YOHANES PEMBAPTIS SEBAGAI NABI ELIA YANG BARU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Sabtu, 12 Desember 2015)

 1280x720

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Kalau demikian, mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13) 

Bacaan pertama: Sir 48:1-4.9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2-3,15-16,18-19 

Mengapa Yesus mengacu kepada Yohanes Pembaptis sebagi Elia? Terjemahan dalam bahasa Ibrani untuk Elia – “YHWH adalah Allahku” – adalah cara yang mengena untuk menggambarkan kehidupan dari nabi Perjanjian Lama ini, dan juga kehidupan Yohanes Pembaptis.

Pada permukaannya, kedua orang ini saling menyerupai satu sama lain – dua-duanya hidup sendiri di padang gurun dengan mengenakan pakaian kasar (2 Raj 1:8; Mat 3:4). Dua-duanya adalah nabi, yang sungguh berniat untuk memproklamasikan kebenaran. Pada zaman Elia, umat Yahudi (tidak semuanya) melakukan ibadat penyembahan berhala yang dinamakan Baal. Sebagai tanggapan, Elia membuktikan kuat-kuasa YHWH yang jauh mengatasi Baal dengan meminta api turun dari langit untuk menghabiskan  korban bakaran berupa seekor lembu (1 Raj 18:20-40). Dengan jalan serupa, Yohanes Pembaptis “datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu [Yesus], supaya melalui dia semua orang menjadi percaya” (Yoh 1:7). Sebagaimana dikatakan oleh malaikat Tuhan kepada ayahnya – Zakharia – Yohanes “akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia” (Yoh 1:17). Ia akan menyerukan pesan pertobatan guna mempersiapkan hati umat bagi kedatangan Juruselamat mereka. Zakharia sendiri akan menggemakan kembali pernyataan malaikat tadi dalam kidungnya: “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya” (Luk 1:76).

Berdasarkan Kitab Suci dan kepercayaan populer, Elia diprakirakan akan kembali ke dunia “menjelang datangnya hari TUHAN (YHWH) yang besar dan dahsyat itu” (Mal 4:5). Bayangkanlah betapa terkejut para murid Yesus ketika Dia berkata, “Elia sudah datang” (Mat 11:12). Elia baru (Yohanes Pembaptis) dibunuh sebagai martir oleh orang-orang yang gagal mengenali siapa dirinya sesungguhnya dan apa perannya dalam sejarah keselamatan (salah seorang dari mereka adalah Herodes Antipas). Demikian pula halnya dengan sang Mesias sendiri yang akan menderita dan pada akhirnya disalibkan dengan keji di bukit Kalvari.

Berabad-abad lamanya Allah mengutus para nabi-Nya sebagai pendahulu dari proklamasi-Nya yang final – Yesus Kristus, Sabda yang menjadi daging (Firman yang menjadi manusia; Yoh 1:14). Allah merencanakan kelahiran Yesus secara cermat sekali dengan memperhitungkan segala detil, termasuk “kembalinya” Elia. Karena Yesus mengetahui bahwa Allah bekerja dengan begitu berhati-hati, maka Dia dapat mempercayakan hidup-Nya ke dalam tangan-tangan Bapa-Nya; tidak ada satu pun yang akan luput diperhatikan.

Selama masa Adven ini, kita pun dapat mengingat-ingat kesempurnaan dari rencana keselamatan yang dibuat Allah dan dapat menaruh kepercayaan yang lebih besar lagi pada rencana-Nya bagi hidup kita. Manakala kita mengkomit diri kita sendiri untuk mengikuti panggilan-Nya bagi kita, maka Tuhan akan memperhatikan setiap detil walaupun hal-hal yang tidak signifikan. Dengan demikian kita pun seharusnya lebih percaya lagi pada perhatian-Nya yang penuh kasih atas diri kita semua.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami sampaikan kepada-Mu karena Engkau telah mengutus para nabi untuk memproklamasikan kebenaran-kebenaran-Mu. Kami mengetahui bahwa rencana-Mu bagi hidup kami adalah sempurna. Tolonglah kami agar dapat bertumbuh dalam rasa percaya kami. Bersama ini kami menaruh kebutuhan-kebutuhan kami ke dalam tangan-tangan-Mu, juga kekhawatiran dan rasa takut kami, pengharapan-pengharapan kami, bahkan keseluruhan diri kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 17:10-13), bacalah tulisan yang berjudul “YOHANES PEMBAPTIS DAN ELIA” (bacaan tanggal 12-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015. 

Cilandak, 9 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS