SILSILAH YESUS KRISTUS (5)

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Kamis, 17 Desember 2015)

Genealogy_of_Jesus_mosaic_at_Chora_(1) 

Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham mempunyai anak, Ishak; Ishak mempunyai anak, Yakub; Yakub mempunyai anak, Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda mempunyai anak, Peres dan Zerah dari Tamar, Peres mempunyai anak, Hezron; Hezron mempunyai anak, Ram; Ram mempunyai anak, Aminadab; Aminadab mempunyai anak, Nahason; Nahason mempunyai anak, Salmon; Salmon mempunyai anak, Boas dari Rahab, Boas mempunyai anak, Obed dari Rut, Obed mempunyai anak, Isai; Isai mempunyai anak, Raja Daud. Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria, Salomo mempunyai anak Rehabeam; Rehabeam mempunyai anak, Abia; Abia mempunyai anak, Asa; Asa mempunyai anak, Yosafat; Yosafat mempunyai anak, Yoram; Yoram mempunyai anak, Uzia; Uzia mempunyai anak, Yotam; Yotam mempunyai anak, Ahas; Ahas mempunyai anak, Hizkia; Hiskia mempunyai anak, Manasye; Manasye mempunyai anak, Amon; Amon mempunyai anak, Yosia; Yosia mempunyai anak, Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya mempunyai anak, Sealtiel; Sealtiel mempunyai anak Zerubabel; Zerubabel mempunyai anak, Abihud; Abihud mempunyai anak, Elyakim; Elyakim mempunyai anak, Azor; Azor mempunyai anak, Zadok; Zadok mempunyai anak, Akhim; Akhim mempunyai anak, Eliud; Eliud mempunyai anak, Eleazar; Eleazar mempunyai anak, Matan; Matan mempunyai anak, Yakub; Yakub mempunyai anak, Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Mat 1:1-17) 

Bacaan Pertama: Kej 49:2,8-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:3-4,7-8,17 

Mulai tanggal 17 Desember pada masa Adven bacaan-bacaan liturgis dipusatkan pada kedatangan Putera Allah sebagai anak manusia di tengah dunia, …… Natal. Hari ini kita merenungkan silsilah Yesus Kristus.

Karena bacaan ini merupakan silsilah, maka mudahlah untuk mengabaikan unsur-unsur mendetil yang membentuk keseluruhannya agar kita dapat langsung menyoroti hal-hal yang “baik-baik” saja. Akan tetapi, jika kita melihat dengan lebih teliti lagi, maka Matius tidak hanya mencatat silsilah Yesus di dunia ini. Matius ingin mengingatkan suatu pematahan hubungan dengn masa lalu, walaupun Yesus berada dalam garis keturunan Abraham dan Daud.

Sekilas lintas kita dapat mengatakan bahwa Matius menulis suatu silsilah sama saja seperti para ahli silsilah pada zamannya: Ia mengakarkan Yesus dalam warisan umat-Nya dan menyoroti kelanjutan-Nya dengan/bersama tokoh-tokoh besar Israel. Namun kalau kita melihat secara lebih dekat lagi, maka kelihatanlah bahwa Matius mematahkan hubungan dengan tradisi. Daripada sekadar mengikuti para bapa bangsa, Matius menyebutkan empat orang perempuan juga: Tamar, Rahab, Rut dan Batsyeba (istri Uria yang diselingkuhi oleh Daud). Yang lebih “mengejutkan” lagi adalah kenyataan bahwa empat orang perempuan yang disebutkan tadi memiliki sejarah pribadi yang tidak selalu mencerminkan cita-cita Yahudi perihal martabat perempuan. Satu orang dari perempuan-perempuan itu dikenal sebagai seorang pelacur, seorang lagi menjadi hamil karena bersetubuh dengan mertua laki-lakinya sendiri. Paling sedikit tiga orang dari mereka bukanlah orang Yahudi; dan satu orang dapat merupakan korban nafsu laki-laki atau seorang mitra dalam hubungan perselingkuhan (sama-sama mau) dan dalam konspirasi pembunuhan.

Matius memasukkan nama-nama perempuan ini sebagai suatu cara untuk mengejutkan para pembaca Injilnya. Sang penginjil ingin menunjukkan kepada mereka bahwa dalam Kristus Allah secara radikal telah memisahkan diri dari ekspektasi-ekspektasi manusia dan akan membawakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Selama masa persiapan Adven ini, dalam doa-doa kita boleh bertanya kepada Allah bagaimana Dia akan mengejutkan kita. Adakah orang-orang atau situasi-situasi yang kita tidak dapat bayangkan bahwa Allah adalah bagian dari itu semua? Kita dapat melihat lagi. Dia mungkin ingin memberdayakan kita guna mengasihi orang tertentu yang selama ini selalu membuat diri kita susah. Ia mungkin ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia dapat membuat mukjizat-mukjizat penyembuhan, baik untuk kesembuhan fisik maupun kesembuhan rohani melalui doa-doa. Dia mungkin ingin membuat diri kita (anda dan saya) sebagai alat damai-Nya di mana ada kekacauan atau keresahan.

Natal tinggal sembilan hari lagi, jadi belum terlambatlah bagi kita untuk bersiap-siap. Baiklah kita memikirkan situasi-situasi luarbiasa dalam hidup kita dan memohon kepada Allah untuk memberikan kepada kita perspektif yang baru. Baiklah juga kita mengharapkan Dia memanifestasikan diri tidak hanya ketika kita berdoa dan menghadiri Misa, melainkan sepanjang hari – bahkan dalam momen-momen penuh kegelapan. Biarlah “silsilah rohani” kita memiliki unsur-unsur yang mengejutkan juga seperti “silsilah fisik Yesus”!

DOA: Kami menyembah Engkau Tuhan Yesus Kristus dan segala puji-pujian adalah milik-Mu saja. Kami mengasihi Engkau, sang Pengarang dan Penyempurna iman kami. Hidup kami masing-masing beristirahat dalam Engkau saja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 1:1-17), bacalah tulisan yang berjudul “SILSILAH YESUS KRISTUS (4)” (bacaan tanggal 17-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12  PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015. 

Cilandak, 16 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS