KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Senin, 11 Januari 2016) 

stdas0070Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:14-20) 

Bacaan Pertama: 1 Sam 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-14,17-20

Seorang nelayan yang berpengalaman mengetahui di mana dia harus menebarkan jalanya. Dia tahu di mana ikan-ikan cenderung untuk berkumpul, dan dengan demikian dia dapat menebarkan jalanya di lokasi yang benar agar dapat menangkap ikan dalam jumlah yang besar. Demikian pula halnya dengan Yesus, yang menebarkan “jala”-Nya kepada orang-orang yang siap untuk menerima pesan-Nya: “Kerajaan Allah sudah dekat” (Mrk 1:15).

Yesus menemukan orang-orang yang rindu untuk dibebaskan tidak hanya dari cengkeraman dan penindasan Kekaisaran Romawi, melainkan juga dari pengaruh dosa dan kematian. Selagi Dia berbicara, Yesus memberikan suatu gambaran kepada para pendengar-Nya tentang peranan mereka sebagai anggota-anggota Kerajaan ini: “Kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mrk 1:17).

Yesus ingin mengajar kita semua untuk melakukan evangelisasi kepada para sahabat dan anggota keluarga kita sama efektifnya seperti ketika Dia melakukan evangelisasi di tanah Palestina dua ribu tahun lalu. Yesus berbicara mengenai Kerajaan sebagai sebuah tempat yang diperintah oleh “seorang” Allah penuh kuasa, namun mempribadi. Kemudian Yesus menindak-lanjuti kata-kata yang diucapkan-Nya dengan karya belas kasih yang disertai juga dengan tanda-tanda heran. Orang-orang lapar diberi makan, orang-orang sakit disembuhkan, kepada para pendosa diberikan jaminan belas kasih ilahi, orang-orang benar ditantang, dan orang-orang yang galau diberikan pengharapan. Sekarang Yesus ingin mengatakan kepada kita bahwa kita adalah para anggota/warga yang sangat berharga dari Kerajaan-Nya, dipenuhi dengan Roh-Nya dengan kapasitas untuk menggerakkan hati dan pikiran manusia, dengan kuat-kuasa yang sama seperti yang dilakukan-Nya dua ribu tahun lalu.

KEMURIDAN - YESUS MEMILIH KAKAK-BERADIK ANAK ZEBEDEUSSekarang, apakah kita (anda dan saya) percaya kepada janji Yesus bahwa kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang telah dilakukan oleh Yesus sendiri (Yoh 14:12)?  Periksalah periode satu pekan yang baru lalu. Apa saja jalan-jalan yang kita dengar dari Allah? Dalam situasi-situasi apa saja kita menerima kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan? Kapan kita berseru kepada-Nya dan kemudian menerima hikmat ilahi? Kapan kita merasa bersalah karena sesuatu yang kita pikirkan, katakan, lakukan dan lalai untuk lakukan, kemudian mengalami pembersihan melalui pertobatan?

Setiap contoh di atas menunjukkan kuat-kuasa Allah yang aktif dalam hidup kita – suatu kuasa untuk menjadi saksi dari kasih-Nya dan kehadiran-Nya. Dalam pekan ini, marilah kita memperhatikan dengan seksama jalan-jalan yang digunakan Allah dalam hal Ia akan memberikan hikmat untuk mengetahui kapan saatnya berbicara dan kapan saatnya untuk diam, kapan saatnya untuk melibatkan diri dalam suatu perkara dan kapan saatnya untuk menarik diri, kapan saatnya untuk merangkul seorang pendosa dan kapan saatnya untuk memberikan waktu kepadanya untuk berpikir dan berefleksi.

Saudari dan Saudara terkasih, sebagai para pengikut Kristus yang setia sebenarnya kita masing-masing dapat menjadi seorang pewarta Kabar Baik Kerajaan Allah seperti Yesus sendiri, menunjukkan kepada orang-orang apa artinya pribadi yang sudah ditransformasikan oleh Allah Yang Mahakuasa.

DOA: Yesus, berikanlah kepadaku rasa percaya untuk ikut ambil bagian bersama saudari dan saudaraku yang lain dalam kehidupan yang Engkau telah berikan kepadaku. Kobarkanlah semangatku untuk mengasihi dengan penuh bela rasa dan untuk sepenuhnya menggantungkan diri pada kuat-kuasa-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:14-20), bacalah tulisan yang  berjudul “HANYA DENGAN SATU KEPUTUSAN” (bacaan tanggal 11-1-16), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2016. 

Cilandak, 6 Januari 2016 [Peringatan B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS