BERSYUKUR ATAS BERKAT-BERKAT ALLAH PADA TAHUN LALU

(Bacaan Pertama dalam Misa Kudus, Hari ketujuh dalam Oktaf Natal – Kamis, 31 Desember 2015)

Saint John-420x429Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kami dengar bahwa antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Dari hal inilah kita mengetahui bahwa ini benar-benar waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya nyata bahwa mereka semua tidak termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran (1 Yoh 2:18-21). 

Mazmur Tanggapan: 96:1-2,11-13; Bacaan Injil: Yoh 1:1-18

“Waktu ini adalah waktu yang terakhir”  (1 Yoh 2:18).

Hanya tinggal beberapa jam saja – dan tahun 2015 ini akan berakhir dan menjadi sejarah,”  demikian tulis seorang siswa seminari berumur 21 tahun yang bernama Angelo Roncali (belakangan menjadi Paus Yohanes XXIII) dalam catatan hariannya tertanggal 31 Desember 1902. “Aku berlutut di hadapan Allahku dengan mengingat-ingat kebaikan-Nya kepadaku pada tahun ini … berterima kasih kepada-Nya dengan segenap hatiku.” Roncali menambahkan bahwa tahun itu adalah “tahun penuh konflik.” “Aku dapat saja kehilangan panggilanku – dan aku tidak kehilangan hal itu,” catatnya dengan penuh syukur atas rahmat Allah yang menguatkan dan atas perlindungan-Nya.

Seperti Paus Santo Yohanes XXIII, marilah kita pada hari ini bergembira atas segala berkat yang dicurahkan Allah atas diri kita di tahun 2015 ini. Marilah kita juga berterima kasih penuh syukur kepada-Nya untuk rahmat yang membawa kita melalui kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Adalah suatu praktek yang baik jika pada saat-saat menjelang tutup tahun kita menoleh ke belakang dan melihat peristiwa-peristiwa pada tahun 2015 dan merenungkan apa saja yang terjadi selama 12 bulan lalu.

PAUS YOHANES XXIII -7Memang mudah untuk mengingat-ingat hal-hal baik dengan penuh syukur. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa yang penuh tantangan dan kesulitan juga pantas untuk diingat. Mungkin kelihatan atau terasa kurang menyenangkan, namun apabila kita melihat semua itu dengan menggunakan mata iman, maka kita akan mampu melihat bagaimana Allah bekerja melalui peristiwa-peristiwa itu guna menjadikan kita lebih dekat lagi kepada-Nya. Semakin kita melihat ke belakang dalam suasana doa dan kehadiran Allah, semakin penuh pula kita akan menjadi yakin bahwa semua hal tersebut sebenarnya bekerja sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Santo Paulus menulis, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Rm 8:28).

Pada hari Tahun Baru 1903, Roncali menulis dalam catatan hariannya sebagai berikut: “Aku telah melihat dini hari dari suatu tahun yang baru. Aku menyambutnya dalam nama Tuhan dan aku menguduskannya kepada Hati Kristus yang penuh kasih. Semoga tahun yang baru ini bagiku menjadi suatu tahun yang penuh dengan pekerjaan baik, tahun keselamatanku … Tahun baru telah mulai: Semoga tahun baru ini merupakan suatu tahun kehidupan juga.” 

Tahun baru ini adalah karunia dari Allah. Oleh karena itu, marilah kita menyambutnya dalam nama Tuhan dan menerima segala hal yang disediakan-Nya dalam karunia ini bagi kita masing-masing. Marilah kita dengan penuh keyakinan menaruh kepercayaan  pada kasihsetia Allah dan kebaikan-Nya terhadap kita.

DOA: Bapa surgawi, aku mempersembahkan tahun yang baru berlalu ini kepada belas kasih-Mu dan mendedikasikan tahun baru ini kepada penyelenggaraan-Mu. Semoga tahun 2016 menjadi suatu tahun yang dipenuhi rahmat-Mu secara berlimpah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:1-18), bacalah tulisan yang berjudul “DIA ADALAH TERANG KEHIDUPAN KITA” (bacaan tanggal 31-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015. 

Cilandak, 28 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS