ORANG-ORANG YANG DISELAMATKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah, Senin 13 April 2015) 

Henry_Ossawa_Tanner_-_Jesus_and_nicodemus (1)

Ada seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata, “Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya, “Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan secara jasmani bersifat jasmani dan apa yang dilahirkan dari Roh bersifat rohani. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh. (Yoh 3:1-8) 

Bacaan Pertama: Kis 4:23-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:1-9 

“Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”  (Yoh 3:5).

Baptisan adalah pintu masuk kita ke dalam kehidupan yang tak pernah akan berakhir, karena lewat pembaptisan kita menggabungkan diri dengan karya penebusan Yesus Kristus. Kita lahir sebagai anggota umat manusia, artinya kita mewarisi berkat-berkat umat manusia dan juga kutukan-kutukan atasnya, yang baik dan yang jahat. Kita mewarisi kesempatan mulia umat manusia untuk menemukan keselamatan dari segala keburukan.

Kristus-lah yang mengalahkan kuasa Iblis atas umat manusia. Dalam Salib Kristus yang  menyelamatkan, dosa menjadi mati dan hidup baru rahmat dilahirkan. Kristus membangun jembatan baru ke hidup kekal. Agar dapat ikut ambil bagian dalam kemenangan-Nya, kita bergabung dengan Dia pada jalan melalui kematian kepada kehidupan dalam sakramen Baptis.

Yesus mengambil kelemahan-kelemahan kita dan membakar semua itu dalam kasih-Nya yang mendalam. Oleh dedikasi-Nya yang mutlak kepada kehendak Bapa, maka yang telah patah disembuhkan. Ia bangkit, ciptaan baru, kepala dari semua umat  manusia yang diperbaharui dan ditebus.

Lewat pembaptisan kita mulai ikut ambil bagian secara aktif dalam karya penebusan Yesus sendiri. Kita harus melanjutkan pengalaman besar menempuh jalan melalui kematian kepada kehidupan, dalam hidup kita, hari demi hari. Kita harus terus mati terhadap segala keburukan dalam diri kita yang lama, dan selalu mengenakan manusia baru, yang bangkit dan dikuduskan oleh karya Kristus dalam diri kita.

Dalam Yesus Kristus, Allah telah memanggil kita ke dalam kemuliaan yang baru. Apakah kita menanggapi panggilan Allah ini dengan sikap dan tindakan yang positif? Apakah kita hidup seperti layaknya orang-orang yang diselamatkan dari kegelapan dosa dan secara aktif ikut ambil bagian dalam hidup baru yang dianugerahkan Allah kepada kita? Kalau kita hidup seperti itu, maka perbedaannya akan segera kelihatan, karena kita bukan lagi manusia yang lama.

DOA: Bapa surgawi, kami dibaptis bersama Kristus dan kedosaan kami pun diakhiri. Kami dikubur bersama Kristus, dan sekarang bersama Dia pula kami bangkit. Karena kasih-Mu yang tak terhingga saja kepada kami, Engkau mengutus Dia untuk menyelamatkan kami.  Terpujilah Allah selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama (Kis 4:23-31), bacalah tulisan dengan judul “DOA PARA MURID YESUS KETIKA MENGHADAPI KESULITAN” (bacaan tanggal 13-4-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Cilandak, 8 April 2015 [HARI RABU DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS