YESUS SELALU SIAP UNTUK MENYELAMATKAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus – HARI MINGGU PRAPASKAH V [TAHUN C], 13 Maret 2016)

OFM: Peringatan B. Ludovikus dr Casoria, Imam 

PEREMPUAN YANG BERZINAH

Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing, tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Lalu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika dia sedang berzinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian dengan batu. Bagaimana pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, “Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk lagi dan menulis di  tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, di manakah mereka?” Tidak adakah seorang pun yang menghukum engkau?” Jawabnya, “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.” (Yoh 8:1-11) 

Bacaan Pertama: Yes 43:16-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 126:2-6; Bacaan Kedua: Flp 3:8-14 

“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi” (Yoh 8:11).

Bayangkanlah sejenak peristiwa yang terjadi sekitar 2.000 tahun lalu itu. Segerombolan orang Farisi dan ahli Taurat – para fundamentalis hukum Taurat, namun yang munafik itu – menyeret seorang perempuan kepada Yesus, yang tertangkap basah sedang berzinah, dengan niat buruk untuk menjebak Yesus. Mereka didorong oleh hawa nafsu untuk membunuh perempuan itu, namun mereka juga berharap dapat membuat Yesus terperangkap dalam no-win situation ini. Asal saja kata-kata yang diucapkan Yesus di depan publik ini dapat ditafsirkan sebagai penyelewengan terhadap Hukum Taurat, maka mereka  berpikir akan “habislah” Yesus.

Apa yang  dilakukan Yesus, yang kelihatan cuek-cuek saja itu? Dia hanya jongkok sambil menulis sesuatu di atas pasir. Tidak sedikit pun Yesus merasa terintimidasi oleh tipu-daya orang-orang munafik itu. Dia tidak mudah dilempar keluar dari tengah-tengah arena. Dia tidak bisa dimanipulasi agar keluar dari posisi-Nya yang mengutamakan kasih dan belas kasihan. Di tengah-tengah keributan itu, Yesus tetap tenang. Dengan satu pernyataan yang jelas namun menusuk, Ia menelanjangi kebobrokan orang-orang yang siap untuk merajam perempuan itu: “Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Dengan demikian Yesus pun menyelamatkan perempuan itu dari kematian yang kejam dan mengenaskan a la Perjanjian Lama (Catatan: hal ini masih berlaku pada abad ke-21 ini di beberapa tempat di dunia, di kalangan penganut agama tertentu).

Yesus dapat melakukan hal yang sama dengan kita semua – situasi macam apapun yang kita hadapi, bagaimana pun buruk dan beratnya dosa kita. Tidak ada hal yang “mengganggu” Yesus, karena Dia memang datang dalam kasih dan belas kasihan guna menyelamatkan kita dan membebaskan kita. Dia selalu fokus pada misi-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalihkan perhatian-Nya dari tujuan-Nya untuk membebas-merdekakan kita dari setiap kejahatan dan mentransformasikan kita ke dalam  gambar (imaji) dan rupa-Nya. Betapa berat sekali pun khaos yang terjadi di sekeliling kita, Yesus selalu ada di dekat dan bersama kita, tenang seperti biasa, dan Ia menawarkan kepada kita kekuatan-Nya.

Janganlah kita pernah berpikir bahwa Yesus akan menolak kita atau tidak mau datang menolong kita. Dia tahu segala jawaban. Ia mampu untuk melumpuhkan setiap upaya jahat dari pihak musuh untuk menuduh kita atau mendakwa kita. Setiap hari kita memang menghadapi tuduhan/dakwaan, apakah datang dari Iblis, dari seorang musuh, atau bahkan dari rasa bersalah kita sendiri. Namun tidak pernah ada tuduhan/dakwaan yang datang dari Yesus. Yesus adalah sang Gembala Baik, yang selalu menjaga kawanan domba-Nya, selalu siap untuk mencari dan menyelamatkan domba yang hilang. Oleh karena itu, janganlah kita pernah takut untuk kembali kepada Yesus. Ia memandang anda dengan mata penuh kasih dan selalu menanti-nantikan anda dengan belas kasihan dan bela rasa.

DOA: Yesus, kasihanilah aku, seorang pendosa. Aku mengasihi-Mu, ya Tuhanku dan Allahku, dan aku ingin menjadi milik-Mu selamanya. Bebaskanlah aku dari segala sesuatu yang dapat merusak diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 8:1-11), bacalah tulisan yang berjudul “MULAI SEKARANG, JANGAN BERBUAT DOSA LAGI” (bacaan tanggal  13-3-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak,  10 Maret 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements