YESUS MENGAJAR JUGA LEWAT PEMBACAAN DAN PERMENUNGAN SABDA ALLAH DALAM KITAB SUCI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Tomas Aquino – Kamis, 28 Januari 2016) 

jm_200_NT1.pd-P13.tiff

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Mungkinkah orang membawa pelita supaya ditempatkan di bawah tempayan atau di bawah tempat tidur? Bukankah supaya ditaruh di atas kaki pelita? Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Lalu Ia berkata lagi, “Perhatikanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil. (Mrk 4:21-25) 

Bacaan Pertama: 2 Sam 7:18-19, 24-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 132:1-5. 11-14

Perumpamaan Yesus tentang “seorang penabur dan benih” menyentuh hati sejumlah pendengar-Nya secara begitu mendalam sehingga mereka berada bersama Yesus sedikit lebih lama dan meminta kepada-Nya untuk mengajar mereka lebih banyak lagi (Mrk 4:10-11). Yesus mengakui hasrat mereka untuk diberi pengajaran yang lebih mendalam, dan Ia senang untuk meluangkan waktu ekstra dengan mereka. Kita hanya dapat membayangkan Ia minta kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kepada-Nya cara terbaik untuk membuka hati orang-orang bagi lebih banyak lagi kebenaran-Nya. Melalui “perumpamaan tentang seorang penabur dan benih” dan “perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran” (bacaan Injil hari ini), Yesus mengibaratkan Kerajaan Allah dengan kegiatan sehari-hari sehingga dengan demikian orang-orang dapat memahami ajaran-Nya secara lebih mudah.

Yesus sangat senang apabila orang-orang meminta kepada-Nya untuk mengajar secara lebih mendalam, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, dan untuk memberikan kepada mereka hikmat-Nya. Kesenangan hati inilah yang ada di belakang kata-kata-Nya, “Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu” (Mrk 4:24). Orang-orang yang menyediakan waktu lebih banyak untuk bersimpuh di dekat kaki-kaki Yesus mengalami lebih banyak kasih dan berkat-berkat Allah dan diperlengkapi secara lebih baik untuk mengikuti-Nya.

Bahkan hari ini juga, Yesus ingin terus mengajar kita. Ada begitu banyak hal yang dapat diajarkan Yesus kepada kita selagi kita mengambil waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Justru pada saat-saat seperti itu ketika kita memberikan kepada Allah segenap perhatian kita, maka Dia dapat membuat sesuatu yang “ajaib” dalam diri kita. Kata-kata sang pemazmur yang ditulisnya berabad-abad lalu tetap benar pada hari ini juga: “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya” (Mzm 19:8-9).

Saudari dan Saudara yang terkasih, marilah kita mohon lebih lagi kepada Allah dengan menyediakan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Setiap saat kita memutuskan untuk memohon lebih lagi dari Allah, kita sebenarnya mengetuk pintu surge; dan Allah telah berjanji bahwa Dia akan selalu menjawab kita (Mat 7:7-8).

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau berbagi hikmat-Mu dengan kami. Oleh Roh Kudus-Mu, bergeraklah dalam diri kami sehingga dengan demikian kami akan berkeinginan untuk meluangkan waktu bersama-Mu setiap hari. Kami mengetahui bahwa Engkau akan menanggapi hasrat kami untuk memperoleh lebih dengan mencurahkan berkat-berkat melimpah atas Gereja-Mu sehingga semua orang akan mengenal Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 4:21-25), bacalah tulisan yang berjudul “KEBOSANAN DAN PRIBADI YANG KOSONG” (bacaan tanggal 28-1-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2016. 

Cilandak, 26 Januari 2016 [Peringatan S. Timotius dan Titus, Uskup] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS