BERGEMBIRALAH, BERSORAK-SORAILAH DAN BERMAZMURLAH!

(Bacaan Injil Misa Kudus Siang, Hari Raya Natal – Jumat, 25 Desember 2015) 

1490aLorenzo_Costa

Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya melalui dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik-Nya, tetapi orang-orang milik-Nya itu tidak menerima-Nya. Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang dilahirkan bukan dari darah atau dari keinginan jasmani, bukan pula oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 

Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran. Yohanes bersaksi tentang Dia dan berseru, “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian daripada aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah; sebab hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus. 

Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yoh 1:1-18)  

Bacaan Pertama: Yes 52:7-10; Mazmur Tanggapan: 98:1-6; Bacaan Kedua: Ibr 1:1-6

“Bersorak-soraklah bagi TUHAN (YHWH), hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!”  (Mzm 98:4).

Hari ini adalah hari sukacita dan penuh kegembiraan, hari di mana kerinduan dan antisipasi yang sudah berabad-abad lamanya dipenuhi.  “TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa” (Mzm 98:2). Maka marilah kita, anak-anak Allah, bergembira!

Bergembiralah, hai Adam dan Hawa! Lihatlah bagaimana janji Allah sejak zaman kuno kepadamu telah sampai pada pemenuhannya. Kelahiran sang Anak memberi tanda-tanda bahwa ini adalah akhir dari pengasinganmu dan sebuah pengharapan baru bagi semua turunanmu. Belas kasih telah menggantikan penghakiman. Ketidaktaatanmu telah ditutupi oleh ketaatan penuh kerendahan hati seorang Anak yang setia.

Bergembiralah, hai Abraham, engkau yang menaruh kepercayaan pada Penciptamu dan mengasihi Dia lebih daripada engkau mengasihi makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Dia telah datang! Bapa surgawi sudah menyediakan sang Anak Domba sebagai kurban, dan tidak ada kurban lain yang masih diperlukan.

Bergembiralah, hai Yusuf, anak Yakub! Kesetiaanmu kepada Allah di tengah bahaya dan perbudakan memampukan engkau untuk menyelamatkan sebuah bangsa. Pada hari ini telah lahir sang Juruselamat segala bangsa. Engkau memberi makan umat dengan makanan dari bumi; Dia akan memberi makan mereka dengan makanan dari surga.

Bergembiralah, hai Musa, pembebas dari perbudakan di Mesir! Melalui engkau, umat Israel melihat kemuliaan Allah dan menangisi kebodohan mereka. Melalui sang Pembebas yang baru, rahmat dan kebenaran akan mengatasi kutukan hukum.

Bergembiralah, hai Raja Daud! Di masa mudamu, engkau menunjukkan keberanian dan membunuh seorang musuh yang gagah perkasa karena engkau percaya bahwa kuat-kuasa Allah jauh lebih besar daripada kelemahanmu. Lihatlah sang Bayi kecil-mungil yang akan bertumbuh untuk mengacaukan hikmat dunia, menelanjangi jati diri orang-orang sombong, dan menjungkir-balikkan kuasa-kuasa kegelapan.

Bergembiralah, hai Yohanes, anak Elisabet. Engkau bernubuat bahwa terang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia. Bergembiralah bahwa engkau melihat hari-Nya dan menyaksikan ketaatan-Nya terhadap setiap hal yang diperintahkan Bapa-Nya di surga. Kami menghormati engkau untuk pekerjaanmu mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya.

Bergembiralah, hai Maria, Bunda sang Juruselamat! Melalui ketaatanmu yang rendah hati, “sang Sabda menjadi daging” dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Fiat/jawaban “ya” darimu Bunda kepada Bapa di surga telah membuka pintu gerbang rahmat bagi semua saudari dan saudaramu. Engkau membawa Juruselamat dan Tuhan kami. Terima kasih!

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dengan berbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi, maka pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya yang telah Ia tetapkan sebagai ahli waris segala sesuatu. Melalui Dia Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar keberadaan Allah yang sesungguhnya” (Ibr 1:1-3).

Yesus Kristus, Putera Allah sendiri, mengambil tubuh manusia sehingga dengan demikian Ia dapat memanifestasikan kasih Bapa-Nya kepada suatu umat yang berada di bawah penghukuman, yang hidup tanpa pengharapan dalam dunia. Anda dan saya adalah bagian dari umat dimaksud. Karena dosa-dosa, kita dipisahkan dari kasih Allah. Ini adalah sebuah isu yang bersifat kritis. Sampai berapa dalam kita terbenam dalam situasi seperti ini? Semakin dalam, maka semakin pula kita menghargai Inkarnasi Tuhan Yesus.

Kita dapat memejamkan mata kita dan membayangkan Tuhan Yesus yang sedang berdiri di hadapan kita. Dengan tangan-tangan terbuka lebar, Ia berkata: “Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia dan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Siapa yang menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya” (Why 3:20-21).

Inilah Dia yang dilahirkan pada hari ini sekitar 2000 tahun lalu. Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir (Why 20:6). Ia adalah seorang Pribadi yang amat berharga dalam kehidupan kita. Oleh karena itu marilah kita tunjukkan kasih kita masing-masing kepada-Nya, teristimewa pada hari ulang tahun kelahiran-Nya. Marilah kita bergembira dalam hidup baru yang telah dicurahkan-Nya kepada kita masing-masing. Sang Juruselamat telah datang kepada kita!

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Aku mengasihi Engkau! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah datang ke tengah-tengah dunia dan juga ke dalam hatiku. Aku bergembira, ya Yesus, karena aku sungguh terberkati dapat melihat kemuliaan-Mu di dalam hidupku. Pada hari yang istimewa ini, perkenankanlah aku berbicara kepada orang-orang yang kujumpai mengenai sukacita sehubungan dengan kedatangan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil Siang hari ini (Yoh 1:1-18), bacalah tulisan yang berjudul “FIRMAN TELAH MENJADI MANUSIA” (bacaan tanggal 25-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015. 

Cilandak, 23 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS