INSTRUMEN INJIL-NYA

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA II [Tahun C] – 17 Januari 2016) 

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIADemikianlah hendaknya orang memandang kami: Sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. Bagiku tidak begitu penting entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi. Sebab memang aku tidak sadar akan akan apa pun tentang diriku, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan, melainkan Tuhanlah yang menghakimi aku. Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Kelak tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apa artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan mengutamakan yang satu daripada yang lain. Sebab siapa yang menganggap engkau begitu penting? Apa yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Jika engkau memang menerimanya, mengapa engkau memegahkan diri, seolah-oleh engkau tidak menerimanya? Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu. Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Kami bodoh oleh karena Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kumu mulia, tetapi kami hina.

Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara. (1 Kor 4:1-11) 

Bacaan Pertama: Yes 62:1-5; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-3,7-10; Bacaan Injil: Yoh 2:1-11

Apakah anda dapat mengakui, “Yesus adalah Tuhan”? Jika anda dapat, maka Kitab Suci memberi jaminan kepada anda bahwa hal itu adalah sebuah tanda pekerjaan Roh Kudus dalam hidup anda (lihat 1Kor 12:3). Namun hal itu baru awalnya, seperti dengan cepat dikemukakan oleh Santo Paulus dalam suratnya. Apakah anda percaya bahwa Roh Kudus ingin bekerja dengan penuh kuat-kuasa melalui diri anda? Percayakah anda bahwa Roh Kudus ini ingin memberikan kepada anda berbagai karunia/anugerah yang anda dapat gunakan untuk memberitakan Injil dan ikut membangun Gereja?

St Paul Icon 4Apabila kita melihat dari bacaan ini, kelihatannya Paulus berbicara kepada jemaat di Korintus tentang berbagai karunia spiritual secara terus-terang tanpa embel-embel. Ia tidak perlu meyakinkan mereka tentang keberadaan berbagai karunia tersebut. Semua anggota jemaat di Korintus sudah biasa mendengar tentang karunia-karunia itu (lihat 1Kor 1:7). Dalam suratnya ini, Paulus sekadar menjelaskan bagaimana kiranya karunia-karunia ini seharusnya berfungsi. Kata-kata Paulus di sini adalah bukti bahwa karunia-karunia spiritual dimaksudkan untuk kita semua, tidak hanya untuk diberikan kepada segelintir anggota jemaat. Kesembuhan dan berbagai mukjizat dan tanda heran dapat terjadi pada saat kita berdoa dengan sungguh-sungguh. Kita dapat menerima wawasan profetis (kenabian) dari Tuhan seperti juga hikmat yang praktis kita perlukan pada waktu kita berada dalam situasi sulit.

Bahkan karunia-karunia yang lebih bersifat “natural” seperti hospitalitas, pelayanan, kemampuan administrasi dapat mendatangkan berbagai kesempatan untuk memanifestasikan kasih dan kuat-kuasa Allah. Misalnya, hidup dan mati bukanlah sesuatu yang sangat menentukan dalam pesta perkawinan di Kana, namun keprihatinan Maria akan kehormatan tuan rumah telah menyebabkan Yesus membuat “tanda” atau mukjizat-Nya yang pertama. Allah ingin memberikan kepada kita karunia-karunia ini agar kita dapat menolong orang di sekeliling kita, baik di rumah, di RT/RW kita, lingkungan kita, komunitas kita maupun paroki kita. Di atas segalanya, Roh Kudus ingin memberdayakan umat Allah untuk membangun Kerajaan Allah di atas bumi ini.

Pada saat seorang sahabat “curhat” kepada kita tentang situasi sulit yang sedang dihadapinya, maka kita harus memohon kepada Roh Kudus untuk memberikan kata-kata penghiburan atau hikmat. Bagaimana Allah menjawab sebuah doa yang tidak pernah disampaikan kepada-Nya? Baiklah kita melakukan pendampingan terhadap seorang tetangga yang sedang menderita kesulitan hidup, kita melayani orang itu secara berwujud dan menjanjikan kepadanya untuk berdoa agar dia memperoleh penghiburan dari Allah. Baiklah kita juga bergabung dengan orang-orang lain yang sungguh percaya seperti kita dan secara teratur mendoakan para sahabat dan tetangga kita. Dalam hal ini kita harus mempunyai ekspektasi bahwa Allah akan bekerja dengan kita dan membuat kita sebagai instrumen Injil-Nya. Selagi kita melakukan hal ini, Tuhan akan menunjukkan kepada kita bagaimana mukjizat-mukjizat-Nya menjadi hal yang biasa selagi kita berjalan bersama-Nya dengan penuh kerendahan hati.

DOA: Roh Kudus Allah, aku bersukacita dalam Engkau pada hari ini! Berdaykanlah aku, penuhilah diriku, buatlah aku menjadi seorang pribadi yang berani agar supaya semua orang yang kujumpai akan mendengar tentang kebesaran Allah kemuliaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 2:1-11), bacalah tulisan yang berjudul “MERAYAKAN KEHIDUPAN KITA” (bacaan tanggal 17-1-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-1-13 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 14 Januari 2016 [Peringatan B. Odorikus dr Pordenone, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS