YESUS SUNGGUH INGIN MEMBEBAS-MERDEKAKAN KITA

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIII – Rabu, 1 Juli 2015) 

Ketika Yesus tiba di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang GADARA - 1kerasukan setan menemui-Nya. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu banyak sekali babi sedang mencari makan. Lalu setan-setan itu meminta kepada-Nya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Seluruh kawanan babi itu pun terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati di dalam air. Lalu larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Seluruh kota itu keluar mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. (Mat 8:28-34) 

Bacaan Pertama: Kej 21:5,8-20; Mazmur Tanggapan: Mzm  34:7-8,10-13 

Yesus baru saja meredakan angin ribut di Danau Galilea dan sekarang datang ke daerah orang Gadara yang terletak di bagian seberang danau itu. Setelah menunjukkan kuat-kuasa-Nya atas sakit-penyakit dan atas alam, maka sekarang Ia menunjukkan bahwa kuat-kuasa-Nya lengkaplah sudah. Yesus dapat mengalahkan bahwa hal-hal yang paling jahat dalam kehidupan ini.

Dua orang yang ke luar dari pekuburan digambaran sebagai orang-orang yang sangat berbahaya karena kerasukan roh-roh jahat, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Namun kuasa Yesus langsung dirasakan oleh roh-roh jahat tersebut. Mereka minta kepada Yesus untuk dipindahkan ke dalam kawanan babi. Permintaan itu cocok juga, karena babi-babi dinilai sebagai hewan-hewan yang sangat jorok dan kotor. Ekspektasi kita adalah bahwa bahwa roh-roh jahat berkaitan dengan segala sesuatu yang tidak bersih, yang kotor, yang tidak murni.

gadarene-swine2Yesus hanya perlu mengucapkan sepatah kata: “Pergilah!”. Pengusiran roh-roh jahat oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat memperoleh perlindungan Yesus dari kejahatan, jika kita mengingininya. Terlebih lagi, bacaan Injil hari ini mengatakan kepada kita bahwa Yesus juga ingin untuk membebas-merdekakan kita dari rasa takut akan roh-roh jahat dengan menunjukkan kepada kita bahwa mereka tidak memiliki kuasa yang riil. Sepatah kata saja telah membuat mereka diusir pergi. Kita dapat mengusir dan mengalahkan roh-roh jahat dengan menyebut nama Yesus. Mengapa? Karena ada kuasa dalam nama Yesus itu!

Satu hal menarik dari bacaan Injil hari ini adalah kenyataan bahwa justru penduduk Gadara tidak terkesan dengan apa yang mereka dengar dan/atau lihat terkait peristiwa ini. Ini adalah sebuah contoh tentang mukjizat yang gagal untuk menginspirasi iman-kepercayaan. Injil secara sederhana menyebutkan fakta ini tanpa tambahan komentar apa pun. Orang-orang Gadara tidak percaya, mereka hanya merasa takut.

Nah, sekarang bagaimana dengan kita? Bukankah benar bahwa seringkali dalam hidup kita tangan-tangan Allah bekerja, namun tanpa ada penjelasan lain? Allah menunjukkan kepada kita kuasa-Nya dan kasih-Nya. Apakah kita terkesan? Apakah mukjizat yang dibuat-Nya menguatkan iman-kepercayaan kita, kasih kita, kepercayaan kita dalam Tuhan? Atau, apakah kita tetap menanggapinya dengan sikap dingin? Atau suam-suam kuku?

DOA: Ya Allah, dengarlah suaraku pada waktu aku mengaduh, jagalah nyawaku terhadap musuh yang dahsyat (Mzm 64:2). Terpujilah Allah, selama-lamanya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:28-34), bacalah tulisan yang berjudul “PERGILAH! [2]” (bacaan tanggal 1-7-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2014. 

Cilandak, 26 Juni 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS