LAKUKANLAH YANG BAIK

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IX – Sabtu, 6 Juni 2015)

Hari Sabtu Imam

 Pieter_Lastman_The_Angel_Raphael_Takes_Leave_of_Old_Tobit_b

Setelah perayaan nikah itu selesai maka Tobit memanggil anaknya Tobia. Berkatalah ia kepadanya: “Nak, ingatlah memberikan upahnya kepada orang yang telah menyertai engkau. Dan ingatlah menambah upahnya juga.”

Maka ia dipanggil dan Tobit berkata kepadanya: “Ambillah sebagai upahmu separuh dari segala sesuatunya yang kaubawa waktu datang, lalu engkau boleh pergi dengan selamat.”

Tetapi Rafael memanggil kedua orang itu sendiri-sendiri lalu berkata kepada mereka: “Pujilah Allah dan muliakanlah Dia di depan mata semua orang yang hidup karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepada kamu. Pujilah nama-Nya dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya. Wartakanlah kepada segala manusia perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya. Jangan berayal memuliakan Dia. Memang baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan dan dimuliakan. Lakukanlah yang baik, niscaya malapetaka tidak akan menimpa kamu.

Lebih baiklah doa benar dan sedekah jujur dari pada kekayaan yang lalim. Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang melakukan sedekah akan menjadi puas dengan umurnya. Sebaliknya, orang yang berbuat dosa dan lalim menjadi seteru hidupnya sendiri.

Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepada kamu dan tidak kusembunyikan apa-apa terhadap kamu. Sudah kutandaskan kepadamu: Baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan. Makanya, ketika engkau dan Sara berdoa maka ingatan akan doamu itu kusampaikan ke hadapan kemuliaan Tuhan. Dan demikianpun waktu engkau menguburkan orang-orang mati. Ketika engkau tidak ayal-ayalan dan bangkit serta meninggalkan makananmu untuk pergi mengapani mayat itu, maka aku diutus untuk mencobai engkau. Lagipula aku diutus oleh Allah untuk menyembuhkan baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu. Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia.”

Oleh sebab itu, pujilah Tuhan di atas bumi dan muliakanlah Allah! Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku. Tuliskanlah semuanya yang telah terjadi pada kamu.” Maka iapun naik juga. (Tob 12:1,5-15,20) 

Mazmur Tanggapan: Tob 13:2,6-8; Bacaan Injil: Mrk 12:38-44

Mempraktekkan iman-kepercayaan kita sungguh memberikan tantangan yang sama sekali tidak ringan. Pemberian sedekah tentu merupakan sebuah cara yang efektif untuk menunjukkan buah dari anugerah Allah yang bekerja dalam diri kita. Akan tetapi, pemberian sedekah tidaklah terbatas pada pemberian bantuan berupa uang. Waktu kita dan kemampuan kita adalah dua kekayaan yang dengan mudah dapat luput selagi kita mempertimbangkan apa yang dapat kita berikan kepada orang lain yang membutuhkan. Sementara dalam masyarakat modern – khususnya di kota-kota besar – mudah bagi kita memusatkan perhatian kita pada uang saja sebagai pemberian yang dapat berikan kembali kepada Allah, maka kita tidak pernah boleh melupakan contoh-contoh yang telah diberikan banyak orang kudus yang melayani Tuhan dengan begitu banyak cara yang berbeda satu sama lain. Kita tidak pernah boleh berpikir bahwa satu-satunya pemberian berharga yang dapat kita berikan kepada Allah adalah uang yang kita miliki. Allah dapat melakukan begitu banyak hal dengan hati kita yang terbuka dan berkehendak baik.

teresa-webBarangkali kepada kita diberikan karunia untuk mengajar, karunia untuk melakukan evangelisasi, karunia untuk melayani orang-orang miskin dengan membuka dapur umum, menyediakan rumah singgah atau rumah penginapan sementara guna menampung mereka yang berada dalam kesusahan dan tidak memiliki tempat berteduh. Barangkali Tuhan memanggil kita untuk melayani sebagai pemimpin di salah satu bidang/gerakan/komunitas tertentu. Anugerah yang kita miliki mungkin dalam hal menyanyikan lagu-lagu pujian, mungkin untuk bernubuat, atau untuk melayani orang-orang sakit dan menyembuhkan mereka. Apa pun kasusnya, kita masing-masing harus terbuka untuk melayani Allah seturut kehendak-Nya, tanpa membatasi apa yang Dia ingin lakukan melalui diri kita.

Allah mengetahui segenap pikiran kita dan Ia mampu melihat ke bagian hati kita yang terdalam. Allah mengetahui di mana kita lemah dan di mana kita kuat. Kita harus menyambut Dia ke dalam hati kita sehingga dengan demikian Ia dapat menyatakan diri-Nya kepada kita apa saja dalam diri kita yang harus diperbaiki. Kita harus terbuka terhadap kepemimpinan-Nya dan bimbingan-Nya selagi Dia menunjukkan kepada kita cara-cara baru untuk melayani diri-Nya. Tidak selalu terasa nyaman atau mudah untuk mengalami tempaan-Nya, namun adalah sesuatu yang bersifat hakiki apabila kita menerima segala karunia-Nya secara lebih penuh, yang Ia inginkan agar kita syeringkan dengan orang-orang lain.

Selagi kita pergi menghadap Tuhan untuk mencari area-area mana dari diri kita yang ingin diubah-Nya, baiklah kita pergi dengan sukacita dan bukan dengan rasa putus asa. Santo Paulus menulis, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1Kor 10:13).

Allah mengenal kita dengan baik dan Ia hanya menginginkan yang terbaik bagi kita, maka tidak mengherankanlah apabila Dia ingin kita mengoptimalkan berbagai karunia dan talenta kita dan menguji kasih kita. Hasil akhirnya akan merupakan  terang Kristus yang menyala lebih terang benderang dalam diri kita selagi Roh Kudus terus memberkati kesetiaan kita.

DOA: Roh Kudus Allah, tariklah diriku lebih dalam lagi ke dalam tangan-tangan kasih Bapa surgawi dan tunjukkanlah kepadaku rencana-Nya bagi hidupku. Nyatakanlah kepadaku area-area dalam diriku yang ingin diubah-Nya. Tolonglah aku agar memahami langkah-langkah yang harus kuambil dengan setia dan penuh hormat dalam melayani-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 12:38-44), bacalah tulisan yang berjudul “KEMURAHAN HATI SANG JANDA MISKIN (bacaan tanggal 6-6-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2015. 

Cilandak, 3 Juni 2015 [Peringatan S. Karolus Lwanga dkk.-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS