BERDOALAH DENGAN SERIUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Prapaskah – Kamis, 18 Februari 2016) 

Esther-Queen

Ratu Ester pun berlindung pada Tuhan dalam bahaya maut yang menyerang dia. Maka mohonlah ia kepada Tuhan, Allah Israel, katanya: “Tuhanku, Raja kami, Engkaulah yang tunggal, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang padanya tidak ada yang menolong selain dari Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku, bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih Israel dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah Kaujanjikan. Ingatlah, ya Tuhan, dan hendaklah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa!  Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu dan ubahkanlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorangpun selain dari Engkau, ya Tuhan. (T.Est C: 10a.10c-12,17-19) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-3, 7-8; Bacaan Injil: Mat 7:7-12 

“Tuhanku, Raja kami, Engkaulah yang tunggal, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang padanya tidak ada yang menolong selain dari Engkau”  (T.Est C:11).

Doa merupakan kekuatan yang paling ampuh dalam dunia. Cerita tentang Ratu Ester ini memberikan kepada kita sebuah contoh indah tentang begitu banyaknya yang dapat dicapai apabila umat Allah berdoa. Tidak lama setelah Ester (seorang puteri Yahudi) menjadi Ratu Persia (istri dari Raja Ahasyweros (Xerxes), sebuah dekrit kerajaan diterbitkan atas hasutan salah seorang menteri raja (Haman) agar semua orang Yahudi yang tinggal di Persia dibunuh. Tidak ada seorang pun yang tinggal dalam istana raja – bahkan raja sendiri – mengetahui bahwa ratu yang muda dan cantik itu adalah seorang Yahudi.

Pada saat Ester mengetahui bahwa bangsanya akan dibunuh secara massal, tentunya hatinya seperti diteror. Apakah yang dapat dilakukan olehnya? Para perempuan di Persia kuno tidak mempunyai suara sama sekali dalam urusan-urusan negara dan pemerintahan, dan dirinya sendiri pun seorang Yahudi …… salah seorang sasaran genosida. Jika Ester menghadap suaminya dan memohon perlindungan/pembebasan atas nama bangsanya, maka dia menghadapi risiko dijatuhi hukuman mati. Sebaliknya, apabila dia tetap tutup mulut, Ester bisa saja selamat namun semua rakyatnya akan habis terbunuh.

Dalam doanya, Ester mengatakan bahwa dia membawa hidupnya karena dia segera pergi kepada raja tanpa diundang. Seperti dicatat di atas, tindakannya ini dapat mengakibatkan hukuman mati atas dirinya (T.Est C:11,16). Demikian pula halnya dengan kita: kita hidup dan berdoa di dalam situasi hidup-atau-mati. Kita terancam bahaya “kedahsyatan malam”, “panah yang terbang di waktu siang”, “penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap”, “penyakit menular yang mengamuk di waktu petang” (Mzm 91:5-6). Musuh kita, Iblis, yang adalah dia “yang berkuasa atas maut” (Ibr 2:14). Iblis ini “berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Ptr 5:8). Para malaikat pelindung kita telah melakukan tugas yang hebat untuk melindungi kita dari pencobaan-pencobaan berulang kali dalam hidup kita.

Saudari dan Saudaraku, oleh karena itu marilah kita berdoa seakan-akan hidup kita tergantung pada doa, karena hal itu mungkin memang demikian. Marilah kita berdoa dan berpuasa seakan masa Prapaskah ini adalah masa Prapaskah kita yang terakhir di dunia ini. Marilah kita berpuasa dan berdoa kepada Allah dengan kepercayaan penuh dan bebas. Kita hidup dan berdoa dalam bayang-bayang kematian (lihat Mzm 23:4), tetapi juga di ambang pntu masuk ke dalam kehidupan kekal-abadi di surga. Bersama Simeon kita dapat berdoa: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu” (Luk 2:29).

DOA: Bapa surgawi, kami datang menghadap hadirat-Mu dalam doa. Ajarlah kami untuk berjalan mengikuti jejak Kristus dan berdoa seturut kehendak-Mu. Berikanlah kepada kami semangat yang besar untuk mendoakan kepentingan orang-orang lain yang semuanya adalah umat-Mu. Amin.

Catatan: Tulisan ini dipersembahkan kepada Sdri. Esther Indrapradja OFS, seorang pendoa. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 7:7-12), bacalah tulisan yang berjudul “DATANG KEPADA ALLAH  SECARA BEBAS, TERBUKA DAN PENUH KEPERCAYAAN” (bacaan tanggal 18-2-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2016. 

Cilandak,  15 Februari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements