DI KOLAM BETESDA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Selasa, 8 Maret 2016)

 bible-pictures-pool-of-bethesda-1138571-gallery

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. [Mereka menantikan guncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan mengguncangkan air itu; siapa saja yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah guncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun penyakitnya.] Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat itu berbaring di situ dan karena Ia tahu bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya, “Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai terguncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah.” Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tikarnya dan berjalan.

Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu, para pemuka Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, “Hari ini hari Sabat dan engkau tidak boleh mengangkat tikarmu.” Akan tetapi, ia menjawab mereka, “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tikarmu dan berjalanlah.” Mereka bertanya kepadanya, “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tikarmu dan berjalanlah?’ Tetapi orang yang baru disembuhkan itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya, “Ingat, engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya jangan terjadi yang lebih buruk lagi padamu.” Orang itu keluar, lalu menceritakan kepada para pemuka Yahudi bahwa Yesus-lah yang telah menyembuhkan dia. Karena itu, para pemuka Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. (Yoh 5:1-3,5-16) 

Bacaan Pertama: Yeh 47:1-9,12; Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3,5-6,8-9 

“Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tikarnya dan berjalan”  (Yoh 5:9).

Sudah 38 tahun lamanya orang ini menderita sakit lumpuh (Yoh 5:5), dan kelihatannya fakta ini tidak mendapatkan perhatian semestinya. Dia memiliki hasrat yang besar untuk disembuhkan, namun tidak pernah sekali pun dapat masuk ke kolam di Betesda itu. Dia tidak mampu untuk untuk bergerak sendiri dan masuk ke dalam kolam pada waktunya. Sungguh merupakan suatu situasi yang penuh tekanan baginya, namun ia tidak pernah kehilangan pengharapan. Apatisme adalah suatu epidemi yang membuat orang miskin tetap saja miskin, tunawisma tetap saja menjadi tunawisma, orang lapar tetap saja menjadi orang lapar dlsb. Yesus berjumpa dengan orang itu, kemudian Ia menyembuhkannya (Yoh 5:8-9).

Walaupun Yesus secara menakjubkan telah mengubah hidup orang itu selanjutnya, orang itu belum mengenal Siapa Yesus itu (Yoh 5:13), dan kepadanya Yesus perlu mengingatkan dia agar jangan berbuat dosa lagi, supaya jangan terjadi yang lebih buruk atas dirinya (lihat Yoh 5:14).

Pada bejana baptis, kita semua dibaptis dan memperoleh kodrat baru, Kita menjadi ciptaan baru (Gal 6:15), dan kita dilahirkan dari atas (Yoh 3<3,5). Namun demikian, walaupun Yesus mengubah hidup kita, banyak dari kita yang telah dibaptis belum/tidak mengenal Yesus secara pribadi dan belum sepenuhnya menyadari peringatan Yesus tersebut.

Sebagaimana kenyataan bahwa Yesus-lah yang mencari orang yang disembuhkan, demikian juga lewat Gereja-Nya, Ia mencari kita satu persatu. Ia memanggil kita untuk memperbaharui janji-janji baptis kita, dengan menolak Iblis dan roh-roh jahatnya, segala pekerjaan jahat mereka, semua janji-janji palsu mereka, dan kemudian kita menyatakan percaya akan Allah, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Pada hari Paskah Yesus bersabda kepada semua yang telah dibaptis: “Jangan berbuat dosa lagi, supaya jangan terjadi yang lebih buruk lagi” (Yoh 5:14).

Kita sungguh tidak mengetahui dengan pasti apakah orang yang disembuhkan Yesus di kolam Betesda benar-benar melakukan pertobatan setelah mendapat peringatan dari Yesus. Bagaimana dengan diri kita? Kita dengan hidup yang telah diperbaharui lewat baptisan, apakah kita telah sungguh-sungguh mengenal Yesus secara pribadi dan memiliki tekad bulat untuk tidak berbuat dosa lagi?

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah diriku menghayati hidup baru dengan sungguh-sungguh, terlebih-lebih setelah memperbaharui janji-janji baptis. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yeh 47:1-9,12), bacalah tulisan yang berjudul “KE MANA SAJA SUNGAI ITU MENGALIR, SEMUANYA DI SANA HIDUP” (bacaan tanggal 8-3-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2016. 

Cilandak, 5 Maret 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements