KITA JUGA HARUS MEMBUAT PILIHAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Kamis sesudah Rabu Abu – 11 Februari 2016)

Hari Orang Sakit Sedunia 

Ten-commandments-mormon-moses

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN (YHWH), Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh YHWH, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi YHWH, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan YHWH dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” (Ul 30:15-20) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-4,6; Bacaan Injil: Luk 9:22-25

Allah menawarkan kehidupan yang penuh berkat kepada umat Israel, oleh karena itu Dia menawarkan hidup dalam Dia setiap hari. Seperti juga umat Israel, kita juga harus membuat suatu pilihan. Apakah kita memilih kepenuhan hidup – karunia Allah bagi kita dan hasrat-Nya bagi kita – atau apakah kita akan memilih kehidupan yang terpisah dari Allah, alias maut?

Apakah yang dikatakan Kitab Suci tentang hidup yang ditawarkan Allah kepada kita? Kitab Kebijaksanaan Salomo mengatakan: “Allah telah menciptakan manusia untuk kebaikan” (Keb 2:23). Berbicara dalam nama Allah, nabi Yehezkiel berseru: “Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH (Yeh 18:32). Allah menciptakan kita agar hidup dari hari ke hari dalam kehadiran-Nya, penuh kepercayaan akan kasih-Nya dan perlindungan-Nya. “Hidup” dari Allah memenuhi diri kita dengan hikmat-kebijaksanaan, damai-sejahtera, pengharapan, dan kekuatan. Selagi kita menaruh kepercayaan kita pada Yesus, maka kita dapat mulai mengalami semua berkat ini, buah dari hidup Allah dalam diri kita.

Ini adalah kebenaran-kebenaran indah yang dapat kita andalkan untuk keseluruhan hidup kita. Kita dapat hidup dalam Kristus. Ia tidak menginginkan kita hidup dalam maut, terpisah dari diri-Nya. Marilah sekarang kita masing-masing bertanya kepada diri kita sendiri: “Apakah aku mengalami ‘kepenuhan hidup’ setiap hari?” Ada beberapa dari kita telah mencicipi hidup ini dan terus bertumbuh di dalamnya. Ada pula sebagian dari kita yang telah mencicipinya, namun kemudian berpaling kepada hal-hal lain yang menurut mereka dapat memenuhi diri mereka secara lebih baik. Ada juga orang-orang lain yang belum pernah mencicipi hidup Allah. Apa pun kasusnya dengan kehidupan kita, Allah terus mengundang kita semua untuk mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah (Yoh 10:10).

Dalam Yesus Kristus, jalan ke kehidupan telah ditunjukkan kepada kita, dan tergantung pada kitalah untuk memilihnya. Yesus menjamin bahwa bahwa kita tidak pernah akan merasa kecewa jika kita memilih hidup-Nya. Mencari suatu kehidupan yang terpisah dari Allah tidak akan dapat menyamai sukacita dan kelegaan yang ditawarkan oleh Yesus. Pada kenyataannya, hidup terpisah dari Allah hanya akan menggiring kita kepada maut. Oleh karena itu, marilah kita semua memilih kehidupan dan masuk secara lebih penuh lagi ke dalam hati sang Juruselamat.

DOA: Tuhan Yesus, dengan ini aku mengakui bahwa Engkau adalah sumber kehidupan dan bahwa Engkau adalah satu-satunya pengharapan hidupku. Aku ingin memilih Engkau pada hari ini. Tolonglah aku agar mau dan mampu mengabdikan diriku setiap hari bagi-Mu dan mengkomit diriku untuk mencari Engkau melalui doa, sabda-Mu dalam Kitab Suci, dan sakramen-sakramen. Yesus aku menginginkan agar hidup-Mu memenuhi diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:22-25), bacalah tulisan yang berjudul “SALIB ADALAH JALAN KASIH YANG SEMPURNA” (bacaan tanggal 11-2-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2016. 

Cilandak,  9 Februari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements