APAKAH AKU SUNGGUH MENGAMPUNI?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Selasa, 1 Maret 2016) 

YESUS KRISTUS - 10Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali? Yesus berkata kepadanya, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Sebab hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak istrinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Lalu sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunasi. Tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Lalu sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunasi. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai ia melunasi hutangnya.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohon kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Tuannya itu pun marah dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunasi seluruh hutangnya.

Demikian juga yang akan diperbuat oleh Bapa-Ku yang di surga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” (Mat 18:21-35) 

Bacaan Pertama: Dan 3:25,34-43; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-9

“Demikian juga yang akan diperbuat oleh Bapa-Ku yang di surga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Mat 18:35).

Kita – umat Kristiani – mengetahui sekali bahwa kita harus mengampuni, kalau tidak demikian maka kita pun tidak akan diampuni oleh Allah. Pada waktu mengajar para murid-Nya tentang “Doa Bapa Kami”, Yesus pun mengajar kita untuk berdoa demikian (lihat Mat 6:12; lihat juga Mat 6:14-15).

Oleh karena itu sering kita – umat Kristiani – mengatakan bahwa kita memaafkan atau mengampuni kesalah orang lain, sebab kita tahu bahwa tidak ada pilihan lain. No other choice !!! Namun masalahnya adalah, apakah kita mengampuni orang lain selaras dengan ukuran Allah? Apakah kita mengamapuni dengan segenap hati?

Jika kita telah sungguh-sungguh telah mengampuni, maka kita:

  • Hendaknya menyadari bahwa pengampunan itu adalah suatu mukjizat dari rahmat Allah, sebab kodrat manusialah untuk bersalah dan kodrat ilahilah untuk mengampuni;
  • Bersedia menerima dengan cinta dan belas kasih, menghargai dan mengembalikan lagi orang-orang yang bersalah terhadap diri kita, sebagaimana perumpamaan tentang seorang ayah terhadap anaknya yang hilang (lihat Luk 15:11-32);
  • Mau menjadi utusan yang melakukan pelayanan rekonsiliasi (pendamaian) yang telah dipercayakan Allah dengan perantaraan Kristus (1 Kor5:18-19);
  • Akan mengakui betapa besar manfaat dari Sakramen Rekonsiliasi, sebab kita mengampuni seperti kita sendiri telah diampuni;
  • Bersedia merangkul kembali orang-orang yang bersalah kepada kita (Luk 15:20);
  • Memperkenankan Allah menyembuhkan dan menyucikan kembali ingatan penuh kebencian, kemarahan, dan keinginan untuk membalas dendam, dan
  • Mengingat kembali tidak hanya dosa-dosa orang lain terhadap diri kita, tetapi khususnya rahmat yang menakjubkan, dengan mana kita memaafkan setiap dosa.

Apabila kita merasa ragu apakah telah mengampuni orang lain, maka sebaiiknya kita pergi menghadap Yesus di muka altar dan mengucapkan doa ini: “Dengan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, aku memaafkan …… [nama] …… atas …… [kesalahan] …… Doa ini kita ulang-ulang beberapa kali sampai kita merasa telah dimurnikan kembali dari rasa tidak mau mengampuni.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau memungkinkan diriku mengalami belas kasih/kerahiman-Mu yang sempurna. Dalam nama-Mu yang kudus, aku pun menolak Iblis dan roh-roh jahat lainnya yang datang dengan segala bujuk-rayu mereka agar aku tidak mengampuni orang-orang lain yang bersalah kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 18:21-35), bacalah tulisan yang berjudul  “KARUNIA/ANUGERAH PENGAMPUNAN” (bacaan tanggal 1-3-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 16-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2016. 

Cilandak, 28 Februari 2016 [HARI MINGGU PRAPASKAH III – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements