MARILAH KITA MENGEVALUASI KEDALAMAN IMAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Rabu, 3 Februari 2016) 

YESUS MENGAJAR DI SINAGOGA NAZARETKemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan banyak orang takjub mendengar-Nya dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hal-hal itu? Hikmat apakah yang diberikan kepada-Nya? Bagaimanakah mukjizat-mukjizat yang demikian dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada di sini bersama kita?”  Lalu mereka menolak Dia. Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya di atas mereka. Ia merasa heran karena mereka tidak percaya. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. (Mrk 6:1-6) 

Bacaan Pertama: 2 Sam 24:2,9-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 32:1-2,5-7 

Setelah banyak berkeliling di Galilea, Yesus kembali ke tempat asalnya Nazaret dan pergi ke sinagoga untuk mengajar pada hari Sabat. Seperti yang telah dilakukan-Nya di mana-mana, Yesus mengumumkan kabar baik bahwa Kerajaan Allah akhirnya telah datang ke dalam dunia. Tidak mengherankanlah apabila penduduk Nazaret menjadi kaget mendengar kata-kata hikmat yang diucapkan oleh Yesus. Mereka telah mendengar tentang berbagai mukjizat dan tanda heran yang dibuat-Nya di tempat-tempat lain dan juga tentang kuat-kuasa yang telah ditunjukkan oleh-Nya atas kekuatan-kekuatan dahsyat seperti ombak besar dan angin topan, roh-roh jahat, sakit-penyakit, bahkan kematian/maut itu sendiri.

Mengapa orang-orang Nazaret – yang telah mengenal Yesus untuk kurun waktu yang relatif lama –  tidak mau menerima sentuhan kesembuhan-Nya? Bahkan Yesus sendiri pun “merasa heran karena mereka tidak percaya” (Mrk 6:6). Apakah dilema mereka? Mengapa mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa Allah bekerja dengan penuh kuat-kuasa dalam diri Yesus yang bertumbuh dari anak-anak menjadi dewasa di tengah-tengah mereka?  Seperti juga dalam hal-hal yang lain, jawabannya terletak pada kekerasan hati. Penduduk Nazaret tidak mau mengakui kenyataan dan malah menentang Yesus karena mereka mengenal-Nya hanya sebagai seorang tukang kayu. Bagaimana mereka dapat menerima Dia sebagai seorang nabi, apalagi sebagai Anak (Putera) Allah?

Yesus merasa senang apabila kita mengakui siapa diri-Nya dan siapa kita di hadapan-Nya. Yesus mengambil hukuman yang diperuntukkan bagi kita agar kita dapat hidup bersama-Nya. Yesus juga rindu agar kita merangkul hidup ini. Memang benar bahwa kita dapat hidup tanpa harus berpaling kepada Tuhan, namun kehidupan macam apa yang kita miliki seperti itu? Kehampaan. Mengapa? Karena kita tidak sadar akan Kasih yang menciptakan kita dan menopang kita sampai hari ini. Kita dipisahkan dari sang Kehidupan yang terpaku pada kayu salib guna membebaskan kita dari kuasa kegelapan.

Bacaan Injil hari ini menantang kita semua untuk melakukan evaluasi atas kedalaman iman kita kepada Tuhan. Dapatkah kita memperkenankan Dia menjadi efektif seperti yang diinginkan-Nya dalam kehidupan kita? Yesus mengundang kita untuk beriman sepenuhnya kepada diri-Nya. Sepanjang Kitab Suci kita dapat membaca bagaimana orang-orang yang percaya kepada kasih-Nya yang penuh kuasa menjadi sembuh, bebas dari kuasa roh-roh jahat, dan dilindungi oleh-Nya. Oleh karena itu, marilah kita (anda dan saya) memohon kepada Roh Kudus – yang dapat memimpin kita kepada segenap kebenaran – agar memberikan iman yang sama kepada kita masing-masing.

DOA: Roh Kudus, nyatakanlah kepada kami betapa dalam kami membutuhkan iman yang menaruh kepercayaan, yang berpengharapan, dan mempunyai keyakinan  akan kasih Allah. Ampunilah ketidakpercayaan kami. Oleh rahmat-Mu, berdayakanlah kami agar mau dan mampu merangkul kepenuhan hidup yang telah dimenangkan Yesus bagi kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “IA MERASA HERAN KARENA MEREKA TIDAK PERCAYA” (bacaan tanggal 3-2-16), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2016. 

Cilandak,  31 Januari 2016 [HARI MINGGU BIASA IV – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS