TOBIA MENIKAHI SARA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IX – Kamis, 4 Juni 2015)

 146- Tb 8 Tobias’ and Sarah’s Prayer_TIF

Mereka memasuki negeri Media dan sudah sampai di dekat kota Ekbatana. Lalu berkatalah Rafael kepada pemuda Tobia: “Hai Saudara Tobia!” Sahutnya: “Ada apa?” Rafael menyambung pula: “Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu dan mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sara.”

Ketika mereka tiba di kota Ekbatana berkatalah Tobia kepada temannya: “Saudara Azarya, antarkanlah  aku langsung ke rumah Raguel saudara kami.” Iapun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel. Raguel didapati mereka duduk pada pintu pelataran rumahnya. Mereka memberikan salam dahulu kepadanya dan dibalas oleh Raguel. Katanya: “Banyak-banyak salam, saudara-saudara.. Selamat datang!” Mereka dipersilahkannya masuk ke rumah.

Maka melonjaklah Raguel. Ia memeluk Tobia sambil menangis lalu berkata: “Tuhan memberkati engkau, nak!” Engkau adalah anak orang yang mulia dan baik! Alangkah celakanya orang yang benar dan penderma itu menjadi buta!” Ia mendekap Tobia, saudaranya, sambil menangis.

Kemudian Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya dan disambutnyalah mereka dengan ramah.

Setelah mereka mencuci dan membasuh diri dan sudah duduk makan maka berkatalah Tobia kepada Rafael: “Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel, supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku.” Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu: “Makan dan minumlah dan bersenang-senanglah malam ini. Memang, saudara, tiada seorangpun lebih berhak mengambil Sara, anakku, sebagai isterinya dari padamu. Karena itupun aku tidak berwenang lagi memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu. Sebab engkaulah yang paling karib. Tetapi, anakku, aku mesti memberitahukan kebenaran! Sudah kuberikan Sara kepada tujuh laki-laki dari antara saudara kita, tetapi pada malam ia mereka hampiri matilah mereka semua. Maka, anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja. Tuhan akan mengambil tindakan bagimu.” Tetapi sahut Tobia: “Aku tidak akan makan atau minum apa-apa, sampai engkau mengambil keputusan tentang diriku.” Menjawablah Raguel: “Baiklah! Ia diberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan Kitab Musa. Dari Sorga sudah diputuskan, bahwa ia harus diberikan kepadamu. Maka hendaklah menerima saudarimu ini. Mulai sekarang ini engkau menjadi saudaranya dan iapun menjadi saudarimu pula. Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya. Dan, anakku, semoga kamu pada malam ini juga dianugerahi oleh Tuhan semesta langit. Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas diri kamu.” Lalu Raguel memanggil Sara anaknya dan iapun datang kepadanya pula. Tangan Sara dipegang oleh Raguel dan Tobia. Dalam pada itu berkatalah Raguel: “Sungguh, sesuai dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu dan seturut ketetapan yang tersurat dalam Kitab Musa kuberikan kepadamu menjadi isterimu. Ambillah dia dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat. Moga-moga Yang Berkuasa di Sorga menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua.”

Selesai makan minum mereka mau pergi  tidur semua. Pemuda itu diantar ke luar untuk masuk ke kamar tersebut.

Maka bangunlah Sara dan mereka berdua mulai berdoa dan mohon, supaya mereka mendapat perlindungan. Mereka angkat doa sebagai berikut: “Terpujilah Engkau, ya Allah nenek moyang kami, dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad. Hendaknya sekalian langit memuji Engkau dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya. Engkaulah yang telah menjadikan Adam dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya sebagai pembantu serta penopang; dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya. Engkaupun bersabda pula: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, mari Kita menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia. Bukan karena nafsu berahi sekarang kuambil saudariku ini, melainkan dengan hati benar. Sudilah kiranya mengasihani aku ini dan dia dan membuat kami menjadi tua bersama.” Serentak berkatalah mereka: “Amin! Amin!” Kemudian mereka tidur semalam-malaman. (Tb 6:10-11;7:1,6,8-13;8:1,5-9a) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-5; Bacaan Injil: Mrk 12:28b-34

Doa Tobia bersama Sara menggambarkan sebuah pengungkapan yang indah dari hidup perkawinan dan betapa diberkati oleh-Nya mereka yang murni dalam Roh. Seperti dikatakan dalam Kitab Suci: “Tali tiga lembar tak mudah diputuskan”  (Pkh 4:12). Tidak ada kuasa kejahatan atau roh jahat dapat bertahan menghadapi pasutri yang mendasarkan perkawinan mereka pada kasih Allah dan ketaatan pada kehendak-Nya.

Dalam kasih-Nya kepada Allah, Tobia mempercayakan hidup-Nya dan perkawinannya dengan Sara ke tangan-tangan Dia yang diketahuinya akan memperhatikan dan menjaga dirinya dan keluarganya. Tobia tidak memikirkan kesenangan atau kenikmatan diri sendiri. Pada malam perkawinannya, hal pertama yang dimintanya kepada Sara adalah untuk berdoa bersama kepada Allah agar memperoleh belas kasih dan rahmat-Nya. Mereka ingin menghayati sebuah hidup perkawinan yang sungguh menyenangkan hati Allah. Sebagai akibatnya, Allah melindungi mereka dari bahaya. “Nasib” Tobia tidak sama dengan tujuh orang pendahulunya.

Kepada semua pasutri yang memutuskan untuk menempatkan Allah sebagai yang pertama dan utama dalam hidup mereka – sudah berapa lama pun mereka telah menikah – Yesus menjawab, “Kamu tidak jauh dari Kerajaan Alah.” Tidak ada suara oposisi yang akan tegak berdiri antara mereka dan Allah. Kesulitan hidup memang akan datang dan pergi. Bahkan dosa-dosa yang satu terhadap yang lain akan datang dan pergi. Namun perjanjian Allah – fondasi dari perjanjian perkawinan – ditulis dalam darah Kristus yang kekal-abadi. Tidak ada apa dan/atau siapa pun yang dapat mengalahkannya. Sementara si Jahat akan mencoba mengubur kita dengan rasa bersalah pada saat kita jatuh ke dalam dosa, atau kemarahan ketika pasangan kita bersalah, kita harus senantiasa mengingat bahwa Allah memerintahkan kepada kita – dan memberdayakan kita – untuk mengasihi dan mengampuni.

Apabila anda berstatus menikah, mintalah kepada pasangan hidupmu agar berdoa bersama untuk memperoleh hati yang murni. Kita dapat membaca Kitab Suci bersama. Kita menghadiri perayaan Ekaristi bersama. Dalam keadaan menikah atau tidak/belum menikah, pasti dalam hidup ini kita akan mengalami pergumulan dan kesulitan-kesulitan. Inilah saat-saat dimana kita harus menghadap Allah sebagaimana dilakukan oleh Tobia dan Sara. Kita serahkan hidup kita kepada Allah. Marilah kita mencurahkan isi hati kita kepada-Nya. Kita syeringkan dengan Dia segala kemarahan dan kesedihan kita yang mendalam, segala pengharapan, kekhawatiran dan rasa takut kita. Kita harus yakin bahwa Bapa surgawi akan mendengarkan doa-doa kita dan Ia pun dengan senang hati akan memberkati kita semua dengan penghiburan Roh Kudus-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Allah Yang Mahakasih, terpujilah nama-Mu selalu. Dalam iman, aku mempersembahkan semua keluarga ke dalam perlindungan-Mu. Engkau adalah Allah Perjanjian, Allah Yang Mahalain. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 11:13-17), bacalah tulisan yang berjudul “KITA AKAN DIHAKIMI KELAK ATAS DASAR KASIH KITA”  (bacaan tanggal 4-6-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2015. 

Cilandak, 1 Juni 2015 [Peringatan S. Yustinus, Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS