SATU LAGI PERUMPAMAAN YESUS TENTANG KERAJAAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus – Hari Biasa Pekan Biasa III – Jumat, 29 Januari 2016)

Teachings_of_Jesus_5_of_40._parable_of_the_mustard_seed._Jan_Luyken_etching._Bowyer_Bible

Lalu kata Yesus, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu bertunas dan tumbuh, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai  sudah tiba.”

Kata-Nya lagi, “Dengan apa kita hendak membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan,  benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan kemampuan mereka untuk mengerti, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. (Mrk 4:26-34) 

Bacaan Pertama: 2 Sam 11:1-4a,5-10a, 13-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-7,10-11

Yesus seringkali mengajar dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang diambil dari kehidupan sehari-hari atau dari alam sekitar. Hal ini dimaksudkan agar dapat menangkap perhatian para pendengar-Nya dan memicu mereka untuk mengajukan lebih banyak lagi pertanyaan tentang pesan Injil dan hidup yang ingin disampaikan-Nya.

Penggunaan perumpamaan-perumpamaan oleh Yesus menerangi kebenaran-kebenaran mendalam tentang Kerajaan Allah kepada orang-orang yang mencari kebenaran-kebenaran tersebut. Perumpamaan-perumpamaan Yesus mengundang mereka untuk merenungkan realitas Kerajaan itu  dan relasi dengan sang Raja itu sendiri. Cerita-cerita Yesus bukan sekadar merupakan penjelasan-penjelasan sederhana bagi mereka yang sederhana juga, orang-orang biasa saja yang tidak belajar ilmu agama untuk memahami kebenaran ilahi. Lewat perumpamaan-perumpamaan-Nya, Yesus menarik para pendengar-Nya agar mencari Allah, sehingga kedalaman dan kekayaan keselamatan dapat dinyatakan melalui permenungan-permenungan yang dilakukan dalam suasana doa.

Yesus rindu untuk menyatakan diri-Nya kepada semua orang yang mencari-Nya. Kita dapat memperdalam relasi kita dengan Allah dan pemahaman kita tentang Kerajaaan-Nya selagi kita merenungkan cerita-cerita dalam perumpamaan-perumpamaan Yesus. Jika kita datang menghadap Yesus dalam doa dengan hati yang terbuka, mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang diri-Nya dan tentang hidup kita sendiri, kita membuka diri kita sehingga Dia dapat memperluas pemahaman kita tentang kehendak-Nya. Dengan berjalannya waktu, Yesus mentransformasikan diri kita untuk menjadi semakin serupa dengan diri-Nya. Dengan lemah lembut namun secara mendesak Yesus mengkonfrontir cara-cara atau jalan-jalan kita yang mementingkan diri sendiri dan menyatakan perspektif-Nya sendiri yang penuh kasih dan bersifat ilahi.

Kepada kita masing-masing telah diberikan iman sebesar “biji sesawi” pada saat kita dibaptis. Apa yang akan kita lakukan dengan benih yang kecil ini? Apabila kita membuka hati kita kepada Allah dengan membaca dan merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci, apabila kita berdoa, dan datang kepada-Nya dalam Ekaristi, maka secara cukup mengejutkan Dia dapat memperbesar benih iman kita yang kecil itu menjadi suatu pemahaman yang mendalam tentang Kerajaan-Nya. Marilah kita berbalik kepada Yesus sehingga Dia dapat membalikkan hati kita menjadi “tanah yang baik”, yang dibutuhkan oleh iman kita untuk berakar dan bertumbuh. Yesus ingin mengajar kita. Marilah kita tingkatkan hasrat kita untuk sungguh menjadikan diri kita murid-murid-Nya yang baik.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Selagi kami datang menghadap Engkau dalam doa dan permenungan, ajarlah kami dan inspirasikanlah kami. Oleh kuat-kuasa Roh Kudus-Mu, buatlah iman kami menjadi iman yang hidup, sehingga dengan demikian kami dapat menjadi perpanjangan tangan-tangan kasih-Mu bagi orang-orang di sekeliling kami. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mrk 4:26-34), bacalah tulisan yang berjudul “KERAJAAN ALLAH ADALAH UNTUK SETIAP ORANG” (bacaan tanggal 29-1-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2016. 

Cilandak, 27 Januari 2016 [Peringatan S. Angela Merici] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS