KEMULIAAN KEPADA ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS – Minggu, 31 Mei 2015)

Holy-Trinity-Peredea

Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” (Mat 28:16-20) 

Bacaan Pertama: Ul 4:32-34,39-40; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:4-6,9,18-20,22; Bacaan Kedua: Rm 8:14-17

Yang berikut ini adalah lelucon dari Filipina. Ada seorang perempuan datang ke gereja dengan membawa cukup banyak buku-buku kecil berbagai novena dan hal tersebut terlihat oleh pastor paroki. Sang pastor kemudian bertanya kepada perempuan itu: “Orang kudus mana yang menjadi favorit ibu?” Perempuan itu menjawab: “Tentu saja Santa Perawan Maria yang paling kusukai! Namun aku juga suka pada saudara perempuannya!” Pastor menjadi agak terkejut dan bertanya lagi: “Siapa sih saudara perempuan dari Ibu Maria?” Perempuan itu menjawab: “Tentu saja Santa Trinitas!”

Cerita ini sedikit banyak menggambarkan tidak memadainya dan tidak akuratnya ide-ide banyak orang tentang Tritunggal Mahakudus. Memang kita harus mengakui bahwa doktrin Tritunggal Mahakudus barangkali adalah yang paling sulit untuk dipahami apabila dibandingkan dengan doktrin-doktrin Gereja lainnya. Walaupun katakanlah seseorang sangat cerdas, ia tidak akan sampai memahami doktrin tersebut sampai ke akar-akarnya. Alasannya sangat sederhana: karena pikiran orang itu tidak akan sedalam dan seluas pikiran Allah.

828augustine43Ada cerita mengenai bagaimana Santo Augustinus dari Hippo [354-430] ketika dia menggumuli misteri Tritunggal Mahakudus. Dengan kepalanya yang sudah penuh dengan berbagai pemikiran tentang Tritunggal Mahakudus, Augustinus berjalan di pantai dan bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sedang menyendok-nyendok air laut dan menuangkannya ke dalam sebuah lubang kecil di pantai.

Augustinus bertanya kepada anak tersebut apakah sebenarnya yang sedang dilakukannya. Jawab anak itu: “Saya sedang mengosongkan laut dengan memasukkan air laut ke dalam lubang ini.” Jawaban anak itu membuat Augustinus tertawa terbahak-bahak, dan berkata, “Memindahkan lautan yang luas ke dalam sebuah lubang sekecil itu; tidak pernah dapat kamu lakukan!” Jawab anak itu: “Itu lebih mudah dilakukan daripada engkau dengan segala intelegensia yang kaumiliki mencoba untuk memahami misteri Tritunggal Mahakudus!” Setelah mengatakan hal itu, anak itu lenyap tanpa bekas. Ternyata anak itu adalah “seorang” malaikat.

Apabila kita berbicara mengenai misteri, hal ini tidak berarti bahwa kita samasekali tidak mengetahui tentang sesuatu, melainkan kita tidak mengetahui segalanya tentang sesuatu itu. Allah bukanlah secara lengkap dan sepenuhnya berada di luar pemahaman kita. Allah mengkomunikasikan diri-Nya dan keluarga/komunitas Tritunggal kepada umat manusia dalam sebuah bahasa yang dapat dirasakan, disentuh, didengar, dan mudah dipahami. Dia berkomunikasi dengan kita melalui suatu bentuk yang manusiawi – Yesus Kristus.

Melalui Yesus Kristus, Allah juga menyataan atribut utama-Nya, yaitu kasih. “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal”  (Yoh 3:16). Kasih adalah ikatan yang mempersatukan Allah: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Jadi bagi kita, semakin sering kita mempraktekkan kasih ini, maka kita pun semakin mencerminkan Tritunggal, bukan sebagai sesuatu misteri yang tidak bisa dipahami, melainkan sebagai realitas yang hidup penuh semangat.

Pengungkapan kasih tidak hanya berarti memberi sedekah. Menyapa “Selamat pagi Ibu” kepada Ibu penjual sayur yang sedang menyiapkan barang dagangannya di pagi hari ketika kita berjalan pagi dan melewati tempatnya berjualan di dekat persimpangan jalan, juga merupakan ungkapan kasih. Demikian pula mendengarkan dengan penuh simpatik seorang rekan kerja yang sedang menghadapi masalah keluarga, memberi pujian dengan tulus kepada seorang pekerja yang berprestasi dlsb. Ingatkah anda sekarang akan cerita tentang penulis Rusia, Leo Tolstoy [1828-1910]? Pada suatu hari dia melewati seorang pengemis di sudut jalan dan pengemis itu menyodorkan tangannya meminta uang. Tolstoy berhenti dan merogoh sakunya, tetapi tidak ada satu pun uang logam dalam sakunya itu. Dengan rasa sedih yang tulus, Tolstoy berkata: “Jangan marah kepadaku, ya Saudaraku. Aku tidak punya apa-apa lagi.” Namun wajah si pengemis penuh kecerahan ketika dia menjawab: “Tetapi engkau memanggilku Saudara – itu sudah cukup bagiku.”

Tindakan-tindakan kebaikan sedemikian menunjukkan bahwa Allah senantiasa aktif dengan kasih-Nya. Hal-hal tersebut juga membuktikan bahwa memahami misteri Tritunggal Mahakudus sesungguhnya masih dimungkinkan ketimbang kalau kita mencoba mengosongkan lautan dan memasukkan semua air laut ke dalam lubang yang kecil.

DOA: Allah Yang Mahakuasa, kekal, adil dan berbelaskasihan, perkenankanlah kami yang malang ini, demi Engkau sendiri, melakukan apa yang setahu kami Engkau kehendaki, dan selalu menghendaki apa yang berkenan kepada-Mu, agar setelah batin kami dimurnikan dan diterangi serta dikobarkan oleh api Roh Kudus, kami mampu mengikuti jejak Putera-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, dan berkat rahmat-Mu semata-mata sampai kepada-Mu, Yang Mahatinggi, Engkau yang dalam tritunggal yang sempurna dan dalam keesaan yang sederhana, hidup dan memerintah serta dimuliakan, Allah Yang Mahakuasa sepanjang segala masa. Amin. (S. Fransiskus dr Assisi; SurOr 50-52)

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 28:16-20), bacalah tulisan yang berjudul “KEMULIAAN KEPADA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS” (bacaan tanggal 31-5-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatan seorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITAABIAH MEI 2015. 

Cilandak, 28 Mei 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements