DOA YANG DIBENARKAN OLEH ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Sabtu, 5 Maret 2016) 

harold_copping_the_pharisee_and_the_publican_3001Kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus menyampaikan perumpamaan ini. “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezina dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul dirinya dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah sedangkan orang lain itu tidak. Sebab siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Luk 18:9-14) 

Bacaan Pertama: Hos 6:6:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,18-21

Dalam Hosea 14:3, sang nabi mengajak orang-orang Israel untuk berdoa dan berbalik kembali kepada TUHAN (YHWH). YHWH Allah mendengarkan doa mereka: “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon mawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur yang termasyhur seperti anggur Libanon” (Hos 14:5-8).

Sebelumnya, Hosea mengajak umat untuk berdoa: “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN (Hos 6:1). TUHAN menjawab doa mereka dengan “meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi; Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku” (Hos 6:5). Allah mendengarkan doa yang kurang lebih sama dalam cara yang berbeda, sebab doa dalam Hosea 14 juga berbeda, yakni dengan kesungguhan hati penuh tobat dan penyesalan dari penyembahan berhala (Hos 14:9, lihat juga Hos 14:4); sedangkan doa Hosea dalam bab 6 didoakan oleh umat tanpa kesungguhan hati kepada TUHAN (lihat Hos 6:7) “Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga dosanya adalah kekejian” (Ams 28:9).

Dalam bacaan Injil hari ini, si orang Farisi menyatakan dirinya berdoa, berpuasa dan memberi sedekah (Luk 18:11-12), sedangkan si pemungut cukai – yang telah menjual dirinya kepada penguasa Romawi demi uang – juga berdoa) (Luk 18:13-14). Hasil akhirnya? Menurut Yesus, si pemungut cukai pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah sedangkan orang Farisi itu tidak (lihat Luk 18:14). Mengapa sampai begitu? Karena orang Farisi  itu berdoa dengan hati yang dipenuhi kesombongan, berpusat pada diri sendiri, sedangkan si pemungut cukai itu bertobat dan merendahkan diri ketika berdoa: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (lihat Luk 18:13-14). Yesus mengakhiri perumpamaan-Nya dengan mengatakan begini: “Sebab siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Luk 18:14).

Allah tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kita. Namun bagaimanakah semangat doa kita itu? Apakah kita akan menerima dari Allah sikap keras dan tegas seperti ditunjukkan-Nya kepada orang yang sombong atau kebaikan seperti ditunjukkan-Nya kepada yang rendah hati? Ingatlah apa yang ditulis dalam surat Petrus yang pertama: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati” (1 Ptr 5:5; bdk. Ams 3:34).

DOA: Ya Yesus, Tuhanku dan Allahku, ajarlah diriku agar dapat berdoa dengan penuh kerendahan hati sebagaimana telah dicontohkan oleh si pemungut cukai dalam perumpamaan-Mu. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 18:9-14), bacalah tulisan yang berjudul “SEORANG FARISI DAN SEORANG PEMUNGUT CUKAI” (bacaan tanggal 5-3-16)  dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2016. 

Cilandak, 2 Maret 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS