BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MENOLAK KRISTUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Sabtu, 12 Maret 2016) 

YESUS KRISTUS - 11Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata, “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Bukankah Kitab Suci mengatakan bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari desa Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal?” Lalu timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh-Nya.

Kemudian penjaga-penjaga itu kembali kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu, “Belum pernah seorang pun berkata seperti orang itu!” Lalu jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka, “Apakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!” Nikodemus, salah seorang dari mereka, yang dahulu datang kepada-Nya, berkata kepada mereka, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukan-Nya?” Jawab mereka, “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing, tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. (Yoh 7:40-53) 

Bacaan Pertama: Yer 11:18-20; Mazmur: Mzm 7:2-3,9-12

Jika kita (anda dan saya) berhadapan dengan Yesus, mendengar perwartaan-Nya dan menyaksikan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan-Nya, apakah tanggapan atau reaksi kita? Reaksi para imam kepala dan orang-orang Farisi adalah memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul untuk memutuskan tindakan apa yang harus mereka lakukan, sebab Yesus banyak membuat mukjizat (Yoh 11:47). Ada orang-orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah benar-benar nabi yang akan datang, ada yang mengatakan bahwa Dia adalah sang Mesias, ada pula yang mengatakan bukan Mesias, karena Mesias tidak datang dari Galilea (Yoh 7:40-41).

Dewasa ini ada lebih dari dua milyar orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah Penebus kita, Tuhan, Putera Allah, bahkan Allah sendiri. Sejak 2000 tahun lalu orang-orang telah berkata: “Belum pernah seorang pun berkata seperti orang itu!” (Yoh 7:46) dan “Mari, lihatlah orang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.Mungkinkah Dia itu Kristus?” (Yoh 4:29). Perempuan Samaria juga bersaksi tentang Yesus: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat”, dan kesaksian perempuan ini membuat banyak orang Samaria menjadi percaya kepada-Nya (lihat Yoh 4:39).

KEMURIDAN - SIAPA YANG MAU MENJADI MURIDKUSekarang, apakah yang hendak kita perbuat terhadap Yesus? Jika kita menerima Yesus sebagai Allah dan Tuhan, maka kita harus menyangkal diri kita sendiri, memikul salib kita dan mengikut Dia (lihat Luk 9:23) dan kita tidak lagi hidup untuk diri kita melainkan untuk Dia yang telah  mati dan dibangkitkan untuk kita (lihat 2 Kor 5:15).

Yesus bersabda: “Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku” (Mat 11:6). Siapakah Yesus itu? Yesus adalah “batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan tetapi menjadi batu penjuru” (lihat 1 Ptr 2:7; bdk. Mzm 118:22). Yesus ditentukan untuk “menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan” (Luk 2:34). Kita akan menyalibkan Dia dan menyerahkan Dia ke pengadilan (Ibr 6:6), atau kita akan disalibkan bersama Dia (Gal 2:19). Apabila kita memilih Yesus dan kayu salib, maka hidup bukan lagi milik kita melainkan Kristus yang hidup dalam diri kita (Gal 2:20). Apakah yang akan kita perbuat terhadap Kristus? Apakah yang akan Yesus perbuat terhadap diri kita?

DOA: Yesus, Tuhanku dan Allahku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk segala hal baik yang Kausediakan bagiku. Aku ingin menyambut kebaharuan-Mu di dalam hidupku. Pimpinlah aku, ya Tuhan, agar dapat melangkah di jalan-Mu. Yesus, Engkau adalah segala-galanya bagiku. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 7:40-53), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS INGIN MEMBERIKAN KEJUTAN KEPADA KITA” (bacaan tanggal 12-3-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2016.

Cilandak, 10 Maret 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS