MENJADI YESUS DAN MEMBAGIKAN-NYA KEPADA ORANG LAIN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Minggu Biasa III [Tahun C] – 24 Januari 2016

Hari Ketujuh Pekan Doa Sedunia 

YESUS MENGAJAR DI SINAGOGA

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu tersebarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah membuka kitab itu, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 1:1-4; 4:14-21) 

Bacaan Pertama: Neh 8:3-5-7,9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-10,15; Bacaan Kedua: 1Kor12:12-30 (1Kor 12:12-14,27) 

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku” (Luk 4:18)

Pada zaman Perjanjian Lama, raja-raja, imam-imam, dan kadang-kadang para nabi diurapi dengan minyak sebagai tanda bahwa Allah telah menetapkan mereka untuk suatu tugas tertentu. Dengan berjalannya waktu, umat Israel mulai mengharapkan kedatangan seseorang yang akan memimpin mereka kepada kebebasan yang lengkap, yaitu seorang tokoh yang mereka namakan “sang terurapi” – “Mesias” (Inggris: Messiah; Ibrani: Mâsyiah) atau “Kristus” (Inggris: Christ;  Yunani: Khristos).

Sebagai umat Kristiani, kita mengetahui bahwa Yesus memenuhi ekspektasi ini. Yesus datang sebagai seorang raja, imam dan nabi yang sempurna bagi umat Allah. Ia adalah sang Mesias, yang diurapi tidak dengan minyak, melainkan dengan Roh Kudus, dan dalam kuat-kuasa Roh Kudus Ia membuat mukjizat-mukjizat, mewartakan Injil, dan mengasihi tanpa batas.

Karena kita telah dibaptis ke dalam Kristus, kita masing-masing dapat berkata dengan penuh keyakinan: “Roh Tuhan  ada padaku” (Luk 4:18). Walaupun Roh Kudus berdiam dalam diri kita, selalu ada yang lebih dari Dia yang dapat kita terima – walaupun barangkali kita tidak boleh berkata kita menerima lebih lagi Roh Kudus, melainkan Dia menerima lebih dari kita!

Bapa surgawi sangat senang untuk mencurahkan Roh-Nya ke dalam hati kita masing-masing. Apakah kita (anda dan saya) membutuhkan lebih lagi hikmat untuk hidup kita? Roh Kudus membawa karunia-karunia hikmat dan pengertian (lihat Yes 11:2-3; 1 Kor 12:7-8). Dapatkah kita lebih menggunakan kasih, sukacita, atau damai sejahtera? Dengan kehadiran Roh Kudus datanglah buah-buah Roh (lihat Gal 5:22-23).

Beata Bunda Teresa dari Kalkuta mendefinisikan evangelisasi sebagai tindakan untuk “menjadi Yesus, membagikan Yesus” (Inggris: Be Jesus, share Jesus). Inilah yang ingin dibuat mungkin oleh Roh Kudus bagi kita. Instrumen yang paling efektif dari evangelisasi adalah testimoni dari apa yang diberikan oleh hidup kita kepada Yesus. Pengamatan Paus Paulus VI adalah sebagai berikut: “Melalui kesaksian tanpa kata-kata ini orang-orang Kristiani membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dihalang-halangi dalam hati orang-orang, yang melihat bagaimanakah orang-orang Kristiani hidup Mengapakah mereka hidup secara  demikian ini? Apa atau siapakah yang mengilhami mreka? Sebab apakah mereka ada di tengah-tengah kita? Kesaksian semacam ini sudah merupakan suatu pewartaan Kabar Baik dengan secara diam-diam dan suatu hal yang sangat berpengaruh dan efektif” (Imbauan Apostolik EVANGELII NUNTIANDI (Mewartakan Injil) tentang Karya Pewartaan Injil dalam Jaman Modern; 8 Desember 1975, 21). Berbagai upaya untuk menginjili dapat saja gagal, tetapi apa saja yang kita lakukan dalam kasih tidak akan gagal, karena kasih tidak (pernah) gagal.

Oleh karena itu, Saudari dan Saudaraku, marilah kita berjuang untuk “menjadi Yesus dan membagikan Yesus”, dengan senantiasa mengingat bahwa Roh Tuhan ada pada kita!

DOA: Roh Kudus, milikilah hatiku dengan semakin mendalam. Buatlah diriku semakin serupa dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamatku! Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Neh 8:3-5a, 6-7,9-11), bacalah tulisan yang berjudul “HARI INI ADALAH HARI KUDUS BAGI TUHAN ALLAH” (bacaan tanggal 24-1-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2016. 

Cilandak, 21 Januari 2016 [Peringatan S. Agnes, Perawan-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS