KENAIKAN TUHAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN – Kamis, 14 Mei 2015)

 www-St-Takla-org___Jesus-Ascention-07

Lalu Ia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam  bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka; merek akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Mrk 16:15-20) 

Bacaan Pertama: Kis 1:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,6-9; Bacaan Kedua: Ef 4:1-13 

Catatan awal: Uraian berikut adalah terjemahan bebas dari khotbah Santo Augustinus dari Hippo [354-430]. 

Pada hari ini Tuhan kita Yesus Kristus naik ke surga; maka biarlah hati kita naik bersama dengan Dia. Dengarkanlah sang Rasul: “… apabila kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol 3:1-2). Yesus selalu berada bersama kita walaupun setelah kenaikan-Nya ke surga (catatan: lewat kehadiran Roh Kudus-Nya), dengan demikian kita pun dapat dikatakan sudah di surga bersama dengan-Nya, walaupun yang telah dijanjikan kepada kita belum dipenuhi dalam tubuh kita.

Mengapa kita di atas bumi tidak berjuang untuk menemukan tempat peristirahatan bersama Dia bahkan sekarang juga, melalui iman, pengharapan, dan kasih yang mempersatukan kita dengan diri-Nya? Sementara di surga Dia berada bersama kita; dan sementara di atas bumi kita juga berada bersama dengan Dia. Yesus tidak meninggalkan surga manakala Dia turun untuk berada bersama dengan kita; Dia juga tidak meninggalkan kita ketika Dia naik lagi ke surga. Fakta bahwa Dia ada di surga walaupun ketika Dia berada di atas bumi telah dikatakan-Nya sendiri kepada Nikodemus: “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia” (Yoh 3:13).

Kristus adalah Kepala kita, dan kita adalah tubuh-Nya. Tidak ada seorang pun telah naik ke surga kecuali Kristus karena kita juga adalah Kristus: Ia adalah Anak Manusia oleh persatuan-Nya dengan kita, dan oleh/melalui persatuan kita dengan-Nya kita adalah anak-anak Allah. Jadi, sang Rasul berkata: “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus” (1Kor 12:12). Ia juga mempunyai banyak anggota, walaupun satu tubuh.

Karena bela rasa-Nya bagi kita, Dia turun dari surga, dan walaupun Ia naik ke surga sendiri, kita juga naik, karena kita ada dalam Dia oleh rahmat. Jadi, tidak ada siapa pun kecuali Kristus yang turun dari surga dan tidak ada seorang pun yang kecuali Kristus yang naik ke surga. Hal ini bukan dikarenakan bahwa tidak ada perbedaan antara kepala dan tubuh, tetapi karena tubuh sebagai suatu kesatuan tidak dapat dipisahkan dari kepala.

DOA: Tuhan Yesus, kami bergembira dalam kesatuan dan persatuan intim dengan Engkau. Engkau telah membuka pintu-pintu surga, dan kami bergembira bahwa sekarang kami duduk bersama dengan Engkau – dan dalam Engkau – di sebelah kanan Bapa surgawi. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Ef 1:17-23), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH TELAH NAIK DENGAN DIIRINGI SORAK-SORAI” (bacaan tanggal 14-5-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2015. 

Cilandak, 12 Mei 2015 [Peringatan S. Leopoldus Mandic, Imam Kapusin] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS