JANGANLAH KITA BERLAGAK BODOH SEPERTI PARA PEMUKA YAHUDI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Yohanes dr Salib, Imam & Pujangga Gereja – Senin, 14 Desember 2015) 

YESUS DITANYAI OLEH ORANG FARISILalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata, “Jikalau kita katakan: Dari surga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” Lalu mereka menjawab Yesus, “Kami tidak tahu.” Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.” (Mat 21:23-27) 

Bacaan pertama: Bil 24:2-7,15-17a; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-9 

Apakah Saudari-Saudara pernah mempunyai pengalaman merasa disudutkan dalam suatu interogasi atas diri anda? Anda tahu bahwa apa pun jawaban yang anda berikan, anda tetap berada dalam posisi serba salah. Biasanya hal seperti ini terjadi entah karena anda sungguh bersalah dalam hal yang dipertanyakan, atau karena sang interogator begitu jahat/culas dalam pikirannya. Dia memutar-balikkan kebenaran karena tujuan satu-satunya adalah untuk mencelakakan anda.

Sekarang bayangkanlah bagaimana perasaan para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang ingin mencobai Yesus, ketika Dia balik bertanya kepada mereka dari manakah datangnya baptisan Yohanes, dari surga atau dari manusia? Tidak ada cara apa pun bagi mereka untuk menjawab “kick balik” dari Yesus itu, tanpa menempatkan diri mereka sendiri dalam posisi yang negatif. Jadi, mereka pun memilih cara yang paling aman, yakni “berlagak bodoh” sajalah.

Jelas di sini Yesus tidak mencoba untuk berperilaku sebagai seorang yang penuh hikmat-kebijaksanaan. Ia tidak mencoba untuk membuat para pemuka agama Yahudi ini agar kelihatan jelek dan bodoh. Yesus cuma ingin agar mereka mengakui bahwa mereka telah salah menilai Yohanes Pembaptis. Yesus berharap bahwa tindakan-Nya  mengingatkan para “pemimpin” itu akan kekeliruan dan kesalahan mereka di masa lampau, akan dapat menyebabkan mereka melakukan pertobatan dan mengubah penilaian salah mereka terhadap Yohanes Pembaptis.

stdas0149Kadangkala Yesus juga akan menggunakan pendekatan yang serupa ketika berhadapan dengan kita. Dia dapat membuat kita ingat akan suatu situasi di mana kita telah memperlakukan orang lain secara keliru. Atau, Dia dapat mengingatkan kita akan rasa dendam yang sudah sekian lama terpendam dalam diri kita, atau dosa tertentu di masa lampau kita yang belum kita akui – dengan harapan bahwa kita akan menghadapi semuanya itu dan berpaling kepada-Nya dalam pertobatan.

Para pemuka agama Yahudi yang mencobai Yesus itu sebenarnya dapat menjawab, “Engkau memang benar. Baptisan Yohanes benar dari surga dan kami tidak percaya kepadanya. Kami seharusnya mencoba untuk melindunginya dari cengkeraman Herodes. Malah yang lebih penting lagi, kami seharusnya menerima pesan yang diwartakan olehnya.”  Yang terjadi adalah sebaliknya, para pemuka agama Yahudi itu malah hanya lebih mengeraskan hati mereka.

Saudari-Saudara terkasih, sekarang marilah kita semua berikrar untuk tidak “berlagak bodoh” seperti para pemuka agama Yahudi dalam bacaan Injil ini. Apabila pada suatu saat Roh Kudus mengingatkan kita akan “hal-hal tidak baik dari diri kita pada masa lampau”, marilah kita mengakuinya dan menanganinya dengan pertolongan penuh dari Dia sendiri. Bagaimana lagi kita akan menemukan kebebasan dan damai sejahtera?

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih karena Dikau memberikan kepadaku begitu banyak kesempatan untuk bertobat, mengakui segala dosaku dan berpaling kembali kepada-Mu. Berikanlah keberanian kepadaku untuk mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Roh Kudus-Mu, agar dengan demikian aku dapat mengetahui dan mengenal dengan lebih mendalam lagi kebebasan, dan menjalin persahabatan yang lebih erat lagi dengan Dikau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 21:23-27), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS BUKANLAH SEORANG PENGECUT YANG MUNAFIK” (bacaan tanggal 14-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015.

Cilandak, 11 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS