KAPAN KERAJAAN ALLAH AKAN DATANG?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Yosafat, Uskup Martir  – Kamis, 12 November 2015) 

2ndcoming2

Ketika ditanya oleh orang-orang Farisi kapan Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh orang-orang zaman ini. (Luk 17:20-25) 

Bacaan Pertama: Keb 7:22 – 8:1; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:89-90,130,135,175 

“Kapan Kerajaan Allah akan datang? (Luk 17:20).

Yesus kira-kira menjawab pertanyaan di atas seperti berikut: “Bukalah matamu, Kerajaan Allah sudah ada di sini. Orang sakit disembuhkan (lihat Luk 17:11-19). Para pendosa kembali kepada Allah (Luk 15:1-7). Roti dan ikan dilipatgandakan untuk memberi makan orang banyak (Luk 9:11-17). Bahkan seorang anak yang sudah mati dihidupkan kembali (Luk 8:49-56).

Akan tetapi, Kerajaan macam apa ini di mana hidup anda terancam dan anda memperingatkan para pengikut anda agar mempunyai ekspektasi yang sama? Lewat kata-kata-Nya dan perbuatan-Nya, Yesus telah membuktikan bahwa kematian-Nya dan kebangkitan-Nya adalah jalan yang telah dipilih oleh Allah untuk mematahkan kuasa kegelapan dan menghancurkan maut untuk selama-lamanya.

Kita percaya bahwa Yesus telah bangkit penuh kemenangan atas maut. Namun kita masih melihat adanya kegelapan di dalam dunia yang sangat dikasihi Yesus ini. Orang-orang dibunuh setiap hari di berbagai penjuru dunia, dan seringkali dengan mengatasnamakan Allah atau agama. Anak-anak di bawah umur dilecehkan secara seksual, diperkosa dlsb., bahkan oleh guru dan para orang tua mereka sendiri. Berbagai penyakit penuh misteri masih merajalela di atas bumi ini. Kalau dahulu ada penyakit kusta, dunia modern kita dihantui oleh penyakit-penyakit seperti HIV-Aids, Flu-Burung, berbagai jenis kanker dan baru-baru ini muncullah EBOLA. Dalam doa kita suka bertanya kepada Yesus: “Di manakah Kerajaan-Mu, Tuhan Yesus?”

Dalam doa kita mendengar suara Yesus menjawab pertanyaan kita kira-kira seperti berikut: “Benih-benih Kerajaan  sudah ada dalam diri kamu, ditanam pertama kali ketika kamu dibaptis. Seperti orang kusta Samaria itu, kembalilah kepada-Ku dan ucapkanlah rasa syukur-Mu karena apa yang Kulakukan pada dirimu, …… untuk segala karunia yang telah Kuanugerahkan kepadamu” (lihat Luk 17:11-19).

Kemudian kita bertanya lagi kepada Yesus: “Tentunya Engkau tidak bermaksud agar segala karunia yang Kauanugerahkan kepadaku tetap tersembunyi dalam hatiku pada saat-saat dunia begitu membutuhkan semua itu, bukankah begitu Yesus?” Yesus menjawab dengan suara yang lemah lembut: “Benar! Benih-benih yang telah Kutanamkan dalam dirimu sudah siap untuk bertumbuh-kembang; benih-benih itu harus melakukan terobosan dan menjadi kelihatan, sehingga dapat menjadi contoh juga bagi semua orang. Kerajaan-Ku ada di antara kamu. Kerajaan-Ku menjadi kelihatan dalam kasih antara kamu dan sesamamu, yaitu saudari dan saudaramu. Kerajaan-Ku terwujud selagi kamu dan saudari-saudaramu saling menguatkan, saling menyemangati, bekerja sama. Semua itu menjadi riil selagi kamu pergi menemui orang-orang miskin dan para musuh-Ku. Aku rindu untuk mengubah mereka menjadi sahabat-sahabat-Ku. Di mana kamu melihat Aku bekerja? Kontribusi kecil namun konkret apa yang Aku butuhkan dari kamu hari ini untuk memajukan pekerjaan-Ku ini?”

Kita bertanya lagi kepada Yesus: “Kapan Kerajaan-Mu akan datang?”

Yesus menjawab: “Terserah kepada kamu sendiri. Paulus menolak untuk memaksakan kehendak-Nya atas diri Filemon dan mengutamakan kebebasan atau pertimbangan atas dasar sukarela di pihak Filemon berkaitan dengan Onesimus (lihat bacaan hari ini: Flm 7-20). Demikian pula halnya dengan diriku: Aku mempercayakan Kerajaan-Ku kepada kebebasan-Mu untuk memutuskan. Dalam baptisanmu, Aku telah memberikan kepadamu segala peralatan yang kamu butuhkan untuk membangun Kerajaan Terang. Sekarang, dapatkah aku mengandalkan dirimu?

DOA: Yesus, Engkau adalah Raja langit dan bumi. Segala karunia yang Kauanugerahkan kepadaku telah membuat diriku seorang anak dari Kerajaan-Mu. Dengan kehendak bebas aku memutuskan menerima undangan-Mu untuk meluaskan Kerajaan itu kepada siapa saja yang kutemui. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 17:20-25), bacalah tulisan yang berjudul “KEDATANGAN YESUS PADA AKHIR ZAMAN” (bacaan tanggal 12-11-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-11-14 dalam situs/blog PAX ET BONUM)

Cilandak, 6 November 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements