MENELADAN YOHANES PEMBAPTIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Kamis, 10 Desember 2015) 

YOHANES PEMBAPTIS MEWARTAKAN PERTOBATANSesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil  dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserbu dan orang yang menyerbunya mencoba merebutnya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan – jika kamu mau menerimanya – dialah Elia yang akan datang itu, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Mat 11:11-15) 

Bacaan Pertama: Yes 41:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:1,9-13

Bacaan Injil hari ini banyak berbicara mengenai Yohanes Pembaptis. Ia adalah seorang kudus yang menerima kehormatan tersebut dari Kristus sendiri. Yesus berkata: “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis” (Mat 11:11). Yohanes Pembaptis adalah seorang laki-laki yang memiliki karakter kuat dan yang melakukan pertobatan secara keras. Sebelum itu Yesus bertanya: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan anginkah? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian haluskah? (Mat 11:7-8).

Yohanes Pembaptis adalah seorang pribadi yang pantas mengemban misi penting yang dipercayakan Allah kepadanya. Dia adalah seorang pribadi yang sungguh cocok untuk tugas mempersiapkan jalan Tuhan (lihat Mat 3:3). Ia juga adalah nabi pertama yang dilihat oleh Israel setelah sekian lama tidak ada nabi yang melayani umat pilihan Allah tersebut. Ribuan orang pergi ke padang gurun untuk mendengar pewartaan Yohanes Pembaptis. Ia berbicara dengan penuh kuasa dan magnitisme. Dia berbicara dengan berani tentang pertobatan dan pentingnya orang-orang kembali kepada Allah, dan ia sendiri merupakan contoh yang memberi inspirasi sehubungan dengan pertobatan dan pengabdian kepada Allah.

Yohanes Pembaptis memperkenalkan suatu ritus simbolis tentang pembersihan/ pemurnian. Baptisan, yang membangkitkan dorongan dalam hati para pengikutnya untuk menghasrati suatu pemurnian moral. Pengajaran Yohanes Pembaptis itu sangat menarik dan mengesankan karena dia mampu untuk langsung masuk ke dalam hal-hal yang bersifat hakiki. Tanpa bahasa yang berbelit-belit Yohanes Pembaptis berkhotbah tentang suatu perubahan batin, suatu reformasi rohani dalam hati manusia, sehingga dengan demikian mereka dapat menyediakan ruangan bagi kedatangan sang Penebus Agung. Kepada para pendengarnya, Yohanes Pembaptis memberikan contoh-contoh konkret: (1) Menjawab pertanyaan orang banyak tentang apa yang harus mereka lakukan, Yohanes Pembaptis berkata: “Siapa saja yang mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan siapa saja yang mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian” (Luk 3:11); (2) Menjawab pertanyaan para pemungut cukai, dia berkata: “Jangan menagih lebih banyak daripada yang telah ditentukan bagimu” (Luk 3:13); (3) Menjawab pertanyaan para prajurit, dia berkata: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah diri dengan gajimu” (Luk 3:14). Kita dapat melihat di sini bahwa ajaran-ajaran Yohanes Pembaptis penuh dengan common sense dan hikmat-kebijaksanaan yang bersifat praktis.

Bahasa Yohanes Pembaptis tegas dan terasa keras, namun mengungkapkan juga seorang pribadi manusia yang sangat rendah hati. Bahkan Herodes Antipas sekali pun – mau tidak mau – harus menaruh respek kepada Yohanes Pembaptis, walaupun sang nabi dengan keras sekali menentang Herodes Antipas terkait pembunuhan-pembunuhannya dan selingkuhnya dengan Herodias.

Di antara kualitas-kualitas pribadi unggulan yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis, yang paling mengesankan adalah kerendahan hatinya yang mendalam. Keberhasilannya tidak pernah sampai ke kepalanya; dia dengan hati dan kepala yang jernih menyadari keterbatasan-keterbatasan dari misi yang dipercayakan kepadanya, yaitu mempersiapkan jalan bagi Seorang Tokoh yang lain. Seseorang yang lebih besar dan agung. Yohanes Pembaptis berkata: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).

DOA: Bapa surgawi, Allah Yang Mahatahu dan Mahalain, kuduslah nama-Mu. Selidikilah hatiku apakah aku begitu murni dan begitu jujur dalam melayani-Mu dalam pekerjaan evangelisasi ini. Ujilah diriku, ya Tuhanku dan Allahku. Lihatlah, apakah ada hal-hal dalam diriku yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu atas diriku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:11-15), bacalah tulisan yang berjudul “JIKA KITA PERCAYA KEPADA YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 10-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015. 

Cilandak, 8 Desember 2015 [HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA NODA] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements