BAPA SURGAWI SANGAT MENGASIHI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah – Rabu, 6 April 2016) 

chua-giesu-noi-chuyen-voi-ong-nicodemo
Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia. Siapa saja yang percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; siapa saja yang tidak percaya, ia telah berada  di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab siapa saja yang berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak; tetapi siapa saja yang melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” (Yoh 3:16-21)
 

Bacaan Pertama: Kis 5:17-26; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9 

“… Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yoh 3:16).

Sudah layak dan sepantasnya jika kita berterima kasih penuh syukur kepada Bapa di surga, karena Dia telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke tengah dunia. Melalui Anak-Nya itulah, Allah Bapa telah memberikan kepada kita akses untuk masuk ke surga dan menyambut kita ke dalam kehidupan kekal-Nya bersama kita – semua ini tanpa memperhitungkan dosa dan pemberontakan kita kepada-Nya. Sebenarnya apakah artinya kita di mata Bapa surgawi sehingga Dia begitu berbelas kasih kepada kita?

Biarlah Allah mengobarkan kerinduan kita untuk hidup dalam hadirat-Nya. Semoga kita juga tidak pernah memandang kasih Allah sebagai sesuatu yang taken for granted, tidak melupakan Dia, atau mempertimbangkan diri kita cukup baik untuk mengandalkan diri kita sendiri dalam memecahkan segala masalah kehidupan ini. Untuk itu semua, marilah kita memohon kepada-Nya untuk menanamkan kesan mendalam di hati kita “kebenaran” untuk mana kita menggantungkan diri kepada-Nya setiap saat. Bahkan udara yang kita hirup adalah karunia dari Allah. Bagaimana pun sibuknya hidup kita sehari-hari, hidup kita tetap kosong tanpa Dia.

Saudari dan Saudaraku yang terkasih, marilah kita memohon kepada Bapa di surga agar supaya mengajar kita bagaimana berbicara dengan-Nya di dalam hati dan mendengarkan suara-Nya sepanjang hari. Kita memohon agar Ia membuang semua keragu-raguan dan kebingungan yang memisahkan orang-orang dari Allah. Kita juga memohon agar kita dapat mendengar sabda Putera-Nya dan Ia mengundang kita ke dalam hidup kekal.

Di lain pihak Iblis ingin agar kita tetap terikat pada dosa, sehingga dengan demikian kita tidak mampu melihat kebebasan sejati yang ditawarkan oleh Yesus.  Namun kegelapan ini hanyalah seperti jaringan laba-laba yang dengan mudah dapat dibersihkan setiap saat kita berbalik kepada Allah. Baiklah kita juga memohon kepada Allah agar orang-orang dari segala penjuru dunia mengenal dan mengalami kebebasan yang telah dimenangkan oleh Yesus bagi mereka. Kita juga pantas berdoa agar Bapa surgawi menaburkan benih-benih kasih-Nya di mana saja dalam dunia, sehingga dengan demikian Yesus dapat lahir dalam semua hati manusia.

Layak dan pantaslah bagi kita untuk berterima kasih penuh syukur kepada Bapa surgawi untuk kerahiman (belas kasih)-Nya. Kita semua pantas untuk mati, namun Allah memilih untuk mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib demi menebus segala dosa dan kesalahan kita. Maka marilah kita dengan penuh rasa terima kasih akan kasih-Nya menghadap hadirat Bapa dan membenamkan diri kita dalam kebaikan hati dan bela rasa-Nya, karena kita tahu bahwa Dia tidak akan membuang siapa saja yang menyerahkan hati mereka kepada-Nya. Biarlah Ia memandang dalam-dalam hati kita masing-masing dan kemudian membebaskan kita dari segala hasrat jahat. Biarlah Ia memperkuat apa saja yang lemah dalam diri kita. Biarlah Ia memancarkan sinar terang atas apa saja yang baik dalam diri kita. Biarlah Ia memenuhi diri kita dengan damai-sejahtera dan membawa kita ke dalam hubungan yang penuh keakraban dengan diri-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Allah Yang Maharahim, keagungan-Mu tak dapat kami gambarkan dengan kata-kata. Kami sungguh berterima kasih penuh syukur karena Engkau sudi memberikan Putera-Mu terkasih untuk menjadi Penebus kami. Penuhilah diri kami masing-masing dengan kasih-Mu dan buatlah kami sebagai instrumen-instrumen rahmat-Mu dalam dunia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 3:16-21), bacalah tulisan yang  berjudul “KASIH ALLAH, BAPA KITA” (bacaan tanggal 6-4-16) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 16-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2016. 

Cilandak, 4 April 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS