HAI ORANG YANG KURANG PERCAYA, MENGAPA ENGKAU BIMBANG?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Yohanes Maria Vianney, Imam (OFS) – Selasa, 4 Agustus 2015)

pppas0227Sesudah itu Yesus segera mendesak murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Menjelang malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru, “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” Lalu Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, apabila engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus,”Datanglah!” Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada  di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon kepada-Nya supaya diperkenankan walaupun hanya menyentuh jumbai jubah-Nya. Semua orang yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. (Mat 14:22-36) 

Bacaan Pertama: Bil 12:1-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-7,12-13

Pengalaman singkat Petrus berjalan di atas air mengajarnya dengan jelas tentang kuasa Allah untuk senantiasa menjaganya di tengah-tengah situasi yang kacau-balau, … di tengah-tengah khaos. Akan tetapi, apa kiranya yang menurut Petrus lebih sulit: berjalan di atas air, atau berjalan dalam dunia yang buruk ini? Berjalan dalam dunia yang penuh dengan kegelapan ini sungguh dapat membahayakan, … kaki kita dapat “terantuk kepada batu” (lihat Mzm 91:12), terperosok ke dalam lumpur dosa. Apabila pemikiran tentang berjalan di atas air itu menakutkan, barangkali hal itu disebabkan karena kita tidak biasa memperkenankan Yesus menolong dan mengangkat kita ke luar dari dalam air sungai, danau atau laut yang dalam. Kita menyadari bahwa kita tidak pantas untuk diberikan rahmat sedemikian oleh Allah, maka kita tidak percaya bahwa Allah senantiasa mencari kesempatan untuk memberi apa saja demi kebaikan kita.

jesus helping peterKabar Baik dari Injil Tuhan Yesus Kristus adalah, bahwa Allah ingin mengajar kita untuk berdiri tegak dalam situasi-situasi yang paling sulit sekali pun. Ia ingin memperdalam iman kita sampai pandangan kita senantiasa dipusatkan pada diri-Nya dengan penuh kepercayaan dan pengosongan diri. Ia ingin agar kita penuh kepercayaan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari diri-Nya, karena Dia akan bekerja melalui setiap hal demi kebaikan kita.

Sementara kita lebih mengenal Allah, kita pun lebih mengasihi-Nya lagi. Dalam doa, kita dapat berseru kepada-Nya tanpa jemu. Janji Allah adalah bahwa pada waktu-Nya Ia akan membebaskan kita dari segala kesusahan kita, dan sebelum waktu-Nya datang Dia akan bersama kita di tengah-tengah hidup kita, baik pada saat suka maupun duka. Saudari-saudaraku, Allah dalam Yesus Kristus, mengetahui segala kebutuhan kita. Ia juga tidak akan pernah membuang dan meninggalkan kita.

Jika kita merasa begitu gawat, maka kita pun dapat berseru bersama Petrus,  “Tuhan, tolonglah aku!” Yakinlah bahwa Yesus akan segera datang sambil mengulurkan tangan-Nya dan memegang kita. Bahkan kita pun dapat mendengar suara-Nya yang tegas namun penuh kasih, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”  Selagi kita merangkul erat-erat Juruselamat kita dan menaruh kepercayaan kepada-Nya dengan sepenuh hati, maka kita pun dapat dibangkitkan melampaui keputusasaan dan rasa susah yang membelenggu begitu banyak orang. Sementara kita mulai melangkah dalam iman, kita bisa saja terjatuh, namun Yesus selalu siap untuk mengangkat kita dan mendorong serta menyemangati kita untuk mencoba lagi.

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk berjalan dalam dunia ini dengan iman yang teguh kepada-Mu. Aku percaya bahwa Engkau berada bersamaku adalah presis sama ketika Engkau berada bersama Petrus di danau itu. Tuhan, tolonglah aku, agar aku dapat melayani-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 14:22-36), bacalah tulisan yang berjudul “SESUNGGUHNYA ENGKAU ANAK ALLAH” (bacaan tangal 4-8-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM; kategori: 15-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-8-12 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 2 Agustus 2015 [HARI MINGGU BIASA XVIII]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS