADA MALAM PERJAMUAN TERAKHIR” (bacaan tanggal 27-3-13), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 50:4-9a), bacalah tulisan yang berjudul “SEBUAH NYANYIAN HAMBA YHWH” (bacaan tanggal 31-3-10) dalam situs/blog SANG SABDA dan “TIDAK ADA YANG DAPAT MENAHAN YESUS MENUJU SALIB” (bacaan tanggal 16-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 30 Maret 2015 [HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS