BERANI BERDIRI UNTUK BERSAKSI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah – 2 April 2016) 

PETRUS AND Y0HANES DI HADAPAN SANHEDRINKetika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang mencolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersebar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama ini.” Setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus  dan Yohanes menjawab mereka, “Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar.” Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang itu tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena orang banyak memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. (Kis 4:13-21) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1,14-21; Bacaan Injil: Mrk 16:9-15.

“Setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus” (Kis 4:12).

Yesus telah bangkit, dan kita semua adalah saksi-saksi-Nya (lihat Kis 1:8; 2:32; 3:15; 4:33; 10:41; 13:31). Iblis tidak dapat menghalang-halangi Yesus untuk bangkit dari kubur. Namun Iblis mampu menghalang-halangi kita untuk tampil sebagai saksi-saksi dari kebangkitan Kristus. Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti! Kita harus berkata – seperti Petrus dan Yohanes: “…… tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar” (Kis 4:20), betapa besar pun risiko yang kita hadapi.

Kristus yang sudah bangkit itu pula yang akan membantu dan mendukung kita dan akan menegur orang-orang yang tidak mau menerima kesaksian kita (Mrk 16:14). Ia juga akan mengutus Roh Kudus untuk menaruhkan kata-kata hikmat dalam mulut kita sehingga kita tetap mampu  bersaksi (Luk 12:12). Roh Kudus juga akan menginsyafkan mereka yang tidak percaya akan kesaksian kita, “akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yoh 16:8). Dengan demikian, bersaksi adalah salah satu jalan yang sangat meyakinkan untuk melakukan pewartaan Injil Yesus Kristus (Kis 1:8).

Bilamana kita bersaksi atas iman kita akan Yesus, kita sebenarnya berbagi/syering iman dengan orang lain dan kita pun bertumbuh dalam iman bersama. Bersaksi itu meluhurkan Yesus yang bangkit, mengembangkan Kerajaan Allah, mempercepat pertumbuhan hidup dalam kekudusan. Bersaksi akan kebangkitan Kristus mengubah budaya kematian (anti hidup) menjadi budaya cinta-hidup dan budaya kasih.

Itulah sebabnya mengapa Iblis – pangeran maut (lihat Ibr 4:12), sangat membenci segala kesaksian yang benar. Mengapa? Karena Iblis selalu akan kalah karena kesaksian benar kita itu (lihat Why 12:11).

Saudari dan Saudaraku, marilah kita mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh (lihat Ul 6:5). Marilah kita selalu melawan Iblis itu (lihat 1Ptr 5:8-9). Marilah kita bertekad bulat untuk menjadi saksi-saksi dari kebangkitan Kristus !!! 

DOA: Bapa surgawi, jadikanlah diriku saksi Kristus yang sejati, di sini dalam rumah ini, dalam komunitasku, di tempat aku bekerja dan di tempat-tempat di mana aku berjumpa dengan masyarakat sekelilingku (Kis 1:8). Amin. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 16:9-15), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MEMBERI HIDUP BARU KEPADA KITA” (bacaan tanggal 2-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Cilandak, 31 Maret 2016 [HARI KAMIS DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS