GAMBARAN YANG INDAH DARI HIDUP KRISTIANI

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Angela Merici, Perawan (OFS), Pendiri Tarekat OSU  – Rabu, 27 Januari 2016) 

do2

Pada suatu kali Yesus mulai mengajar lagi di tepi danau. Lalu datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Ia mengajarkan banyak hal dalam  perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka, “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tanam-tanaman itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Sebagian jatuh di tanah yang baik, sehingga tumbuh dengan subur dan berbuah. Hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” Lalu kata-Nya, “Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu bertanya kepada-Nya tentang perumpamaan itu. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun memang melihat, mereka tidak memahami, sekalipun memang mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan diberi pengampunan.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu mereka segera murtad. Yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri; itulah yang mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” (Mrk 4:1-20) 

Bacaan Pertama: 2 Sam 7:4-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 89:4-5,27-30

Siapakah yang sampai berpikir bahwa seni bercocok tanam dapat digunakan untuk mengajar sedikit tentang teologia? Jelas bahwa Yesus berpikir begitu ketika Dia menggunakan sebuah perumpamaan tentang seorang penabur dan benih-benih yang ditaburkannya guna mengajar tentang Kerajaan Allah. Barangkali orang banyak yang sedang mendengarkan pengajaran Yesus di tepi danau bahkan dapat melihat dari kejauhan seseorang yang sedang bekerja menyebarkan benih-benih tanaman di tanah perbukitan.

Setiap orang dalam kerumunan orang banyak itu kiranya mengetahui dari pengalaman mereka bahwa penaburan benih dimulai dengan sebutir benih kering yang kelihatannya tidak mempunyai banyak potensi bahwa pada suatu hari akan menghasilkan buah. Namun sebutir benih yang kelihatan tidak berarti ini, jika jatuh ke tanah yang cocok dan ditambah air, kehangatan dan cahaya matahari, maka suatu transformasi menakjubkan pun akan mulai berproses.

Hal ini merupakan suatu gambaran yang indah dari hidup Kristiani! Benih dari hidup baru dalam Kristus telah ditaburkan dalam diri setiap orang yang telah dibaptis, dan benih yang tidak kelihatan ini dimaksudkan untuk mentransformasikan diri kita menjadi serupa dengan Yesus. Kita sering mendengar bahwa efeknya sangat besar. Kita masing-masing dapat menghasilkan buah secara berkelimpahan. Kita sungguh dapat serupa dengan Yesus dalam dunia ini, mengasihi dengan kasih-Nya, membuat mukjizat-mukjizat dengan kuat-kuasa-Nya, menghibur orang-orang yang terluka batin mereka dengan bela-rasa-Nya. Akan tetapi, agar supaya semua ini menjadi kenyataan, maka benih hidup baru tersebut harus diberi nutrisi dengan baik. Perumpamaan Yesus ini membuat jelas bahwa kondisi lahan/tanah sangatlah penting.

Apakah kita (anda dan saya) mau menjadi seperti Yesus? Untuk itu, kita tidak boleh memperkenankan Iblis untuk mengacaukan iman kita, misalnya dengan menaburkan benih skeptisisme, ketiadaan pengharapan, ketidakpercayaan (Mrk 4:4). Kita harus yakin bahwa diri kita cukup berakar dalam iman-kepercayaan kita sehingga dapat tahan menanggung penderitaan jika ada pengejaran serta penganiayaan demi Yesus (Mrk 4:5). Kita tidak boleh memperkenankan adanya sikap nafsu akan uang, kenyamanan-kenyamanan materiil, dan hal-hal duniawi lainnya yang akan menggiring kita menjauhi Allah (Mrk 4:6-7). Biarlah benih kita jatuh ke atas tanah yang baik – iman yang aktif dan hidup dalam Yesus – maka hasilnya akan sangat mengagumkan: “tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, dan seratus kali lipat” (Mrk 4:8)!

Seperti sebutir benih yang telah diolah sehingga tahan-penyakit, maka benih hidup Yesus dapat memberdayakan kita semua untuk mengatasi setiap halangan. Oleh karena itu, marilah kita dengan berani melindungi dan memberi nutrisi benih itu sebagaimana layaknya harta kekayaan yang sangat berharga. Apabila kita melakukannya, maka pada masa panen kita akan takjub menyaksikan transformasi yang telah terjadi dalam diri kita dan melalui kita.

DOA: Ya Tuhanku dan Allahku, aku berdiri dengan penuh rasa takjub melihat kuat-kuasa dan kemungkinan hidup baru yang Engkau telah berikan kepadaku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah menanamkan dalam diriku benih dari hidup-Mu sendiri. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 4:1-20), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SANGAT SENANG UNTUK MENGUBAH HIDUP KITA” (bacaan tanggal 27-1-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatansorangofs.wordpress.com; kategori: 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2016. 

Cilandak, 25 Januari 2016 [Pesta Bertobatnya S. Paulus, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements