KITA HARUS MEMILIKI EKSPEKTASI ADANYA PENOLAKAN TERHADAP KARYA KERASULAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Kamis, 9 Juli 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Antonius Fantosat, Gregorius Grassi, S. Hermina, S. Augustinus Zhao Rong dkk., Martir-martir Tiongkok

Khusus FMM: Pesta S. Hermina, S. Augustinus Zhao Rong dkk., Martir-martir Tiongkok 

KONFLIK DGN ORANG FARISI DLL. - YESUS MENGECAM - MAT 23Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.” (Mat 10:7-15) 

Bacaan Pertama: Kej 44:18-21,23b-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:16-21 

Jelas dari kata-kata Yesus dalam bacaan Injil di atas bahwa para rasul harus memiliki suatu sikap ketergantungan penuh pada Allah dan kebaikan-Nya serta kemurahan-hati-Nya. Sikap sedemikian mengakui Allah sebagai “seorang” Bapa yang mengasihi, dan dengan setia menyediakan segala sesuatu yang diperlukan umat-Nya dan Ia tidak akan meninggalkan mereka. Allah yang begitu mengasihi anak-anak-Nya akan menopang kehidupan kita juga. Nah, sekarang marilah kita memusatkan perhatian pada salah satu ajaran-Nya seperti diungkapkan di bawah ini.

Yesus mengajar para rasul yang akan diutus, “Apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu” (Mat 10:14).  Yesus mengingatkan para murid dan kita juga untuk senantiasa mempunyai ekspektasi akan adanya penolakan dalam upaya kita mewartakan Kabar Baik-Nya. Seperti kita sudah ketahui, kadang-kadang penolakan tersebut dapat mengambil bentuk kekerasan. Sebuah contoh dari sejarah Gereja dalam hal kekerasan ini dapat ditemukan dalam catatan harian Santo Atanasios Agung, Uskup Agung Alexandria, Mesir.

Pada suatu hari Sabtu malam Atanasios dan umatnya sedang melakukan kebaktian vigilia di katedralnya. Mendekati tengah malam terdengar suara penuh gaduh di luar pintu-pintu gereja. Ternyata yang ribut-ribut itu adalah kaum bid’ah Arianisme. Mereka telah mengepung gereja dari segala penjuru dan siap untuk menyerang umat Katolik di dalam gereja dan menangkap Atanasios.

Selagi para penyerang mulai merusak pintu katedral, Atanasios mendaraskan Mazmur yang indah (Mzm 136), “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Umat menanggapi dengan seruan: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” Atanasios menyambung lagi dengan ayat berikutnya: “Bersyukurlah kepada Allah segala allah! dan umat menyerukan dengan suara keras tanggapan yang sama: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” dst. Para penyerbu tidak peduli dengan segala “ramai-ramai” itu, mereka langsung menuju altar di mana Atanasios berdiri memimpin pendarasan mazmur. Di tengah gereja umat mengelilingi para bid’ah Arianisme dan kegaduhan penuh kekerasan pun mulai terjadi. Atanasios terkena pukulan dan dia sempat diselamatkan oleh umat sementara “pertempuran” masih berlangsung.

Penyelamatan Atanasios tersebut diikuti dengan persembunyiannya selama beberapa bulan. Setelah itu Atanasios – pembela ajaran yang benar – kembali ke keuskupannya guna memimpin umatnya menuju kedamaian yang final. Dalam khotbah-khotbahnya, orang kudus ini terus menekankan keilahian Kristus, dan penolakan doktrin ini oleh para anggota bid’ah Arianisme berakibat pada perseteruan di bidang politik. Dalam hal ini Atanasios patuh pada nasihat Yesus, “Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain” (Mat 10:23).

Atanasios Agung [296-373] yang dilahirkan di Alexandria (Mesir) ini merupakan salah seorang dari empat pujangga besar Gereja Timur (bersama Basilios, Yoanes Krisostomos dan Gregorios Nazians).

DOA: Tuhan Yesus, apabila kami kadang-kadang terpukul jatuh, atau mengalami pengejaran dari tempat yang satu ke tempat yang lain, atau barangkali dihina, diolok-olok gara-gara iman kami kepada-Mu, kepada siapa kami harus mengeluh? Penolakan-penolakan menempatkan kami bersama banyak sekali orang kudus, termasuk Engkau sendiri, Manusia paling kudus dari segala orang kudus. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 10:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “MEWARTAKAN INJIL YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 9-7-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2015. 

Cilandak, 7 Juli 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS