GEREJA MEMBUTUHKAN BARNABAS-BARNABAS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah, Selasa 5 April 2016)

This is a reproduction of an icon of the apostle Barnabas, created by Father Gabriel, who is the abbot of the monastery of the apostle Barnabus in Cyprus, and given to Messiah College professor Dr. Michael Cosby. Cosby traveled to Cyprus in 2011 on a Fulbright Grant to conduct research on the apostle Barnabus. DAILY RECORD/SUNDAY NEWS - CHRIS DUNN

This is a reproduction of an icon of the apostle Barnabas, created by Father Gabriel, who is the abbot of the monastery of the apostle Barnabus in Cyprus, and given to Messiah College professor Dr. Michael Cosby. Cosby traveled to Cyprus in 2011 on a Fulbright Grant to conduct research on the apostle Barnabus. DAILY RECORD/SUNDAY NEWS – CHRIS DUNN

Kumpulan orang yang telah percaya itu sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam anugerah yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi kelahiran Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. (Kis 4:32-37)

Mazmur Tanggapan:  Mzm 93: 1-2,5; Bacaan Injil: Yoh 3:7-15 

“Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi kelahiran Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul” (Kis 4:36-37).

Untuk memberi kesaksian dengan penuh kuat-kuasa atas “Kebangkitan Tuhan Yesus” (Kis 4:33), maka – sebagai Gereja – kita membutuhkan pribadi-pribadi seperti Maria yang tekun berdoa dalam menanti-nantikan kedatangan Roh Kudus (Kis 1:14). Kita juga membutuhkan pribadi yang setia seperti Matias untuk menjadi pengganti dari pemimpin tidak setia seperti Yudas Iskariot. Untuk mewartakan Kabar Baik tentang kebangkitan Kristus, kita membutuhkan pengkhotbah-pengkhotbah atau pewarta-pewarta sabda seperti Petrus, para martir seperti Stefanus, dan para misionaris seperti Paulus. Kita juga sangat membutuhkan orang baik – baik perempuan maupun laki-laki – yang berani berkorban, bermurah hati, bersemangat, yakni anak-anak penghiburan seperti Barnabas (Kis 4:36).

Pribadi-pribadi seperti Barnabas memberi warna tersendiri pada komunitas Kristiani perdana. Umat Allah, sebagaimana juga orang-orang pada umumnya, adalah orang yang cinta-diri, kikir, duniawi dan selalu merasa tidak puas. Kita manusia seringkali bersikap minimalis dalam hal berkorban dan komitmen, namun bersikap maksimalis dalam hal mencari kenikmatan dan keuntungan pribadi. Lewat pribadi-pribadi seperti Barnabas ini, Tuhan ingin menarik hati orang dari batas minimalis dan setengah-setengah hati.

Dengan melakukan pertobatan, maka dorongan-dorongan atau suara-suara dalam hati kita yang mengatakan bahwa lebih baiklah bagi kita untuk memberi daripada meminta, melayani daripada menuntut untuk dilayani, lebih baik mati daripada berdosa, dan melakukan pengorbanan daripada melakukan segala sesuatu “semau gue”.

Gereja tanpa pribadi-pribadi seperti Barnabas hanyalah sekadar Gereja yang suam-suam kuku dan membuat mual Yesus dan Ia akan memuntahkannya dari mulut-Nya (lihat Why 3:16). Gereja yang dipenuhi dengan pribadi-pribadi seperti Barnabas adalah Gereja yang sungguh dapat dikatakan sebagai mempelai Kristus. Sejarah Gereja mencatat bahwa Paus Martinus I (+655) adalah seorang gembala sejati. Beliau memusatkan hati dan pikirannya untuk berdoa, menolong kaum miskin dan mengajar. Ia sendiri hidup dalam keadaan yang serba kekurangan.

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah agar cintakasihku kepada-Mu membakar diriku. Jadikanlah aku “anak penghiburan” seperti Barnabas yang rela berbagi harta miliknya dengan saudari dan saudaranya yang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 3:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “GERAKAN TURUN NAIK ANAK ALLAH” dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

Cilandak, 3 April 2012 [HARI MINGGU PASKAH II – MINGGU KERAHIMAN ILAHI]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS