PUASA SETURUT KEHENDAK-NYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Jumat sesudah Rabu Abu, 12 Februari 2016) 

Isaiah 000

Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepda kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allah-nya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetapi mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukuli dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini  suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada YHWH? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan YHWH barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan YHWH akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! (Yes 58:1-9a) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-6,18-19; Bacaan Injil: Mat 9:14-15.

“Apa yang akan anda lakukan untuk masa Prapaskah tahun ini?” Berapa sering anda mendengar pertanyaan seperti ini dan menjawabnya dengan bercerita tentang hal-hal apa saja yang akan anda tinggalkan? Berpuasa dan pantang dari makan sesuatu yang anda suka adalah bentuk yang sangat biasa dari ‘apa yang anda lakukan’ dalam masa Prapaskah. Apakah itu “soto Betawi” favorit anda, atau ice cream tertentu, kita tolak untuk sementara waktu, barangkali dengan pengharapan agar dapat mengubah suatu kebiasaan buruk atau berkurang berat badan sebanyak 10 kg. Begitu mudahnya untuk mencari manfaat bagi diri kita sendiri, bukankah begitu? Dan apabila pengorbanan-pengorbanan Prapaskah terasa sulit, kita dapat menghibur diri dengan pemikiran bahwa pantang-puasa kita tokh hanya untuk 40 hari lamanya.

Memang selalu baik untuk mengubah kebiasaan buruk, namun visi Allah bagi kita jauh lebih luas dan menggairahkan. Ia mengundang kita berpuasa yang sungguh akan mengubah hati kita. Dia ingin terang dari kehidupan kita yang telah diubah itu “akan merekah seperti fajar” sebagai suatu kesaksian kepada seluruh dunia (lihat Yes 58:8).

Cobalah untuk membayangkan apa yang akan terjadi bila jutaan orang Kristiani memutuskan untuk pantang menonton televisi atau berinteraksi di media sosial lewat jaringan internet seperti facebook, twitter dlsb., dan mendedikasikan waktu yang tersedia itu untuk anggota keluarganya dan  teman-temannya. Apakah yang akan terjadi bila kita berhenti bersikap acuh-tak-acuh terhadap “wong cilik” dan meninggalkan isolasi-diri yang kita buat sendiri: kita mulai menyapa terlebih dulu mereka yang biasa kita “cuekin”. Kita mulai ikut mengunjungi tetangga yang sedang sakit dll. Mungkin hal-hal seperti ini terasa tidak penting, perkara kecil, namun semua itu adalah cara-cara konkret untuk mengubah hati kita – dan dunia kita – pada masa Prapaskah ini.

Pada zaman modern inipun kita semua mempunyai “keterikatan-keterikatan” yang sampai derajat tertentu membelenggu hati kita seperti halnya perbudakan (lihat Yes 58:6), tetapi pesan nabi di sini berisikan panduan bagaimana memerdekakan diri kita dari belenggu-belenggu itu. Pada masa Prapaskah ini, marilah kita lihat dalam keluarga kita sendiri, lingkungan, di antara para tetangga, dan seterusnya, orang-orang yang rindu akan suatu sentuhan kasih Allah. Dengan bermurah hati dalam penggunaan waktu kita, kita dapat membantu mematahkan kuk orang-orang yang tertindas dan memberi makan mereka yang lapar (lihat Yes 58:6-7).

Allah dapat membuat perubahan-perubahan besar dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita, selagi kita mempraktekkan apa yang tertulis dalam bacaan di atas. Terang-Nya yang bercahaya lewat diri kita dapat menyinari dunia, membuat perubahan-perubahan yang akan bertahan jauh lebih lama dari sekadar 40 hari.

DOA: Roh Kudus Allah, tolonglah aku mengenali orang-orang yang Kaukirim kepadaku untuk kulayani dalam nama-Mu. Semoga pantang dan puasaku dalam masa Prapaskah tahun ini dapat membentuk hati-Mu dalam diriku: sebuah hati yang mengasihi orang-orang kecil dan tertindas. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:14-15), bacalah tulisan yang berjudul “MENGAPA MURID-MURID-MU TIDAK BERPUASA?” (bacaan tanggal 12-2-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan tulisan saya pada tahun 2010) 

Cilandak, 9 Februari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS