SETIA DALAM HAL-HAL BAIK WALAUPUN KECIL

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Jumat, 26 Juni 2015) 

pppas0118 JESUS HEALS THE LEPERSetelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Seorang yang sakit kusta datang kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu dan berkata, “Aku mau, jadilah tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya, “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Mat 8:1-4) 

Bacaan Pertama: Kej 17:1,9-10,15-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-5 

Perhatikanlah bahwa orang kusta dalam bacaan Injil di atas mendatangi Yesus untuk disembuhkan dan dia sujud menyembah Dia. Hal ini barangkali merupakan suatu tindakan pemberian hormat yang biasa saja dalam menghadapi seorang rabi, namun Yesus membalasnya dengan tindakan kebaikan yang jauh lebih besar berupa penyembuhan total orang kusta itu.

Demikian pula banyak karunia/anugerah Allah bagi kita tergantung pada apa yang kita berikan kepada Allah. Namun untuk tindakan atau upaya yang sekecil apa pun, Kristus membalas dengan berkat atau anugerah yang jauh lebih besar/berharga. Yesus bersabda: “Siapa saja yang memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya” (Mrk 9:41; bdk. Mat 10:42).

Bagaimana halnya dengan kita (anda dan saya)? Apakah hal-hal kecil, tanda-tanda kasih yang kecil dari pihak kita yang membuat kita menerima ganjaran besar dari Kristus? Misalnya, doa pagi yang relatif pendek; yang membutuhkan waktu  dan upaya hanya beberapa menit, namun membuat keseluruhan hari kita menjadi berarti.

Terkait dengan doa adalah pembacaan dan permenungan sabda Allah dalam Kitab Suci yang juga dapat dilakukan dalam waktu beberapa menit. Kita akan terkejut bagaimana Allah membalas tindakan kita tersebut secara berlimpah. Kata-kata yang mengandung pesan kebaikan, suatu tindakan kebaikan, juga merupakan suatu titik kebenaran yang kita taruh dalam tangan-tangan Allah yang penuh kasih. Allah memang menginginkan hal seperti itu dari diri kita untuk membuktikan kemurahan-hati kita sebelum Ia membalas kebaikan hati kita itu “seratus” kali lipat.

Sebagai ganjaran, Yesus menjanjikan tidak kurang dari Kerajaan Surga: “Mari, kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku”  (Mat 25:34-36). Bayangkan! Kita akan memperoleh ganjaran surga karena kita mengunjungi seseorang yang sedang sakit, karena memberikan makanan-minuman ala kadarnya kepada orang yang lapar dan haus.

Orang kusta dalam bacaan Injil hari ini memberikan kepada Kristus sebuah perhatian istimewa yang kelihatan biasa-biasa saja (sujud menyembah Dia). Lihatlah apa yang diterimanya dari Kristus sebagai balasan atas tindakannya. Apa yang kita berikan kepada Allah: apakah sebuah doa pendek sederhana (tentunya tidak hebat-hebat amat, namun keluar dari hati terdalam), membaca dan merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci, kunjungan kepada orang sakit, kata-kata penuh kebaikan yang kita ucapkan, dlsb.? Berdasarkan semua itu bergantung kemurahan hati Allah bagi kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau Mahakuasa namun senantiasa berbelas-kasih kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan-Mu. Biarlah Roh Kudus-Mu membentuk diriku menjadi seorang murid-Mu yang baik, yang setia dalam hal-hal baik walaupun kecil. Dengan demikian aku dapat memperoleh ganjaran yang jauh lebih besar dari-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Pertama hari ini (Kej 17:1,9-10,15-22), bacalah tulisan yang berjudul “KEMAMPUAN ALLAH UNTUK MEMENUHI JANJI-NYA” (bacaan tanggal 26-6-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2015. 

Cilandak, 21 Juni 2015 [HARI MINGGU BIASA XII] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS