MENGASIHI MUSUH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Prapaskah – Sabtu, 20 Februari 2016)

ONPAGE-2

Kamu telah mendengar yang difirmankan, Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu: Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari  bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna.” (Mat 5:43-48) 

Bacaan Pertama: Ul 26:16-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:1-2,4-5,7-8  

“Kamu telah mendengar yang difirmankan: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”  (Mat 5:43-44).

Seorang penyair Inggris terkenal, Alexander Pope [1688-1744] pernah mengatakan: “To err is human; to forgive, divine.” Alexander Pope di sini sebenarnya mengungkapkan salah satu pesan pokok Kitab Suci dalam satu kalimat. Berikut ini terjemahan kasarnya: “Membuat kesalahan adalah manusiawi; mengampuni itu (bersifat) ilahi.” Pesannya adalah bahwa secara manusiawi sangatlah tidak mungkin untuk mengampuni orang lain. Hanya Allah yang dapat mengampuni.

Namun Yesus memerintahkan kita untuk mengampuni:

  • Sesegera mungkin (Mat 5:25);
  • Berulang kali, bahkan 70 x 7 kali (Mat 18:22);
  • Cinta kasih penuh pengorbanan dan belas kasih terhadap orang-orang yang jahat (Luk 15:22 dsj.);
  • Bahkan juga apabila kita sendiri sedang mengalami penderitaan berat (Luk 23:34);
  • Juga bila orang-orang itu tidak meminta maaf atau malahan tak berhenti berbuat jahat kepada kita (Luk 23:34-35), dan
  • Musuh-musuh kita (Mat 5:44).

Allah Tritunggal Mahakudus hidup dalam diri kita. Dia akan memberikan rahmat kepada kita untuk dapat segera memaafkan dan mengampuni siapa saja yang telah bersalah apa saja terhadap kita. Dia akan memberi kita rahmat-Nya agar dapat memaafkan serta mengampuni dengan ukuran-Nya yang tidak mungkin bagi kita.

Oleh karena itu, marilah kita membuat keputusan dan berkata: “Dengan kuasa Yesus Kristus, aku memutuskan untuk memaafkan serta mengampuni (…nama…) atas (…kesalahan-kesalahannya…). Isilah titik-titik itu dan ucapkanlah berulang kali sampai kita (anda dan saya) merasa lega telah mengampuni siapa saja dan kesalahan apa saja.

DOA: Bapa surgawi, dalam nama Yesus dengan ini aku menolak pekerjaan-pekerjaan Iblis terhadapku agar aku tidak mau mengampuni, memendam sakit hati dan kepahitan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 5:43-48), bacalah tulisan yang berjudul “MENGAMPUNI, MENGAMPUNI, MENGAMPUNI !!!” (bacaan tanggal 20-2-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2016. 

Cilandak, 15 Februari 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS