KARENA PUTERA ALLAH MENJADI DAGING DALAM RAHIM MARIA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH – Jumat, 1 Januari 2016)

HARI PERDAMAIAN SEDUNIA

3_ib-402_f

TUHAN (YHWH) berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.” (Bil 6:22-27) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3, 5-6,8; Bacaan Kedua: Gal 4:4-7; Bacaan Injil: Luk 2:16-21

Selagi kita berada di awal tahun yang baru ini, Gereja meneguhkan kembali janji Allah untuk memberkati kita dan melindungi kita (Bil 6:24). Dalam merayakan HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH, kita memproklamasikan kebenaran mulia bahwa dalam rahim Maria-lah Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal Mahakudus menyatukan diri-Nya secara lengkap dengan kemanusiaan kita.

Dalam diri Maria, kita melihat potret dari seseorang yang mengetahui bahwa wajah Allah menyinari dirinya dan Ia memenuhi dirinya dengan rahmat (Bil 6:25). Allah memandang Maria dengan penuh kasih dan mencurahkan dirinya dengan rahmat ilahi, dan Ia mempersiapkan Maria untuk mengatakan “ya” terhadap rencana Allah bahwa dia akan membawa Putera-Nya dalam rahimnya ke tengah dunia. Ketika Maria dalam iman mengucapkan persetujuannya (fiat), maka Bapa surgawi memberikan kepadanya damai-sejahtera-Nya (Bil 6:26), dan secara berkesinambungan mendorong serta menyemangati Maria agar menaruh kepercayaan kepada-Nya selagi dia menyaksikan rencana-Nya bergulir, tahap demi tahap.

Iman kita mengatakan bahwa Maria sangat membutuhkan damai-sejahtera dari Allah, karena dia akan menghadapi situasi-situasi yang berbahaya dan menakutkan (lihat Luk 2:4-7; Mat 2:13-15)! Dalam masing-masing situasi, Maria belajar untuk menaruh kepercayaan secara lebih penuh bahwa Allah memberkati dan melindungi diri-Nya (Bil 6:24).

Karena Putera Allah menjadi daging dalam rahim Maria, kita pun dapat ikut ambil bagian dalam berkat-berkat ilahi yang indah ini. Kita telah dibaptis ke dalam Kristus; artinya kita mengambil bagian dalam keilahian-Nya, dan juga dalam kemanusiaan-Nya. Kita adalah para ahli waris dari berkat-berkat yang diberikan Allah (YHWH) kepada Israel dan secara khusus kepada Maria, sang Puteri Sion yang dikasihi-Nya.

Seperti Maria, kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan dalam berkat dan damai-sejahtera dari Allah. Putera Allah, yang meninggalkan takhta-Nya di surga untuk menjadi seorang manusia seperti kita, telah mengalahkan dosa dan maut bagi kita semua. Setiap hari, kita dapat dengan bebas menerima hidup Yesus ke dalam hati kita dengan sekadar menjawab “ya” kepada panggilan Allah, seperti yang dilakukan oleh Maria. Oleh darah Yesus yang menyucikan, kita telah dibuat menjadi bejana-bejana Roh Kudus, dengan demikian memampukan kita untuk berseru “Abba! Bapa!” sebagai anak-anak Allah yang sejati (Gal 4:6-7). Allah kita tidak “jauh-jauh amat” dari tempat kita duduk/berdiri sekarang, malah boleh dikatakan bahwa Dia sungguh dekat, karena Dia berdiam dalam diri kita melalui Roh Kudus-Nya. Sekarang, marilah kita berbalik kepada-Nya dan memperkenankan berkat, rahmat, dan belas kasih-Nya menyinari diri kita.

DOA: Bapa surgawi, utuslah Roh-Mu kepada kami agar membawa kami lebih dekat lagi kepada Putera-Mu terkasih pada tahun yang baru ini. Selagi kami menyambut rahmat-Mu ke dalam hati kami, kami pun akan diperbaharui dan diperkuat agar dapat hidup sebagai saksi-saksi kasih-Mu yang tangguh. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Gal 4:4-7), bacalah tulisan yang berjudul “BUNDA ALLAH [2]” (bacaan tanggal 1-1-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH  JANUARI 2016 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 2:16-21), bacalah tulisan yang berjudul “MARIA BUNDA ALLAH” (bacaan tanggal 1-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 29 Desember 2015  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements