APAKAH SIKAP KITA TERHADAP YESUS SAMA DENGAN SIKAP PENDUDUK KHORAZIM, BETSAIDA DAN KAPERNAUM?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Selasa, 14 Juli 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Fransiskus Solanus 

KONFLIK DGN ORANG FARISI DLL. - YESUS MENGECAM - MAT 23Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di sini Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.” (Mat 11:20-24) 

Bacaan Pertama: Kel 2:1-15a; Mazmur Tanggapan: Mzm 69:3,14,30-31,33-34

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus. Mungkin anda pernah mendengar seseorang berkata: “Kalau saja saya hidup pada masa Yesus hidup di atas bumi ini! Alangkah jauh lebih mudah bagi saya untuk memiliki iman, apabila saya dapat melihat-Nya sendiri.” Barangkali anda sendiri pernah mempunyai perasaan seperti itu. Namun pertanyaannya sekarang, apakah betul lebih mudah bagi orang-orang untuk beriman apabila Yesus di tengah-tengah mereka. Lihatlah para penduduk Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Mereka mendengar Yesus berbicara/berkhotbah dan mereka menyaksikan diri-Nya membuat banyak mukjizat dan tanda heran lainnya, akan tetapi mereka tetap tidak mau bertobat, sedemikian sampai Yesus membandingkan mereka secara negatif dengan kota Perjanjian Lama Sodom yang terkena kutukan Allah (Mat 11:22-23). Yesus mengingatkan, karena menolak diri-Nya dan pesan kasih dan belas-kasih-Nya, orang-orang Galilea yang tidak percaya ini akan dihukum dengan keras pada Hari Penghakiman.

Seperti banyak orang lain yang menolak Yesus pada masa hidup-Nya di bumi, orang-orang ini mencari Mesias macam lain. Mereka tidak melihat rencana Allah – bahkan ketika cahaya kuasa kasih-Nya memancar keluar dari mukjizat-mukjizat yang dibuat Yesus. Sekarang pertanyaan untuk diri kita masing-masing: Seandainya kitalah yang berada di sana, apakah kita akan bertindak berbeda?

Barangkali pertanyaan yang lebih baik adalah, apakah kita bertindak secara berbeda sekarang ini? Kita harus menyadari bahwa mukjizat-mukjizat Yesus tidak berhenti pada saat Yesus naik ke surga. Yesus masih bersama kita, dan karya-karya dan berbagai mukjizat-Nya masih berlanjut sampai hari ini. Penulis ‘Surat kepada Orang Ibrani’ menulis: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8). Mukjizat-mukjizat Yesus terjadi di sekeliling kita, menanti-nantikan pengakuan kita. Namun untuk dapat mengenali mukjizat-mukjizat-Nya kita harus menolak/membuang sikap apapun yang menghalangi Yesus masuk ke dalam hati kita.

Marilah kita lihat sekeliling kita dan berharap pada hari ini kita akan menjadi bagian dari mukjizat-mukjizat Yesus. Ia senantiasa terlibat dalam kehidupan kita, baik dalam perkara besar maupun perkara kecil. Kita mohon kepada-Nya untuk membuka mata kita agar dapat melihat berbagai mukjizat dan tanda heran yang dibuat-Nya. Apabila kita mendapat kesempatan untuk menyaksikan hal-hal ajaib tersebut, walaupun sekejab saja – kita sepantasnya dengan penuh syukur memuji-muji dan memuliakan sang Pembuat segala Mukjizat, …… Yesus Kristus! Apabila kita menemukan satu-satunya ruang parkir yang kosong dalam tempat parkir yang penuh sesak, bilamana negosiasi bisnis kita berlangsung alot tetapi secara tak diharap-harapkan menghasilkan buah yang baik, ketika sebuah proyek yang kita tangani dapat diselesaikan tepat waktu walaupun banyak faktor tidak menunjang; dalam hal-hal seperti itu kita tidak pernah boleh lupa untuk memuji-muji-Nya dengan penuh rasa syukur. Kita juga dapat bergabung dengan mukjizat-mukjizat penyembuhan Yesus dengan berdoa bagi seseorang yang sedang menderita sakit serius. Kita bersukacita ketika kesembuhan sungguh terjadi. Karena Yesus itu hidup, setiap hari yang biasa-biasa saja sebenarnya memiliki suatu dimensi kekal-abadi, dengan catatan kita mempunyai mata yang mampu melihat.

DOA: Bapa surgawi, alangkah baik dan berbela-rasa Engkau! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau menarikku ke dalam kasih-Mu. Bukalah mataku agar mampu melihat berbagai mukjizat dan tanda heran-Mu, baik besar maupun kecil. Bukalah bibirku agar aku dapat memuji-muji kehadiran dan kuasa-Mu dengan kidung pujian yang ke luar dari hatiku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:20-24), bacalah tulisan yang berjudul “PENTINGNYA HIDUP KITA BERSAMA YESUS” (bacaan tanggal 14-7-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-7-12 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 11 Juli 2015 [Peringatan S. Benediktus, Abas] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS